Demi Bertahan Hidup Pekerja Seni di Aceh Jual Alat Musik

Iwan Supriyatna

Selasa, 02 Juni 2020 | 07:39 WIB
Demi Bertahan Hidup Pekerja Seni di Aceh Jual Alat Musik
Ilustrasi alat musik.

Suara.com - Sejumlah pelaku dan pekerja seni di Kabupaten Aceh Barat terpaksa menjual aneka alat musik yang mereka miliki untuk bertahan hidup akibat terdampak ekonomi selama pandemi virus corona atau COVID-19.

“Setelah satu bulan tidak ada kegiatan apa pun (pertunjukan, resepsi), kami terpaksa menjual alat musik untuk membiayai kebutuhan hidup pada bulan suci Ramadan,” kata Ketua Harian Komunitas Insan Musik Se-Pantai Barat Aceh, T Nasruddin di Meulaboh, ditulis Selasa (2/6/2020).

Ia mengakui, saat ini sudah tiga alat musik yang dijual untuk membiayai kebutuhan anak dan isteri, akibat sepinya orderan jasa pertunjukan musik dari masyarakat, karena larangan aktivitas berkerumun termasuk kegiatan pesta resepsi pernikahan dari pemerintah.

Padahal, kata Nasruddin, mereka selama ini hanya menggantungkan pendapatan keluarga dari kegiatan jasa seni untuk memenuhi kebutuhan harian rumah tangga.

Untuk itu, ia bersama rekan-rekan pelaku seni lainnya di Aceh Barat agar pemerintah memberi perhatian khusus kepada pekerja seni, sehingga mereka dapat menjalankan kembali usaha mereka atau mendapatkan pekerjaan untuk bertahan hidup.

Nasruddin juga mengakui kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga setelah semua kegiatan keramaian dilarang oleh pemerintah, sehingga mau tidak mau ia harus menjual alat usaha miliknya.

Kondisi ini juga turut dialami oleh sejumlah pekerja seni di Kabupaten Aceh Barat yang ekonominya ikut terdampak.

Meski pun demikian, T Nasruddin alias Lembhen ini juga mengakui selama pandemi COVID-19, ia mengaku baru sekali mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp 250 ribu per kepala keluarga, yang diberikan beberapa waktu lalu.

Sedangkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, kata dia, hingga kini ia mengaku belum pernah mendapatkannya.

baca juga

“Sudah pernah saya urus ke aparat desa, kata aparat desa pengajuan saya ditolak. Saya juga tidak mengerti mengapa bisa ditolak, karena saya ikut terdampak ekonomi selama pandemi bersama keluarga,” kata Nasruddin menambahkan.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah segera mencari solusi sehingga para pekerja seni di Aceh Barat bisa kembali melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, atau tidak kehilangan sumber pendapatan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepi Penumpang, Wings Air Belum Mau Terbang ke Aceh

Sepi Penumpang, Wings Air Belum Mau Terbang ke Aceh

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 07:26 WIB

Belajar dari Tsunami, Jadi Kunci Aceh Sigap Hadapi Pandemi Corona

Belajar dari Tsunami, Jadi Kunci Aceh Sigap Hadapi Pandemi Corona

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 23:05 WIB

Covid-19  dan Tradisi: Harus Tetap Dilestarikan Meski di Tengah Pandemi

Covid-19 dan Tradisi: Harus Tetap Dilestarikan Meski di Tengah Pandemi

Video | Jum'at, 29 Mei 2020 | 10:10 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×