alexametrics

JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II

Chandra Iswinarno
JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II
Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). [Suara.com/M Yacub]

SBG terakhir yang berhasil dinaikan berada di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Suara.com - Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC) mengebut pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Direktur Utama PT JJC selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Djoko Dwijono mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengebut pengerjaan kontruksi Steel Box Girder (SBG).

SBG merupakan dasar konstruksi Japek Elevated II. Kabar baiknya, SBG terakhir yang berhasil dinaikan berada di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ia mengungkapkan, salah satu pekerjaan mayoritas proyek jalan tol Elevated II adalah pengangkatan SBG yang merupakan dasar konstruksi dari jalan tol layang sepanjang 36,40 Km.

Baca Juga: Tol Jakarta-Cikampek Macet Parah, Menhub: Harusnya Jangan Balik Tanggal 9

Jumlah SBG untuk proyek ini berjumlah lebih dari 2.500 unit dengan dimensi yang berbeda-beda disepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek.

"Dini hari tadi, merupakan pengangkatan SBG yang terakhir (SBG ke-2573) di Kilometer 17 Bekasi Timur. Jadi sudah tidak ada pekerjaan pengangkatan SBG lagi," katanya, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia, dengan selesainya pengangkatan SBG terakhir tersebut juga menandakan penyelesaian konstruksi yang masih sesuai target, yaitu pada akhir September 2019.

"Proses pengangkatan seluruh SBG untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated selesai dalam waktu 22 bulan dari total pekerjaan proyek yang saat ini telah berjalan sepanjang 30 bulan," katanya.

Setelah pengangkatan SBG ini sudah selesai, kata dia, maka Jasamarga fokus pada pekerjaan pengecoran slab.

Baca Juga: Nonstop Awasi Lalu Lintas Pemudik, Kisah Pemantau CCTV Tol Jakarta-Cikampek

Akhir September 2019, sudah dipastikan seluruh pekerjaan konstruksi selesai sehingga dapat dilanjutkan dengan proses lainnya seperti uji beban, uji layak fungsi dan uji layak operasi.

Komentar