Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II

Chandra Iswinarno

Selasa, 10 September 2019 | 17:02 WIB
JJC Kebut Pembangunan Tol Japek Elevated II
Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). [Suara.com/M Yacub]

Suara.com - Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC) mengebut pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Direktur Utama PT JJC selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Djoko Dwijono mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengebut pengerjaan kontruksi Steel Box Girder (SBG).

SBG merupakan dasar konstruksi Japek Elevated II. Kabar baiknya, SBG terakhir yang berhasil dinaikan berada di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ia mengungkapkan, salah satu pekerjaan mayoritas proyek jalan tol Elevated II adalah pengangkatan SBG yang merupakan dasar konstruksi dari jalan tol layang sepanjang 36,40 Km.

Jumlah SBG untuk proyek ini berjumlah lebih dari 2.500 unit dengan dimensi yang berbeda-beda disepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek.

"Dini hari tadi, merupakan pengangkatan SBG yang terakhir (SBG ke-2573) di Kilometer 17 Bekasi Timur. Jadi sudah tidak ada pekerjaan pengangkatan SBG lagi," katanya, Selasa (10/9/2019).

Menurut dia, dengan selesainya pengangkatan SBG terakhir tersebut juga menandakan penyelesaian konstruksi yang masih sesuai target, yaitu pada akhir September 2019.

"Proses pengangkatan seluruh SBG untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated selesai dalam waktu 22 bulan dari total pekerjaan proyek yang saat ini telah berjalan sepanjang 30 bulan," katanya.

Setelah pengangkatan SBG ini sudah selesai, kata dia, maka Jasamarga fokus pada pekerjaan pengecoran slab.

baca juga

Akhir September 2019, sudah dipastikan seluruh pekerjaan konstruksi selesai sehingga dapat dilanjutkan dengan proses lainnya seperti uji beban, uji layak fungsi dan uji layak operasi.

"Kita kebut agara secepatnya bisa digunakan masyarakat," ungkapnya.

Djoko menjelaskan, dengan selesainya pengangkatan SBG terakhir ini maka mayoritas pekerjaan akan fokus dilakukan di bagian atas (badan jalan) proyek sehingga diharapkan potensi adanya rekayasa lalu lintas saat pekerjaan proyek berlangsung dapat berkurang.

"Pembangunanya sudah fokus diatas jalan layang, agar tidak mengganggu jalan tol dibawah," tegasnya.

Saat ini masih ada proses pekerjaan yang harus dilakukan di tol Japek seperti adanya antrean truk mixer ketika pengecoran slab dilaksanakan, ataupun saat loading material.

Tapi ini adalah pekerjaan-pekerjaan minor, dan pastinya pekerjaan dilakukan secara spot by spot. Dengan ini, potensi rekayasa lalu lintas yang dilakukan saat window time proyek berlangsung dapat diminimalisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkendala Bentangan SUTET, Proyek Tol Japek Elevated Bakal Molor

Terkendala Bentangan SUTET, Proyek Tol Japek Elevated Bakal Molor

Jabar | Rabu, 28 Agustus 2019 | 16:26 WIB

Lahan Warga Belum Lunas, Tol Cijago Seksi II Disebut akan Beroperasi

Lahan Warga Belum Lunas, Tol Cijago Seksi II Disebut akan Beroperasi

Jabar | Kamis, 01 Agustus 2019 | 16:32 WIB

Tak Kunjung Dapat Ganti Rugi, Fatmah Korban Gusuran Tol Cijago Kena Stroke

Tak Kunjung Dapat Ganti Rugi, Fatmah Korban Gusuran Tol Cijago Kena Stroke

Jabar | Selasa, 23 Juli 2019 | 19:09 WIB

Belasan Warga yang Tergusur Proyek Tol Cijago Minta Rp 26 Juta Per Meter

Belasan Warga yang Tergusur Proyek Tol Cijago Minta Rp 26 Juta Per Meter

Jabar | Selasa, 23 Juli 2019 | 19:08 WIB

Terkini

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB