- Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 10 Februari 2026, tercatat Rp 2.954.000, naik Rp 14.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia (XAU/USD) melemah tipis di Asia karena sentimen risiko membaik dan aksi ambil untung investor.
- Permintaan emas global tetap kuat, ditandai penambahan cadangan emas oleh Bank Rakyat China untuk bulan kelima belas.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 10 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.954.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu kembali terus melesat Rp 14.000 dibandingkan hari Senin, 9 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.748.000 per gram.
Harga buyback itu juga melonjak Rp 14.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
![Emas Antam edisi khusus HUT RI ke-80. [Dokumentasi ANTM].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/20/41772-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.527.000
- Emas 1 Gram Rp 2.954.000
- Emas 2 gram Rp 5.848.000
- Emas 3 gram Rp 8.747.000
- Emas 5 gram Rp 14.545.000
- Emas 10 gram Rp 29.035.000
- Emas 25 gram Rp 72.632.000
- Emas 50 gram Rp 144.845.000
- Emas 100 gram Rp 289.612.000
- Emas 250 gram Rp 723.765.000
- Emas 500 gram Rp 1.447.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.894.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Emas Dunia Melemah Tipis
Harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan awal Asia, Selasa, seiring membaiknya sentimen risiko global dan aksi ambil untung pelaku pasar.
Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) terpantau menarik minat penjual di dekat level USD 5.035 per troy ounce.
Baca Juga: Emas Global ke Level USD 5.100, Dipicu Pelemahan Dolar dan Isu Larangan China
Tekanan terhadap logam mulia terjadi di tengah kembalinya minat investor ke pasar saham, setelah indeks S&P 500 memperpanjang reli dan mendekati level tertinggi sepanjang masa usai pekan perdagangan yang bergejolak.
FXStreet mencatat, emas mundur setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Membaiknya sentimen risiko mendorong pelaku pasar mengurangi kepemilikan aset safe haven dan kembali memburu aset berisiko.
Selain itu, harapan terhadap potensi negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut membebani harga emas. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pembicaraan nuklir dengan AS yang digelar pada Jumat lalu sebagai sebuah “langkah maju”, meski menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi.
Meski terkoreksi, potensi penurunan harga emas dinilai terbatas. FXStreet menyoroti masih kuatnya permintaan emas dari bank sentral, khususnya China. Data terbaru menunjukkan Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) kembali menambah cadangan emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari.
Kepemilikan emas PBOC tercatat naik menjadi 74,19 juta ons troy murni pada akhir Januari, dari sebelumnya 74,15 juta ons pada bulan sebelumnya. Langkah ini mencerminkan minat berkelanjutan bank sentral terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi penting dari AS. Pada Rabu, data ketenagakerjaan AS bulan Januari dijadwalkan rilis, yang diperkirakan menunjukkan penambahan 70.000 lapangan kerja, dengan tingkat pengangguran tetap di level 4,4 persen.