Nilai Penanganan Covid Amatir, Ekonom: Jangan Harap Ekonomi Tumbuh Saat Ini

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 24 April 2020 | 16:56 WIB
Nilai Penanganan Covid Amatir, Ekonom: Jangan Harap Ekonomi Tumbuh Saat Ini
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri berpesan terhadap pemerintah agar tak terlalu percaya diri dalam menghadapi pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Faisal menyatakan tidak akan mungkin ekonomi Indonesia bisa tumbuh, jika penanganan Covid-19 seperti saat ini.

"Saya kecewa, terlambatnya rapid test. Kita baru 50 ribu test dan itu yang membuat kita tidak pernah tahu virus ini sampai kapan berlangsung," kata Faisal dalam sebuah diskusi virtual bertajuk 'Ongkos Ekonomi Hadapi Krisis Covid-19' di Jakarta pada Jumat (24/4/2020).

Faisal menjelaskan, dengan situasi saat ini, ketika sebagian besar masyarakat bertanya-hanya kapan pandemi ini akan berakhir, makin membuat prediksi pertumbuhan ekonomi makin tak akurat.

"Makin berat prediksi Indonesia, jangan harapkan ekonomi tumbuh dalam kondisi seperti ini," katanya.

Faisal menambahkan saat ini dunia usaha menunggu penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah harus lebih baik lagi.

"Ini mengerikan. Ekonomi itu akan menunggu, akan melakukan reaksi, setelah jelas langkah yang dilakukan pemerintah. Secanggih-canggihnya penanganan ekonomi, itu akan sia-sia dengan cara penanganan amatiran seperti sekarang," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu menegaskan pemerintah berusaha sekuat tenaga agar pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020 tidak jatuh lebih rendah dari 2,3 persen persen.

Bukan tanpa alasan. Menurutnya, apabila pertumbuhan tersebut jatuh terlalu rendah, perekonomian Indonesia akan kesulitan bangkit pada tahun 2021.

baca juga

"Kita upayakan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa 2,3 persen. Karena ini akan sangat menentukan seberapa cepat pemulihan ekonomi kita pada 2021," kata Febrio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Faisal Basri Sebut Penanganan Covid-19 di Indonesia Tak Karuan

Ekonom Faisal Basri Sebut Penanganan Covid-19 di Indonesia Tak Karuan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2020 | 16:36 WIB

Babak Belur karena Corona, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Minus 0,4 Persen

Babak Belur karena Corona, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Minus 0,4 Persen

Bisnis | Rabu, 01 April 2020 | 12:14 WIB

3 Skenario Ekonomi Indonesia Saat Wabah Corona Versi Sri Mulyani

3 Skenario Ekonomi Indonesia Saat Wabah Corona Versi Sri Mulyani

Bisnis | Rabu, 01 April 2020 | 11:58 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Turun, Faisal Basri: Bekukan Omnibus Law

Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Turun, Faisal Basri: Bekukan Omnibus Law

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 16:58 WIB

Triwulan I Ekonomi Tumbuh Letoi karena Corona, Ini Kata Pemerintah

Triwulan I Ekonomi Tumbuh Letoi karena Corona, Ini Kata Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:46 WIB

Dampak Corona Mulai Gerogoti Ekonomi RI, Airlangga Andalkan Domestic Market

Dampak Corona Mulai Gerogoti Ekonomi RI, Airlangga Andalkan Domestic Market

Bisnis | Jum'at, 21 Februari 2020 | 14:43 WIB

Terkini

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

×