Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Lifting Migas Gagal Capai Target APBN 2019, Dwi Soetjipto Beri Alasan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 10 Januari 2020 | 06:42 WIB
Lifting Migas Gagal Capai Target APBN 2019, Dwi Soetjipto Beri Alasan
Mantan Direktur Utama PT. Pertamina Dwi Soetjipto beserta jajaran direksi menggelar jumpa pers di Jakarta, Selasa (17/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Realisasi lifting migas sepanjang 2019 hanya mampu mencapai 90,5 persen dari target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebutkan sepanjang 2019, realisasi lifting migas mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (BOPD), atau tidak mencapai target yang ditetapkan APBN 2019 sebesar 2,025 juta BOPD.

"Ada beberapa hal yang membuat terjadi pengurangan pada lifting minyak, yakni kebocoran EMCL 'floating hose" di Blok Cepu yang kalau setahun berkurang menjadi 2.900 barel oil per hari," kata Dwi di Gedung SKK Migas Jakarta, Kamis (9/1/2020) kemarin.

Dwi merinci realisasi lifting minyak pada 2019 mencapai 746.000 barel per hari atau 96,3 persen dari APBN 2019 sebesar 775.000 barel per hari. Namun demikian, capaian ini di atas target WP& B sebesar 729,5 ribu BOPD atau sebesar 102,3 persen.

Menurut dia, lifting minyak Indonesia berpotensi mencapai 752.000 barel per hari, namun terjadi pengurangan akibat serangkaian kendala sepanjang 2019, seperti kebakaran hutan di Sumatera, dampak kondensat karena curtailment gas, revisi Amdal EMCL dan kebocoran di lapangan YY blok Offshore North West Java (ONWJ).

"Jika dibandingkan RUEN pada 2019, diprediksi lifting minyak berada di angka 590.000 BOPD. Capaian 746.000 BOPD ini telah menunjukkan hasil yang membanggakan atas upaya kerja keras yang dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS," kata dia.

Sementara itu, realisasi lifting gas sepanjang 2019 mencapai 5.934 MMSCFD atau hanya 84,8 persen dari target APBN 2019 sebesar 7.000 MMSCFD. Jika dibandingkan dengan target WP&B yang sebesar 5,937 MMSCFD, realisasi lifting gas 2019 mencapai 99,9 dari target yang ditetapkan.

Mantan Dirut Pertamina itu menambahkan kinerja lifting gas 2019 pada awalnya sempat mencapai angka 6.002 MMSCD.

Capaian ini diperoleh setelah SKK Migas dan KKKS melakukan berbagai terobosan dan inovasi melalui kegiatan antara lain Filling The Gap (FTG), Production Enchancement Techonology (PET), Management, Optimisasi Planned Shutdown dan lainnya.

Namun, adanya curtailment gas 60,8 MMSCFD seperti yang terjadi di JOB PMTS, Pertamina EP dan ENI, kemudian kejadian H2S Spike EMCL dan "accident" di lapangan YY memberikan penurunan sebesar 7,2 MMSCFD. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala SKK Migas Beberkan Penyebab Realisasi Lifting Migas Tak Capai Target

Kepala SKK Migas Beberkan Penyebab Realisasi Lifting Migas Tak Capai Target

Bisnis | Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:30 WIB

Sah! SKK Migas dan Inpex Tandatangani HoA Pengembangan Blok Masela

Sah! SKK Migas dan Inpex Tandatangani HoA Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Minggu, 16 Juni 2019 | 17:04 WIB

Komisi VII Desak Pemerintah Bayar DBH ke Daerah Penghasil

Komisi VII Desak Pemerintah Bayar DBH ke Daerah Penghasil

DPR | Rabu, 22 Mei 2019 | 17:12 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB