BPJS Kesehatan Ringankan Beban Sukun untuk Mendapat Pengobatan Layak

Fabiola Febrinastri

Rabu, 20 Mei 2020 | 16:18 WIB
BPJS Kesehatan Ringankan Beban Sukun untuk Mendapat Pengobatan Layak
Peserta BPJS Kesehatan, Sukun (60), warga Kota Bandung, Jawa Barat. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membawa keringanan bagi masyarakat untuk berobat. Seperti yang dirasakan oleh Sukun (60), warga RW 09 RT 07, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Ia merasa terbantu dengan hadirnya BPJS.

Sukun, yang awalnya bekerja sebagai tukang jahit dengan orang lain, akhirnya memutuskan untuk membuka usaha jahitan sendiri di rumah warisan mertuanya, karena merasa tidak begitu puas dengan gaji yang didapatnya. Saat ini, sudah 25 tahun lamanya, Sukun bekerja sebagai tukang jahit.

Semenjak Virus Corona merebak, pendapatan dari hasil menjahit turun 90 persen, bahkan sudah sebulan tidak ada orderan jahit. Meskipun demikian, Sukun tidak lagi khawatir dengan uang untuk berobat.

Ia merasa terbantu ketika berobat di klinik maupun di rumah sakit dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Hal ini membantu meringankan beban biaya yang harus dibayar.

Sukun memiliki beberapa penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi, sehingga semakin merasa terbantu ketika mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis), yang juga melibatkan BPJS dalam membantu masyarakat, terutama yang memiliki penyakit cukup kompleks.

“Kalau saya merasa sangat terbantu dengan hadirnya BPJS ini. Apalagi saya ikut Prolanis, ini sangat membantu saya dalam mengobati sakit,” ujar Sukun, ketika ditemui di kediamannya, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020).

Sukun memiliki penyakit Diabetes Melitus (DM). Awal mula mengikuti BPJS, ungkap Sukun, ketika dulu ia pernah mengalami sakit hingga dua minggu dan harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk berobat. Hingga akhirnya, sejak 2016, Sukun menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas III.

“Dulu pernah sakit dua minggu dan dirawat di rumah sakit. Lumayan keluarin banyak uang. Jadi habis itu memutuskan buat BPJS,” ungkap Sukun.

Semenjak memiliki kartu BPJS, tiap bulannya ketika berobat, Sukun tidak lagi harus khawatir dengan bayaran. Apa lagi profesinya sebagai tukang jahit yang semakin menurun penghasilannya di tengah pandemi Covid-19.

baca juga

“Kalau sakit seperti saya ini, harus cek rutin, tes darah dan lainnya. Kemudian dikasih obat. Alhamdulillah, terbantu sekali,” kata Sukun.

“Dulu penyakit gula tinggi, sekarang Alhamdulillah sudah normal. Ketika dilayani dokter di Prolanis, semua baik,” lanjut Sukun menambahkan.

Ketika ditanya mengenai kenaikan iuran BPJS oleh pemerintah, Sukun mengungkapkan bahwa ia tidak merasa keberatan. Hanya saja, ia meminta agar pelayanan kesehatan bisa ditingkatkan.

“Kalo kenaikan tidak keberatan, cuma minta satu saja supaya semakin ditingkatkan lagi pelayanannnya,” ungkap Sukun.

“Saya, kalau misalnya tidak menggunakan (BPJS) juga akan tetap taat untuk bayar, agar orang lain juga bisa dapat fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Selain Sukun, Sujaah (58) sang istri, yang berprofesi sebagai penjual gorengan pun turut merasakan dampak baik dari hadirnya BPJS. Meski ia tidak begitu sering menggunakan, namun sewaktu-waktu dibutubkan dan dalam kondisi tidak memiliki uang, ia tidak begitu khawatir.

“Kalau saya memang tidak begitu sering menggunakan, cuma beberapa kali tes darah tinggi, gratis. Lumayan, suami merasa terbantu untuk pemeriksaan kesehatan,” ungkap Sujaah.

Pendapatan dari hasil jual gorengan tidak seberapa. Sujaah merasa bersyukur jika jualannya habis. Pendapatannya lalu digunakan untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Ya biasa aja. Segitu pendapatannya nggak gede, karena sekarang banyak yang masak di rumah. Kadang gorengannya abis, kadang nggak abis juga. Dikit-dikit lumayan untuk bantu biaya makan sehari-sehari," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenparekraf - Delamibrands Bagikan 10.000 Masker Kain bagi Pekerja

Kemenparekraf - Delamibrands Bagikan 10.000 Masker Kain bagi Pekerja

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 16:04 WIB

Donald Trump Bangga Kasus Covid-19 Amerika Serikat Tertinggi di Dunia

Donald Trump Bangga Kasus Covid-19 Amerika Serikat Tertinggi di Dunia

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 16:16 WIB

Pasien Positif Corona di Batam Terus Bertambah, Wali Kota Salahkan Warga

Pasien Positif Corona di Batam Terus Bertambah, Wali Kota Salahkan Warga

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:27 WIB

Masker Bukan Penghalang, Simak 8 Tips Makeup Selama Pandemi Covid-19

Masker Bukan Penghalang, Simak 8 Tips Makeup Selama Pandemi Covid-19

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2020 | 16:00 WIB

Negara-negara Luar Harapkan Bantuan Covid-19 dari Indonesia

Negara-negara Luar Harapkan Bantuan Covid-19 dari Indonesia

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:13 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Rabu, 20 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Rabu, 20 Mei 2020

Video | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:34 WIB

Terkini

Toyota Masih Hitung Harga Resmi Land Cruiser FJ untuk Pasar Indonesia

Toyota Masih Hitung Harga Resmi Land Cruiser FJ untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 07:12 WIB

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

×