Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal II 2019 Turun, Ini Biang Keroknya

Iwan Supriyatna
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal II 2019 Turun, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi: Aplikasi asuransi jiwa. (Shutterstock)

Pendapatan premi asuransi jiwa mengalami perlambatan 3,6% di kuartal II 2019 menjadi Rp 90,25 triliun.

Suara.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan premi asuransi jiwa mengalami perlambatan 3,6% di kuartal II 2019 menjadi Rp 90,25 triliun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 93,58 triliun.

Meski demikian, menurut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, total pendapatan premi asuransi jiwa di kuartal II 2019 tersebut masih memiliki kontribusi terbesar terhadap total pendapatan asuransi jiwa di kuartal II 2019 yang mencapai 76,3%.

Budi menyampaikan, bahwa pencapaian total pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia pada kuartal kedua 2019 mengalami peningkatan sebesar 31,9%, atau menjadi Rp 118,32 triliun dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya Rp 89,73 triliun.

"Pada kuartal kedua 2019, AAJI mencatat total pendapatan, dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan, meski total pendapatan premi mengalami perlambatan," ujar Budi di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, sebesar 60,5% dari total premi tersebut merupakan kontribusi dari premi bisnis baru yakni Rp 54,7 triliun atau mengalami perlambatan 8,8%.

Sementara 39,5% merupakan kontribusi dari premi lanjutan sebesar Rp 35,68 triliun, meningkat 5,8% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Perlambatan premi bisnis baru tersebut dipengaruhi oleh melambatnya kinerja saluran distribusi bancassurance sebesar 16,8% dan saluran keagenan sebesar 8,6% dan masing-masing berkontribusi sebesar 50,8% dan 27,5%.

Pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 5,9% dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru, hal ini menunjukkan bahwa produk asuransi kesehatan tetap menjadi produk yang diminati oleh masyarakat Indonesia.

Total pendapatan industri asuransi jiwa juga dipengaruhi oleh hasil investasi, yang meningkat 373,4%, menjadi Rp 22,84 triliun dibandingkan periode tahun lalu.

Perbaikan kinerja hasil investasi asuransi jiwa dipengaruhi oleh kondisi pasar modal yang menguat, yaitu adanya penguatan IHSG pada awal 2019.

Sementara total aset kuartal II 2019 meningkat 10,1% senilai Rp 550,38 triliun, dibanding pencapaian periode yang sama di 2018 sebesar Rp 499,96 triliun, tercatat selama kuartal kedua 2017 sampai dengan kuartal kedua 2019, total aset perusahaan asuransi jiwa mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 5,6%.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS