Emas Makin Diburu Ditengah Penyebaran Virus Corona

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Emas Makin Diburu Ditengah Penyebaran Virus Corona
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Banyaknya korban tewas akibat wabah virus corona membuat para investor mencari tempat investasi yang aman seperti emas.

Suara.com - Banyaknya korban tewas akibat wabah virus corona membuat para investor mencari tempat investasi yang aman seperti emas.

Mengutip Reuters, Selasa (11/2/2020) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.575,71 dolar AS per ounce, harga emas sempat menembus 1.576,76 dolar AS yang merupakan sesi tertinggi sejak 4 Februari.

Emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi 1.579,50 dolar AS per ounce.

"Kekhawatiran virus corona terus melihat arus masuk safe-haven menuju ke emas dan itu positif bagi harga emas," kata Daniel Ghali, analis TD Securities.

"Pada saat bersamaan, perdagangan yang sangat ramai yang berarti bahwa reli cenderung tertahan karena ada sejumlah kalangan yang mengambil untung," Daniel menambahkan.

Penguatan safe-haven untuk dolar AS membatasi kenaikan emas, setelah indeks dolar mencapai level tertinggi empat bulan.

Sementara itu harga Palladium melesat 1,2 persen menjadi 2.343,89 dolar AS per ounce, perak naik 0,8 persen menjadi 17,81 dolar AS per ounce, sedangkan platinum turun 0,3.persen menjadi 962,04 dolar AS per ounce.

Untuk diketahui, korban tewas akibat epidemi virus korona melampaui Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) di 2002-2003, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus di luar China bisa menjadi "puncak gunung es".

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS