Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Pegawai Wanita Garuda Indonesia Diperlakukan Tak Enak, Datangi Yenny Wahid

Iwan Supriyatna

Jum'at, 24 Januari 2020 | 07:00 WIB
Pegawai Wanita Garuda Indonesia Diperlakukan Tak Enak, Datangi Yenny Wahid
Putri Presiden RI ke-IV Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sempat dirundung masalah terkait perlakuan tak mengenakan ke pramugarinya.

Terkait hal tersebut, Komisaris Independen Garuda Indonesia Yenny Wahid mengimbau kepada semua pekerja dan karyawan, termasuk pegawai wanita, di maskapai pelat merah tersebut, yang merasa dilemahkan untuk mendatangi dirinya.

"Bukan cuma di Garuda Indonesia, perusahaan lain manapun di mana pekerjanya merasa dalam posisi yang dilemahkan karena ada relasi kekuasaan tidak seimbang yang terjadi didalamnya, boleh datang ke saya," ujar Yenny Wahid di Jakarta, Kamis (23/1/2020) kemarin.

Yenny mengatakan bahwa semua orang, siapa pun dia, yang merasa berada dalam posisi terlemahkan harus dilindungi.

"Bukan cuma masalah Garuda Indonesia saja, semua perusahaan. Bukan cuma pekerja yang berada di perusahaan BUMN, namun juga pekerja-pekerja di perusahaan lain pun akan kita bantu," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, penunjukan politisi Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen baru Garuda Indonesia bertujuan untuk melindungi karyawan dan pramugari wanita di maskapai pelat merah tersebut.

Erick mengatakan, bahwa kapabilitas dan kemampuan Yenny Wahid tidak usah lagi dipertanyakan, mengingat Yenny Wahid merupakan figur atau sosok yang bagus.

Dengan adanya Yenny Wahid, kata Erick, para pramugari dan karyawan wanita Garuda Indonesia setidaknya ada yang melindungi mereka atau bisa diajak bicara.

Yenny Wahid sendiri memiliki latar belakang di bidang pergerakan wanita dan posisinya di Garuda Indonesia merupakan komisaris independen yang menjadi wakil publik atau masyarakat serta bukan wakil siapa-siapa.

Nama Yenny Wahid masuk dalam tim dewan komisaris baru Garuda Indonesia, di mana putri almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid tersebut ditempatkan sebagai komisaris independen.

Maskapai Garuda Indonesia telah menetapkan komisaris utama dan direktur utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB yang digelar Rabu (22/1/2020).

Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf ditetapkan sebagai komisaris utama, mendampingi mantan Direktur PT Inti Irfan Setiaputra yang ditunjuk sebagai drektur utama Garuda Indonesia.

Selain Triawan Munaf, beberapa sosok populer termasuk pengusaha Peter F Gontha masuk sebagai komisaris independen maskapai pelat merah tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yenny Wahid Bantah Posisinya di Garuda Indonesia Terkait Bagi-bagi Jatah

Yenny Wahid Bantah Posisinya di Garuda Indonesia Terkait Bagi-bagi Jatah

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2020 | 15:45 WIB

Peter F Gontha Bongkar Luka Lama Chairul Tanjung di Garuda Indonesia

Peter F Gontha Bongkar Luka Lama Chairul Tanjung di Garuda Indonesia

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2020 | 12:01 WIB

3 PR Besar Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dari Erick Thohir

3 PR Besar Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dari Erick Thohir

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2020 | 11:04 WIB

Terkini

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:47 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:41 WIB