Gagal Terbang Karena Asap, Maskapai Diminta Tak Persulit Pengembalian Uang

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Gagal Terbang Karena Asap, Maskapai Diminta Tak Persulit Pengembalian Uang
Ilustrasi membeli tiket pesawat. (Shutterstock)

Surat edaran itu tercantum dalam surat edaran Nomor SE 15 Tahun 2019 tentang pelaksanaan penerbangan.

Suara.com - Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran untuk penanganan penerbangan saat kabut asap. Surat edaran itu tercantum dalam surat edaran Nomor SE 15 Tahun 2019 tentang pelaksanaan penerbangan.

Adapun terdapat lima instruksi Kemenhub kepada maskapai. Pertama, maskapai diminta untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Kedua, maskapai harus menyusun dan melaksanakan prosedur rencana kontigensi penerbangan dan pelayanan penumpang dalam kondisi kahar sekurang kurangnya memuat ketentuan yang memudahkan penumpang untuk menyusun ulang rencana perjalanan diantaranya reschedule, atau reroute ataupun pemindahan ke penerbangan badan usaha angkutan udara lainnya.

"Surat Edaran ini diterbitkan dengan memperhatikan kondisi operasional penerbangan yang terdampak akibat dari karhutla, yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan yang sangat berdampak pada pelaksanaan kegiatan operasional penerbangan, terutama pada daerah pendekatan pendaratan serta area lepas landas maupun parkir pesawat udara," kata Polana Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam keterangannya Kamis (19/9/2019).

Selanjutnya, ketiga Maskapai juga harus memudahkan pengembalian uang tiket sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kemudian, keempat berkoordinasi dengan pihak penyelenggara bandar udara dalam hal penyediaan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Terakhir kelima, penyampaian informasi kepada penumpang angkutan udara yang benar dan jelas mengenai alasan keterlambatan penerbangan, perubahan jadwal penerbangan, pembatalan penerbangan, dan kepastian keberangkatan melalui media informasi.

"Hari ini seluruh bandara beroperasi di wilayah Sumatera dan Kalimantan beroperasi normal meskipun secara fluktuatif dampak kabut asap masih mengganggu operasional penerbangan," pungkas Polana.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS