Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 20.000 per Dolar AS, BI Akan Lakukan Ini

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 01 April 2020 | 14:49 WIB
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 20.000 per Dolar AS, BI Akan Lakukan Ini
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 ternyata jadi ancaman juga untuk nilai tukar rupiah, bahkan pemerintah sudah memiliki hitungan khusus jika situasi pandemi ini makin memburuk dan membuat nilai tukar rupiah tembus ke kisaran Rp 20.000 per dolar AS.

Agar skenario terburuk itu tak terjadi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memiliki cara khusus untuk mengurangi dampak negatif penyebaran virus corona terhadap kinerja nilai tukar rupiah.

"Skenario berat atau pun sangat berat itu antisipatif agar tidak terjadi. Makanya, kalau disampaikan kurs Rp 17.500 atau Rp 20.000 itu akan kita antisipasi agar nggak terjadi. Saya menyatakan tingkat rupiah sudah memadai. Yang tadi skenario adalah forward looking agar tidak terjadi. BI akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) via video teleconference di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Selain itu kata Perry, BI akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk melakukan aspek-aspek yang berkaitan dengan stabilitas moneter, stimulus moneter seperti menurunkan suku bunga 2 kali sehingga seperti sekarang ini menjadi 4,5 persen untuk meringankan beban dunia usaha.

Selain itu, melakukan stabilisasi nilai tukar, intervensi pasar spot, DNDF dan pasar sekunder. Untuk diketahui, antara 20 Januari 30 Maret terjadi capital outflow Rp 167,9 triliun.

"Sebagian besar dalam capital outflow SBN Rp 153,4 triliun. Demikian juga saham Rp 13,4 triliun. Pembalikan modal capital outflow terjadi di dunia menjadi pelemahan nilai rupiah. Maka dari itu kami menyediakan dolar di DNDF dan lain-lain," katanya.

Meski demikian, Perry menuturkan bahwa saat ini nilai tukar rupiah masih dikatakan dalam kondisi relatif stabil cenderung menguat.

"Sejauh ini kami sudah beli SBN. Ini koordinasi antara kami dan menkeu untuk menjaga stabilitas. OJK juga sama kita menjaga pasar saham. Dan terlihat sejauh ini masih stabil. Skenario tadi langkah-langkah antisipatif, rupiah memadai," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skenario Terburuk Corona, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar AS

Skenario Terburuk Corona, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 01 April 2020 | 12:50 WIB

Gubernur BI Sebut Dana Asing Rp 145,1 Triliun Kabur dari RI Imbas Corona

Gubernur BI Sebut Dana Asing Rp 145,1 Triliun Kabur dari RI Imbas Corona

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2020 | 16:16 WIB

Rupiah Bakal Kembali Meloyo Lawan Dolar AS

Rupiah Bakal Kembali Meloyo Lawan Dolar AS

Bisnis | Senin, 30 Maret 2020 | 08:52 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×