Pupuk Bersubsidi Makin Langka, Petani Dicekik Harga Pupuk Non Subsidi

Iwan Supriyatna

Rabu, 15 Januari 2020 | 11:04 WIB
Pupuk Bersubsidi Makin Langka, Petani Dicekik Harga Pupuk Non Subsidi
Petani menebar pupuk bersubsidi di pematang sawah, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. [Antara/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Petani padi, jagung dan tanaman lainnya di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terancam gagal panen imbas semakin langkanya pupuk bersubsidi.

"Benar, kami sangat heran kenapa pupuk subsidi langka dan susah diperoleh. Sedangkan pupuk non subsidi harganya cukup tinggi," kata Ketua Gabungan Kelompol Tani Sukma Karsa Sariak Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat, Algeri Adnan di Simpang Empat, ditulis Rabu (15/1/2020).

Menurutnya petani, saat ini banyak yang tidak memberi pupuk urea tanamannya karena harga pupuk nonsubsidi cukup tinggi mencapai Rp 280 ribu per karungnya.

Jika dibandingkan harga pupuk subsidi bisa diperoleh dengan Rp 115.000 sampai Rp 120.000 per karungnya.

"Petani tidak sanggup membeli pupuk nonsubsidi karena harganya yang tinggi. Sementara tanaman jagung contohnya minimal harus dipupuk dua kali. Saat ini banyak petani hanya memupuk satu kali," sebutnya.

Ia menyatakan jika kondisi ini terus terjadi, maka petani akan terancam gagal panen atau produksinya berkurang pada Februari dan Maret nanti.

"Jika pakai pupuk satu haktare tanaman jagung bisa menghasilkan 6,7 ton. Jika tidak pakai pupuk bisa gagal panen. Meskipun satu kali pupuk akan turun produksinya 1,5 sampai 2 ton per hektare," jelasnya.

Ia sangat heran kenapa pupuk subsidi sangat langka di Pasaman Barat. Padahal kelompok tani selalu membuat Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) setiap tahunnya.

"Kami berharap pupuk subsidi segera ada untuk tanaman. Untuk kelompok tani kami saja ada sekitar 150 hektare tanaman yang terancam gagal panen," ujarnya.

baca juga

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultara dan Peternakan Pasaman Barat, Sukarli mengatakan pupuk bersubsidi memang langka di lapangan.

Menurutnya untuk pupuk bersubsidi hanya 18 persen dari total kebutuhan pupuk yang diajukan oleh petani berdasarkan RDKK.

"Kalau langka dilapangan memang alokasi pupuk 2019 sudah habis terdistribusi sampai Desember 2019.

Sementara untuk 2020 pihaknya baru dapat alokasi dari propinsi dan sedang diproses Surat Keputusan bupati.

"Saat ini hampir semua kecamatan mulai tanam padi dan tanaman lainnya. Namun pupuk bersubsidi belum bisa diyebus oleh kios ke distributor karena kita sedang membagi alokasi per kecamatan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Nasib Petani Terancam

Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Nasib Petani Terancam

Bisnis | Senin, 13 Januari 2020 | 15:17 WIB

Intip Cara 2 Anak Usaha Pupuk Indonesia Jaga Kelestarian Satwa Langka

Intip Cara 2 Anak Usaha Pupuk Indonesia Jaga Kelestarian Satwa Langka

Bisnis | Selasa, 12 November 2019 | 14:55 WIB

Mantan Dirut Pupuk Indonesia Singkirkan Jonan dari Jabatan Menteri ESDM

Mantan Dirut Pupuk Indonesia Singkirkan Jonan dari Jabatan Menteri ESDM

Bisnis | Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:38 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×