Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kenapa Bus Listrik PT MAB Tidak di Jakarta? Ini Penjelasan Moeldoko

Reza Gunadha

Sabtu, 02 November 2019 | 20:18 WIB
Kenapa Bus Listrik PT MAB Tidak di Jakarta? Ini Penjelasan Moeldoko
Founder PT MAB dan Co-Founder PT MAB Stephen Sulistyo, meresmikan produk perdana bus listrik, di di Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah. Sabtu (2/11/2019). Dalam acara itu, PT MAB menyerahkan produk perdana ke Paiton Energy. [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Ketika kawasan industri di Jabodetabek kerap dipilih sebagai lokasi favorit dalam menanamkan modal bisnis sektor otomotif, PT Mobil Anak Bangsa (MAB) justru memilih tempat yang cukup jauh dari ibu kota.

Bukan pula berlokasi ibu kota baru Indonesia, Panajam Paser Utara atau Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, yang bisa saja menjadi ladang bisnis dan investasi baru bagi sang ibu kota baru nantinya.

PT MAB yang dimotori oleh Founder Jenderal (Purn) Moeldoko dan Co-Founder Stephen Sulistyo memilih lokasi di Jawa Tengah, persisnya Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak.

Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa di Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adam Iyasa]
Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa di Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adam Iyasa]

Lokasi produksi bus listrik karya anak bangsa tersebut dipilih dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya karena mereka menyebut investasi tersebut sebagai sosial bisnis.

"Karena karoseri ini sudah eksis sebelumnya, sehingga untuk memulai, tidak dari baru, bukan mengawali dari baru, tapi dari sesuatu yang sudah ada," kata Moeldoko seusai penyerahan produksi perdana bus listrik MAB kepada PT Paiton Energy, di Karoseri Anak Bangsa (KAB), Demak Jawa Tengah, Sabtu (2/11/2019).

Ia menjelaskan, lokasi itu didapatkan setelah PT MAB mengakuisisi perusahaan karoseri ternama di Jawa Tengah, yakni Karoseri Nusantara Gemilang, yang juga memiliki PO Nusantara.

Semua aset perusahaan itu dibeli PT MAB, termasuk lahan 4,5 hektare.

Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa di Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adam Iyasa]
Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa di Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adam Iyasa]

Pertimbangan lainnya, Moeldoko dan Stephen menilai industri kendaraan listrik bakal semakin diminati terutama pada sektor angkutan massal di Indonesia ke depannya.

Karena itulah, mereka memutuskan produksi kendaraan listrik harus disegerakan. Maka, pada 25 Maret 2016, pengembangan prototipe kendaraan listrik mulai dikerjakan di lokasi tersebut.

baca juga

"Tinggal kami perbaiki dan rawat sehingga bisa produksi lebih cepat, dari pada saya membangun dari awal," ucapnya.

Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa di Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adam Iyasa]
Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa di Jalan Raya Demak - Kudus KM5, Kabuaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adam Iyasa]

Tak hanya itu, kata Moeldoko, Demak yang berada di tengah-tengah Pulau Jawa sangat cocok dalam aspek pendistribusian produk PT MAB.

Sebab, distribusi produk bisa menggunakan jalur darat yakni jalur Pantura, didukung bandara dan pelabuhan yang cukup dekat Kota Semarang.

"Kami ingin menyebarkan tempat industri yang tidak hanya terfokus di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga di daerah perlu dibangun agar bisa berkembang baik,” kata mantan Panglima TNI tersebut.

Lokasi pabrik yang tepat berada di depan Jalur Pantura tersebut membawahi dua divisi. Pertama, Mobil Anak Bangsa (MAB) selaku pemilik model bus listrik. Kedua, Karoseri Anak Bangsa (KAB) yang fokus pada perakitan semua komponen produk MAB.

Founder PT MAB dan Co-Founder PT MAB Stephen Sulistyo, meresmikan produk perdana bus listrik, di di Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah. Sabtu (2/11/2019). Dalam acara itu, PT MAB menyerahkan produk perdana ke Paiton Energy. [Suara.com/Adam Iyasa]
Founder PT MAB dan Co-Founder PT MAB Stephen Sulistyo, meresmikan produk perdana bus listrik, di di Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah. Sabtu (2/11/2019). Dalam acara itu, PT MAB menyerahkan produk perdana ke Paiton Energy. [Suara.com/Adam Iyasa]

"Semua proses nanti di sini end to end, dari awal dan akhir di sini, jadi (produknya) mau dibawa ke mana saja, sudah siap bisa jalan,” kata dia.

Produksi unit bus listrik menggunakan 40 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sisanya masih impor seperti komponen utama baterai, motor, dan kontroler.

Moeldoko mengungkapkan, kekinian PT MAB masih melakukan riset untuk bisa memproduksi baterai lithium dan motor.

Dengan demikian, kendaraan listrik PT MAB ditarget 100 persen memakai baterai dalam negeri paling lambat dua tahun ke depan. Sedangkan pemakaian komponen motor dalam negeri, paling lama terwujud empat tahun ke depan.

"Nanti pemakaian komponen dalam negeri menjadi 100 persen saat kami memproduksi baterai dan motornya. Sekarang sedang riset soal motor. Paling lama empat tahun lagi," kata dia.

Bus Listrik Karya PT. Mobil Anak Bangsa. (Suara.com/Peter Rotti)
Bus Listrik Karya PT. Mobil Anak Bangsa. (Suara.com/Peter Rotti)

PT MAB kekinian tengah mengebut produksi untuk memenuhi target permintaan dari berbagai pihak.

Misalnya, PT Paiton energy sejumlah 4 unit, Perum PPD 110 unit, dan berbagai perusahaan maskapai untuk operasional bus di bandara.

"Satu unit bisa dikerjakan tiga Minggu, kalau sudah produksi pesanan satu bulan bisa selesai 100 unit atau perhari lima unit," katanya.

Saat ini, produksi bus listrik dikerjakan pada dua tipe, yakni low deck bagi segmen bus listrik angkutan massal seperti Trans Jakarta, dan hight deck untuk bus angkutan karyawan atau bus pariwisata.

"Dimensinya ada 12 meter untuk bus angkutan massal, 8 meter dan ke bawah untuk angkutan sekelas angkutan kota," katanya.

Purwarupa bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia 2019 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
Purwarupa bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia 2019 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Moeldoko mengatakan, pada penyerahan produksi perdana bus elektrik kepada PT Paiton Energy, Sabtu siang, membuktikan perusahaan sekelas PT Mitsui, selaku operator pembangkit listrik Paiton Jatim, mengakui kehandalan dan kebutuhan bus ramah enegi dan lingkungan.

"Kalau dikonversi, bus listrik bahan bakarnya lebih irit 1/3 dari kendaran konvensional. Kelebihan lainnya, soal perawatan itu zero. Paling hanya ganti ban, rem, tapi yang lainnya relatif tak ada. Terlebih, bus listrik ini memberikan udara bersih kepada masyarakat, dengan harapan lingkungan menjadi sehat,” kata Moeldoko.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Moeldoko Serahkan Bus Listrik Produk Perdana MAB untuk Payton Energy

Sah! Moeldoko Serahkan Bus Listrik Produk Perdana MAB untuk Payton Energy

Bisnis | Sabtu, 02 November 2019 | 16:33 WIB

Belum Ambil Peran Bagi KBL, Bekraf Siap Majukan Produk Anak Bangsa

Belum Ambil Peran Bagi KBL, Bekraf Siap Majukan Produk Anak Bangsa

Otomotif | Sabtu, 14 September 2019 | 07:00 WIB

Menuju KBL, Transjakarta Siap Tambah Armada dengan Bus Listrik

Menuju KBL, Transjakarta Siap Tambah Armada dengan Bus Listrik

Otomotif | Sabtu, 14 September 2019 | 05:00 WIB

Best 5 Otomotif Pagi:  KBL Tembus 1.000 Unit, Bus MAB Banyak Dipesan

Best 5 Otomotif Pagi: KBL Tembus 1.000 Unit, Bus MAB Banyak Dipesan

Otomotif | Jum'at, 06 September 2019 | 07:30 WIB

Kota-Kota Besar Bakal Ikuti Jejak Jakarta Gunakan Bus Listrik?

Kota-Kota Besar Bakal Ikuti Jejak Jakarta Gunakan Bus Listrik?

Otomotif | Rabu, 04 September 2019 | 13:32 WIB

Mantap, MAB Siapkan Bus Listrik Berkecepatan 120 Km per Jam

Mantap, MAB Siapkan Bus Listrik Berkecepatan 120 Km per Jam

Otomotif | Rabu, 03 Juli 2019 | 12:00 WIB

Terkini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB