Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Habis Kontrak, Pepsi Tak Lagi Jualan di Indonesia

Iwan Supriyatna

Jum'at, 04 Oktober 2019 | 05:53 WIB
Habis Kontrak, Pepsi Tak Lagi Jualan di Indonesia
Ilustrasi Pepsico. [AFP]

Suara.com - Pepsi minuman berkarbonasi asal Amerika Serikat (AS) dikabarkan tidak lagi jualan di Indonesia mengingat habisnya masa kontrak Pepsi dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM).

Berdasarkan kesepakatan antara AIBM dan PepsiCo Inc, minuman Pepsi tak lagi dijual mulai 10 Oktober 2019.

Meski demikian, Pepsi berharap bisa kembali berjualan di Indonesia dan menjual produk-produk unggulannya seperti Mirinda, 7UP dan Mtn Dew di masa yang akan datang.

Dilansir dari ThoughtCo, Pepsi yang berasal dari salah satu tempat yang sederhana di Carolina Utara telah berusia 125 tahun.

Formula asli Pepsi ditemukan pada tahun 1893 oleh apoteker Caleb Bradham dari New Bern. Seperti banyak apoteker pada waktu itu, ia mengoperasikan air mancur soda di apoteknya, tempat dia menyajikan minuman yang dia ciptakan sendiri.

Minumannya yang paling populer adalah Minuman Brad. Komposisi minuman itu terdiri dari campuran gula, air, karamel, minyak lemon, kacang kola, pala, dan bahan tambahan lainnya.

Ilustrasi logo minuman Pepsi (Shutterstock).
Ilustrasi logo minuman Pepsi (Shutterstock).

Ketika minuman itu diciptakan, Bradham memutuskan untuk memberinya nama yang mudah diingat, yakni Pepsi-Cola. Pada musim panas 1903, ia telah mematenkan merek dagang dan menjual sirup sodanya ke apotek dan vendor lainnya di seluruh North Carolina.

Pada 1913 Pepsi kemudian merekrut Barney Oldfield, seorang pengemudi mobil balap terkenal pada saat itu, sebagai juru bicara. Pepsi semakin menjadi terkenal karena slogannya, "Minum Pepsi-Cola. Itu Akan Memuaskan Anda."

Setelah meraih kesuksesan selama bertahun-tahun, Pepsi mulai menghadapi fluktuasi harga gula selama Perang Dunia I.

baca juga

Harga gula terus naik pada saat itu, kondisi itu dirasa sangat menyulitkan Pepsi. Pepsi pun sempat bangkrut pada tahun 1923.

Pada tahun 1931, Pepsi Cola kemudian dibeli oleh Loft Candy Co. Presiden Loft Charles G. Guth, berusaha membangkitkan kejayaan Pepsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kebangkrutan Pendiri Forever 21 Ngutang ke Anak, Bunganya 2 Persen

Cegah Kebangkrutan Pendiri Forever 21 Ngutang ke Anak, Bunganya 2 Persen

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 07:51 WIB

Bersihkan Radiator Pakai Minuman Bersoda, Efeknya Diluar Dugaan

Bersihkan Radiator Pakai Minuman Bersoda, Efeknya Diluar Dugaan

Otomotif | Selasa, 01 Oktober 2019 | 14:39 WIB

Banyak Konsumsi Minuman Soda, Kulit Lengan & Punggung Pria Ini Terinfeksi

Banyak Konsumsi Minuman Soda, Kulit Lengan & Punggung Pria Ini Terinfeksi

Health | Selasa, 17 September 2019 | 11:10 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×