Protes Kenaikan BBM, 106 Orang di 21 Kota Tewas

Iwan Supriyatna, Rifan Aditya

Kamis, 21 November 2019 | 02:05 WIB
Protes Kenaikan BBM, 106 Orang di 21 Kota Tewas
Ilustrasi demonstrasi

Suara.com - Amnesty International mengatakan aksi protes kenaikan BBM di Iran telah menewaskan 106 orang di 21 kota. Pasukan keamanan Iran diminta bertanggung jawab atas banyaknya korban tewas dalma demonstrasi tersebut.

Pernyataan organisasi HAM Amnesty International ini dirilis dalam situs resminya amnesty.org pada Selasa (19/11/2019).

Organisasi yang berkantor di Inggris ini menuduh pasukan keamanan Iran menggunakan 'kekuatan yang berlebihan dan mematikan' untuk menghalau demonstrasi sejak dimulai pada Jumat (15/11/2019) lalu.

"Setidaknya 106 pemrotes di 21 kota telah tewas, menurut laporan yang dapat dipercaya," kata Amnesty.

Amnesty meyakini bahwa angka kematian sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Beberapa laporan yang mereka peroleh menyatakan sebanyak 200 orang telah terbunuh.

"Media pemerintah hanya melaporkan segelintir kematian pengunjuk rasa, serta kematian setidaknya empat anggota pasukan keamanan," ungkap Amnesty.

Rekaman video menunjukkan pasukan keamanan Iran menggunakan senjata api, meriam air dan gas air mata untuk membubarkan protes dan memukuli demonstran dengan tongkat.

Organisasi itu juga menyoroti gambar selongsong peluru yang tersisa di tanah setelah kerusuhan. Jumlah korban tewas yang tinggi, membuat Amnesty berspekulasi bahwa pasukan keamanan Iran menggunakan peluru asli.

Sementara itu disadur dari Al Jazeera, Rabu (20/11/2019), setidaknya 11 orang yang terdiri dari lima pasukan keamanan dan enam warga sipil tewas dalam kerusuhan itu.

baca juga

Pemerintah Iran belum memberikan laporan pasti tentang berapa banyak masyarakatnya yang terluka atau terbunuh dalam protes tersebut. Mereka juga belum menanggapi angka yang dikeluarkan oleh Amnesty International.

Media pemerintah melaporkan pada Minggu (17/11/2019) bahwa lebih dari seribu demonstran telah ditangkap sejak protes dimulai.

Peneliti Amnesty International, Raha Bahreini mengatakan jumlah kematian 106 jiwa ini didasarkan pada laporan yang kredibel dan dapat diandalkan. Mereka merangkum informasi dari saksi di lapangan, aktivis hak asasi manusia di dalam negeri, serta jurnalis dan sumber terpercaya di luar negeri.

Bahreini mengatakan, "pasukan keamanan Iran bahkan menolak untuk mengurus tubuh pendemo yang tewas, atau mereka memaksa keluarga korban untuk menguburkan tubuh saudaranya dalam keadaan terburu-buru. Tanpa otopsi, ini tentu saja bertentangan dengan hukum dan standar internasional".

Sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di Iran dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 50 persen.

Masyarakat marah setelah pihak berwenang meluncurkan skema penjatahan BBM dan memangkas subsidi.

Presiden Hassan Rouhani berjanji kenaikan harga BBM ini akan digunakan untuk mendanai subsidi baru bagi keluarga miskin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesti Internasional: Kerusuhan di Iran Tewaskan 100 Orang lebih

Amnesti Internasional: Kerusuhan di Iran Tewaskan 100 Orang lebih

News | Rabu, 20 November 2019 | 15:56 WIB

Indra Sjafri Beri Kode Keras, Evan Dimas dan Zulfiandi Tampil di SEA Games?

Indra Sjafri Beri Kode Keras, Evan Dimas dan Zulfiandi Tampil di SEA Games?

Bola | Minggu, 17 November 2019 | 00:45 WIB

Kalahkan Iran, Iwan Bule Minta Timnas Indonesia U-22 Tak Berpuas Diri

Kalahkan Iran, Iwan Bule Minta Timnas Indonesia U-22 Tak Berpuas Diri

Bola | Minggu, 17 November 2019 | 05:35 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:24 WIB

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:16 WIB

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 20:10 WIB

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 19:54 WIB

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:48 WIB

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:41 WIB

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:40 WIB

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

×