Mengukur Efektifitas Pemerintah Genjot Sektor Pariwisata Ditengah Corona

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2020 | 16:13 WIB
Mengukur Efektifitas Pemerintah Genjot Sektor Pariwisata Ditengah Corona
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Pemerintah resmi mengeluarkan paket kebijakan insentif untuk memberikan stimulus bagi perekonomian tahun ini. Tujuan paket kebijakan ini agar bisa mengurang dampak negatif merebaknya virus corona (covid-19) bagi perekonomian Indonesia, salah satu sektor yang mendapat stimulus ini adalah sektor pariwisata.

Lantas sudah ampuhkah stimulus ini dalam menggairahkan sektor pariwisata yang sedang lesu akibat corona?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat bersabar, karena kebijakan ini baru saja dilakukan sehingga hasilnya belum terlihat nyata.

Saat ini paket tersebut sudah diarahkan untuk perpajakan daerah, hotel hingga restoran yang di nol kan oleh pemerintah.

"Pemerintah memberikan satu paket stimulus untuk perpajakan daerah, hotel dan restoran di nol kan," kata Airlangga saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (3/5/2020).

Selain itu kata Ketua Umum Partai Golkar ini pemerintah juga memberikan stimulus kepada perusahaan restoran hingga hotel sebesar Rp 3,3 triliun.

"Pemerintah memberikan hibah Rp 3,3 triliun artinya perusahaan tidak dicas pajak yang 10 persen yang bisa cash flow perusahaan tersebut sehingga tidak perlu layoff, dari situ Pemerintah akan mempercepat program kartu prakerja dan bisa dilakukan pelatihan pelatihan," katanya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan sejumlah insentif fiskal yang tengah dipersiapkan tersebut tak bakal ampuh.

"Pemerintah sudah memutuskan untuk memberikan insentif fiskal. Saya setuju dengan insentif fiskal, tapi bentuknya kok lebih terfokus ke pariwisata ya?" tanya Piter saat dihubungi Suara.com.

Yang baik, lanjut Piter seharusnya pemerintah tidak hanya memberikan insentif fiskal bagi sektor pariwisata saja, tetapi juga kepada sektor yang lain. Apalagi kata dia saat ini daya beli masyarakat juga sedang turun.

"Saya kira pemerintah hendaknya tidak hanya fokus memberikan insentif kepada sektor pariwisata. Tetapi insentif secara umum yang diharapkan bisa membangkitkan permintaan domestik," saran Piter.

Sejumlah insentif ini, lanjut Piter pun akan sia-sia saja, jika tidak dibarengi dengan sejumlah insentif yang lain. Apalagi kata dia masyarakat saat ini dihadapkan atas kebijakan yang justru makin menggerus daya beli, seperti halnya kenaikan tarif BPJS Kesehatan hingga beberapa tarif terkait cukai.

"Pariwisata dikasih potongan, tapi disisi lain pemerintah menaikkan tarif BPJS, cukai rokok, cukai plastik bahkan Ada rencana cukai kendaraan bermotor. Ada rencana meninjau subsidi gas dan listrik, semua kebijakan ini kan menggerus daya beli," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Usul Ada Sertifikat Bebas Corona Covid-19, Kemenkes RI: Repot!

Perusahaan Usul Ada Sertifikat Bebas Corona Covid-19, Kemenkes RI: Repot!

Health | Kamis, 05 Maret 2020 | 16:07 WIB

Cinta Bersemi di Tengah Wabah Corona, Berawal dari Tisu Toilet

Cinta Bersemi di Tengah Wabah Corona, Berawal dari Tisu Toilet

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 16:06 WIB

Buntut Laga Ditunda, Persebaya 'Rugi' Tiket Pesawat dan Hotel

Buntut Laga Ditunda, Persebaya 'Rugi' Tiket Pesawat dan Hotel

Bola | Kamis, 05 Maret 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB