Sri Mulyani Malas Tanggapi Nasabah Jiwasraya yang Geruduk Kantornya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Sri Mulyani Malas Tanggapi Nasabah Jiwasraya yang Geruduk Kantornya
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang berjumlah 200 orang gagal menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Suara.com - Sejumlah nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyambangi kantor Kementerian Keuangan Kamis (6/2/2020) kemarin. Para nasabah berkeinginan untuk menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Namun sayangnya, para nasabah tersebut tidak berhasil menemui Sri Mulyani.

Ditemui usai melayat JB Sumarlin di Rumah Duka RS Siloam Semanggi, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Sri Mulyani ternyata masih enggan untuk memberikan komentarnya terkait kehadiran sejumlah nasabah Jiwasraya pada kemarin.

"Ah sudah, kita nggak ngomong di sini lha," kata Sri Mulyani.

Ketika ditanya lebih lanjut Sri Mulyani masih juga enggan untuk menanggapi pertanyaan tersebut, dirinya lantas menuju lift meninggalkan ruang Rumah Duka RS Siloam Semanggi.

Sebelumnya, Para nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang berjumlah 200 orang gagal menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk meminta kejelasan pengembalian dana investasi mereka di perusahaan plat merah tersebut.

Para nasabah hanya bertemu dengan Darmawan Kepala Bidang Program dan Administrasi Kementerian Keuangan di ruang Pers Kementerian Keuangan.

Atas hal ini salah satu perwakilan nasabah Machril mengaku kecewa karena tak bisa bertemu dengan Sri Mulyani.

"Sebetulnya kita mau dengar pendapat, sebab selama ini kan sepertinya Ibu Menteri tidak pernah mengeluarkan statement. Kita mau tagih statement dari pada Ibu Menteri supaya kita tau, Pak Erick sudah jelas, Pak Jokowi sudah jelas tinggal Bu Sri Mulyani aja kan," kata Machril.

Harapan Machril sama dengan nasabah yang lain, yakni hanya ingin uang dana investasi mereka cepat kembali.

"Kita nuntut kepastian pengembalian dana nasabah karena dana nasabah itu kalau berdasarkan hukum perasuransian itu jelas harus dibayar, tidak bisa tidak. Kalau perlu jual salah satu, itu kan karena ada kepentingan politik makanya lambat-lambat gini dan sulit nasabahnya, kalau ada kepastian kan lebih tenang," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS