Array

Belum Ambil Peran Bagi KBL, Bekraf Siap Majukan Produk Anak Bangsa

Sabtu, 14 September 2019 | 07:00 WIB
Belum Ambil Peran Bagi KBL, Bekraf Siap Majukan Produk Anak Bangsa
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (kiri) mencoba mobil listrik peserta Jambore Kendaraan Listrik Nasional saat singgah di kantor PLN Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/8/2019). Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar Jambore Kendaraan Listrik Nasional dengan berkeliling mengendarai purwarupa mobil listrik karya anak bangsa dari ITS Surabaya menuju Jakarta [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj].

Suara.com - Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah menerbitkan Peraturan Presiden atau Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan.

Dalam peraturan itu, kendaraan listrik diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri, berbasis baterai dalam negeri, pemberian insentif, penyediaan infrastruktur pengisian listrik dan pengaturan tarif tenaga listrik, pemenuhan ketentuan teknis kendaraan listrik berbasis baterai, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf memaparkan bahwa pihaknya belum mengambil peran dalam pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL dan ekosistemnya. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

Namun, melalui pesan singkat tertulis, Triawan Munaf pada Jumat (13/9/2019) menyatakan bahwa Bekraf mendukung penuh pengembangan mobil listrik produk anak bangsa. Yaitu mobil yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), beberapa universitas, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) dan kementerian atau lembaga lainnya.

Logo Bekraf. (Twitter/ @BekrafID)
Logo Bekraf [Twitter/ @BekrafID].

"Harapan saya, tentunya agar kita bisa punya keinginan dan membangun kemampuan untuk mengembangkan produk Mobil Elektrik buatan kita sendiri," ujar Triawan Munaf.

Di masa mendatang, Bekraf akan turut berperan memajukan KBL produk anak bangsa.

"Misalnya pemberian nama, logo, branding, strategi komunikasi, promosi, pameran dan lain-lain," demikian pemaparannya secara tertulis sebagaimana dikirimkan kepada kantor berita Antara.

Ia berharap langkah pengembangan KBL juga diiringi kemauan publik untuk menggunakan produk mobil listrik karya bangsa sendiri.

Baca Juga: Setelah Maleo, Inikah Harapan Tentang Kebangkitan Mobil Nasional?

Di sisi lain, Triawan Munaf juga menyatakan bahwa pemerintah bisa memberikan insentif dalam soal pembiayaan, sehingga publik bisa memiliki KBL dengan harga lebih terjangkau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI