Industri Pariwisata di Bintan Dihantui Limbah Minyak Berwarna Hitam Pekat

Iwan Supriyatna

Kamis, 20 Februari 2020 | 05:48 WIB
Industri Pariwisata di Bintan Dihantui Limbah Minyak Berwarna Hitam Pekat
Turis melihat limbah minyak di Bintan. (Foto: Antaranews.com)

Suara.com - Kawasan pesisir Pantai Trikora hingga ke Desa Pengudang, Bintan, Kepri tercemar limbah minyak berwarna hitam pekat. Akibatnya, sejumlah wisatawan mancanegara urung melakukan aktivitas snorkeling di perairan tersebut.

Salah satu lokasi snorkeling yang terdampak sebaran minyak hitam ialah Bintan Nemo, sebuah wisata bahari dengan konsep wisata kelong alias rumah panggung di tengah laut. Persisnya berlokasi di Pantai Trikora Dua.

"Semalam ada sekitar empat turis Prancis yang ingin snorkeling di sini. Tapi setelah melihat ada minyak hitam, akhirnya batal, mereka sangat kecewa," kata Karno, Owner Bintan Nemo, Rabu (19/2/2020) kemarin.

Karno menyampaikan, untuk beberapa hari ke depan, pihaknya terpaksa menolak tamu, baik dalam dan luar negeri yang ingin snorkeling di wilayah tersebut, sampai kondisi laut setempat terbebas dari cemaran minyak hitam.

"Sekitar tiga hari kita stop beroperasi dulu, percuma kalau dipaksakan terima tamu, pasti ujung-ujungnya tak jadi, karena faktor minyak hitam itu tadi," ujarnya.

Dia tak menampik, kondisi ini tentu akan menimbulkan kerugian bagi pihaknya selaku penyedia jasa wisata snorkeling.

Karno menyebut, dalam kondisi normal, sehari minimal ada lima tamu yang snorkeling di tempatnya.

"Kalau untuk tamu dalam negeri, harga snorkeling Rp 200 ribu per orang. Sedangkan tamu luar negeri Rp 300 ribu per orang," ujarnya.

Karno mengungkapkan, cairan minyak hitam tersebut mulai mengotori laut sekitar, khususnya Pantai Trikora Dua, sejak semalam, Selasa (18/2/2020).

baca juga

Sementara Desa Pengudang, sudah terlebih dahulu terdampak minyak hitam, sekitar tanggal 16 Februari 2020 kemarin.

"Paling parah itu di Desa Pengudang, sepanjang bibir pantainya sudah dipenuhi minyak hitam," tuturnya.

Secara pribadi, Karno mengaku sulit buat mengantisipasi serbuan minyak hitam tersebut, karena hal serupa terjadi setiap tahunnya, terutama saat musim angin utara.

Apalagi untuk menampungnya ke dalam wadah drum, lanjut dia, bukan sesuatu pekerjaan yang mudah.

"Ini minyaknya bukan satu atau dua ton, lebih banyak dari itu. Bayangkan berapa drum yang diperlukan buat menampung. Maka itu saya biarkan begitu saja, nanti juga hilang sendiri," tutur Karno. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genjot Pariwisata di Tengah Virus Corona, Pemerintah Akan Beri Diskon

Genjot Pariwisata di Tengah Virus Corona, Pemerintah Akan Beri Diskon

News | Senin, 17 Februari 2020 | 15:38 WIB

Kunjungan Turis China ke Indonesia Turun Tajam, Moeldoko: Tak Perlu Cemas

Kunjungan Turis China ke Indonesia Turun Tajam, Moeldoko: Tak Perlu Cemas

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 15:47 WIB

Virus Corona Hantam Industri Pariwisata, Ini Kata Angela Tanoesoedibjo

Virus Corona Hantam Industri Pariwisata, Ini Kata Angela Tanoesoedibjo

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:45 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×