Stok Bawang Putih Food Station Tjipinang Jaya Hanya Sampai Akhir Februari

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Stok Bawang Putih Food Station Tjipinang Jaya Hanya Sampai Akhir Februari
Pedagang yang sedang membersihkan kulit bawang putih di Pasar Induk Kramat jati, Jakarta Timur, Jumat (07/02). [Suara.com/Alfian Winanto]

Arief merekomendasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Suara.com - Pihak PT Food Station Tjipinang Jaya menyebut stok bawang putih makin menipis. Saat ini stok yang tersedia sebesar 1.000 ton atau sebanyak 38 kontainer.

Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, mengatakan kebutuhan sehari untuk pasar-pasar di Jakarta sekitar 20 ton per hari.

"Ini (Stok) kami sampai di akhir Februari ini," ujar Arief saat ditemui di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).

Maka dari itu, Arief merekomendasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Hal ini, agar stok bawang putih bisa tersedia untuk bulan-bulan setelahnya.

"Awal maret ya memang harus segera diputuskan untuk dikeluarkan RIPH dan SPI dari Kemendag," ucap dia.

Sementara, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi, menambahkan, hari ini Kementan bersama Food Station Tjipinan Jaya menggelat operasi pasar bawang putih dan cabai.

Ini dilakukan untuk meredam kelangkaan dan kenaikan harga bawang putih.

"Operasi pasar cabai dan bawang putih di 22 pasar DKI Jakarta. Bawang putih kita lepas 20 ton per hari dengan harga Rp 30 ribu per kilogram jauh di bawah harga yang sekarang," pungkas Agung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS