8 Tahun Cuci Darah, Gatot Bersyukur Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Fabiola Febrinastri

Rabu, 27 Mei 2020 | 12:31 WIB
8 Tahun Cuci Darah, Gatot Bersyukur Jadi Peserta BPJS Kesehatan
Gatot Trilogi (57) merupakan peserta dari segmen pekerja penerima upah (PPU) JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Pelayanan hemodialisa atau cuci darah merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada pesertanya. Untuk mereka yang menderita penyakit gagal ginjal, tindakan cuci darah merupakan hal yang wajib dan rutin dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pasien.

Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan status kepesertaan aktif, sesuai indikasi medis dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Gatot Trilogi (57) merupakan peserta dari segmen pekerja penerima upah (PPU) JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Ia adalah salah satu peserta yang menjalani pengobatan cuci darah kurang lebih sudah 8 tahun lamanya.

“Cuci darah rutin ini saya jalani sudah 8 tahun ini, 2 kali dalam seminggu. Kalau saya bayar umum biayanya sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan. Jadi kalau sebulan berarti 8 kali, tentunya biayanya cukup besar. Selama delapan tahun ini, saya menjalani pengobatan rutin cuci darah di RSUD Saiful Anwar, dan saya tidak perlu merasa khawatir terkait biaya pengobatannya. Semua alhamdulilah, di-cover BPJS Kesehatan (sebelumnya PT Askes). Saya bersyukur sekali mbak,” cerita lelaki, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMP ini.

Selain merasa bersyukur dan terbantu dengan Program JKN-KIS, Gatot juga menyampaikan salam terima kasihnya kepada para peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar iuran.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua peserta JKN-KIS yang telah membayar iuran rutin setiap bulannya, apalagi untuk mereka yang tidak pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan. Tanpa disadari, iuran mereka telah membantu membiayai peserta yang sakit seperti saya ini,” ucapnya.

Gatot juga mengapresiasi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar. Selama menjalani hemodialisa, Gatot tidak pernah mendapatkan perbedaan pelayanan sama sekali dengan pasien umum terkait pelayanan kesehatan. Semua pasien diperlakukan sama.

Ia pun berharap, masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan sebelum sakit. Hal ini tidak semata-mata untuk dirinya saja, namun apabila ia dikarunia sehat, maka iuran tersebut dapat digunakan untuk membiayai peserta lain yang sakit.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hemodialisa Dua Kali Seminggu, Maria Puji Layanan BPJS Kesehatan

Hemodialisa Dua Kali Seminggu, Maria Puji Layanan BPJS Kesehatan

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 12:28 WIB

Rusdi Apresiasi Program BPJS Kesehatan dari Pemerintah

Rusdi Apresiasi Program BPJS Kesehatan dari Pemerintah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2020 | 10:35 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Ini Respons Positif Warga

Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Ini Respons Positif Warga

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2020 | 10:26 WIB

Nurhasanah : Saat Melahirkan, Tak Perlu Pusing Biaya

Nurhasanah : Saat Melahirkan, Tak Perlu Pusing Biaya

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2020 | 10:15 WIB

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Digugat ke MA, Pemerintah Siap Hadapi Gugatan

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Digugat ke MA, Pemerintah Siap Hadapi Gugatan

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 05:05 WIB

BPJS Kesehatan Ringankan Beban Sukun untuk Mendapat Pengobatan Layak

BPJS Kesehatan Ringankan Beban Sukun untuk Mendapat Pengobatan Layak

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×