Dampak Corona: Kapankah Penerbangan, Penggerak Bisnis Dunia Normal Lagi?

Arsito Hidayatullah

Minggu, 10 Mei 2020 | 05:05 WIB
Dampak Corona: Kapankah Penerbangan, Penggerak Bisnis Dunia Normal Lagi?
Ilustrasi penumpang pesawat, maskapai penerbangan. [Dok. BBC]

Jika semua pesawat dibutuhkan sekaligus, mempersiapkannya akan menjadi tantangan besar.

Namun para analis mengatakan dalam kenyataan, hal seperti ini kecil kemungkinan terjadi.

Kebanyakan maskapai penerangan akan memulai operasi lagi dengan jadwal terbatas, dan banyak pesawat yang tak akan dibutuhkan dalam beberapa bulan kemudian.

Persoalan lain adalah kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan agar industri bisa berfungsi kembali.

Para pilot, misalnya, perlu waktu mengudara atau di simulator untuk memelihara “peringkat” mereka, atau diizinkan menerbangkan pesawat tertentu.

Mereka juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Beberapa staf lain seperti pengawas lalu lintas penerbangan dan insinyur perlu memelihara kualifikasi mereka.

Di Inggris, Civil Aviation Authority (CAA) telah melakukan langkah-langkah guna mencegah bertumpuknya izin yang kadaluwarsa, yang berpotensi menghalangi upaya agar pesawat-pesawat mengudara lagi selekas mungkin.

“Karena adanya keadaan khusus saat ini, kekecualian diberlakukan,” kata seorang juru bicara.

baca juga

Namun jelas ada masalah logistik untuk menerbangkan lagi ribuan pesawat seraya memastikan ada cukup pilot dan teknisi.

Masalah utama

Tapi ini bukan masalah utama yang bikin pusing para petinggi industri penerbangan.

Masalah utama, kata mereka, adalah banyaknya negara yang masih memberlakukan pembatasan penerbangan serta ketidakpastian kapan hal itu akan dicabut.

“Yang kami coba lakukan adalah membuat rencana penerbangan kembali secara global,” kata Alexandre de Juniac, Dirjen International Air Transport Association (IATA).

Ia yakin pembatasan perjalanan akan berlangsung lebih lama daripada pertengahan tahun ini, dan beberapa pembatasan masih diberlakukan hingga akhir 2020.

Menurutnya, rute domestik akan dibuka, lalu diikuti penerbangan internasional jarak pendek. Perjalanan antar benua akan menyusul sesudahnya, sekalipun diakuinya “ini soal yang belum terpecahkan”.

Satu hal yang membuat ketidakpastian adalah seberapa besar ketentuan jaga jarak dibutuhkan ketika penerbangan reguler dimulai kembali.

Bagaimana penumpang akan dipisahkan di bandara? Saat mengantre? Apa tes yang diperlukan? Dan bagaimana ini akan dijalankan?

Semua itu berpengaruh pada soal-soal komersial, baik bagi bandara maupun maskapai. Karena bandara misalnya, mendapat pemasukan besar dari toko dan restoran, dan ini terkait dengan aturan jaga jarak tersebut.

“Pendapatan nonpenerbangan sangat penting bagi bandara,” kata Karen Dee, direktur eksekutif Airport Operators Association.

“Bisnis ini bisa menurunkan tagihan kami ke pihak maskapai, dan akhirnya menurunkan juga harga tiket ke konsumen."

“Kami tak ingin bikin perubahan besar-besaran di bandara, lalu enam bulan kemudian vaksin ditemukan, dan perubahan itu tak diperlukan lagi."

Argumen IATA adalah, apapun langkah yang perlu dilakukan, harus sama dan dijalankan secara terkoordinir.

“Kita harus menghindari situasi seperti saat 11 September,” kata de Juniac. "Ketika itu kita melihat banyak sekali langkah-langkah keamanan dan butuh waktu lama untuk menjalankannya dengan konsisten."

Bangku kosong

Maskapai juga bisa ditekan. Lufthansa sudah mengoperasikan penerbangan yang mengosongkan bangku tengah. EasyJet – yang telah mengandangkan armada mereka – menyatakan akan melakukan hal serupa saat beroperasi lagi nanti.

Sebagai langkah jangka pendek, ini bisa membantu penumpang terbang dengan lebih nyaman.

Namun biayanya besar.

Agar bisa untung, maskapai perlu memaksimalkan bangku. Bagi penerbangan murah, “faktor muatan” sangat penting di mana mereka perlu terbang dengan 90% bangku terisi.

Jika bangku tengah dikosongkan, maka pesawat akan terbang dengan 65% penumpang. Ini bisa dijalankan untuk jangka pendek saja.

Jika terus menerus, kata de Juniac, “ini akan mengubah cara industri ini beroperasi”.

Direktur Ryanair, Michael O’Leary menyebut pengosongan bangku tengah ini “bodoh”.

Karantina

Di Inggris, pemerintah mempertimbangkan untuk memaksa penumpang yang tiba untuk menjalani karantina dua minggu.

Menurut asosiasi industri penerbangan Inggris, rencana ini akan “secara efektif membunuh industri perjalanan dari dan ke Inggris. Dan bisa berdampak merusak industri penerbangan dan ekonomi Inggris secara keseluruhan”.

Menerbangkan pesawat lagi bisa jadi merupakan bagian yang mudah. Namun menemukan orang yang mau terbang bisa jadi lebih sulit.

Perubahan jangka panjang dalam industri penerbangan sangat mungkin terjadi.

“Mungkin ini tak terlau buruk bagi perusahaan spesialis perjalanan wisata,” kata seorang eksekutif industri wisata karena orang masih ingin berlibur.

Namun ini berbeda dengan perjalanan bisnis.

Penumpang kelas bisnis dan kelas utama menyumbang pemasukan sekitar sepertiga dari penghasilan industri penerbangan secara keseluruhan. Bagi penerbangan jarak jauh, itu bisa mencapai 70%.

Ada prediksi resesi global dan pembatalan pameran dagang serta perubahan ke rapat-rapat daring bisa memperlambat pemulihan industri penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Ma'ruf: Fiqih Islam Dapat Jadi Solusi dalam Penanganan Covid-19

Wapres Ma'ruf: Fiqih Islam Dapat Jadi Solusi dalam Penanganan Covid-19

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 22:00 WIB

Isolasi Diri di Rumah, Ini Kegiatan yang Dilakukan Chelsea Islan

Isolasi Diri di Rumah, Ini Kegiatan yang Dilakukan Chelsea Islan

Entertainment | Sabtu, 09 Mei 2020 | 21:30 WIB

Tengah Pandemi, Bulan April Penjualan Mobil Premium Merosot 80 Persen!

Tengah Pandemi, Bulan April Penjualan Mobil Premium Merosot 80 Persen!

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2020 | 22:00 WIB

Terkini

PIH Susah Pudar? Coba 4 Serum Berbahan Vitamin C dengan Konsentrasi Tinggi

PIH Susah Pudar? Coba 4 Serum Berbahan Vitamin C dengan Konsentrasi Tinggi

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:50 WIB

BRI Hadirkan Privilese Eksklusif Asuransi AMORA bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Privilese Eksklusif Asuransi AMORA bagi Nasabah Private dan Prioritas

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Ada Unsur Kesengajaan? Polisi Periksa 18 CCTV di Balik Ledakan Maut Pasar Cimanggis

Ada Unsur Kesengajaan? Polisi Periksa 18 CCTV di Balik Ledakan Maut Pasar Cimanggis

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Mobil Listrik Murah: Suzuki e-Sky vs BYD Atto 1, Mending Tunggu atau Beli yang Sudah Ada?

Mobil Listrik Murah: Suzuki e-Sky vs BYD Atto 1, Mending Tunggu atau Beli yang Sudah Ada?

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo

Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:36 WIB

BRI Berikan Cashback 35% di Vilo Gelato untuk Pengguna BRImo

BRI Berikan Cashback 35% di Vilo Gelato untuk Pengguna BRImo

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:35 WIB

8 Rekomendasi Sunscreen Niacinamide Lokal Mencerahkan Wajah Kusam

8 Rekomendasi Sunscreen Niacinamide Lokal Mencerahkan Wajah Kusam

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Pasar Cimanggis Lengang Usai Ledakan, Ruko-Ruko Tutup Pintu

Pasar Cimanggis Lengang Usai Ledakan, Ruko-Ruko Tutup Pintu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Bukan Lagi Jogya, Pramono Klaim Jakarta Jadi Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

Bukan Lagi Jogya, Pramono Klaim Jakarta Jadi Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×