Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Dicky Prastya

Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebingungannya terkait data DTSEN BPS yang sudah diunggah meski survei belum rampung.
  • Purbaya berencana menguji validitas sampel data BPS di Jakarta pada 8 September 2026 sebelum pemerintah memutuskan menggunakannya untuk kebijakan.
  • Kemenkeu siap menggunakan kembali data lama dan memperbaiki anggarannya jika data DTSEN terbukti masih belum sesuai atau belum rapi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bingung dengan data desil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Badan Pusat Statistik (BPS). 

Menkeu Purbaya menyebut kalau pihaknya belum berdiskusi langsung dengan BPS soal metodologi survei tersebut. Namun ia yakin kalau lembaga itu seharusnya lebih ahli.

"Kenapa datanya salah? Saya enggak tahu. Saya belum pernah cek dengan BPS gimana metodologinya itu sama mereka. Mereka lebih ahli harusnya kan?" katanya dalam media briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Bahkan Purbaya siap mengecek lebih lanjut terkait validitas data BPS sebelum nanti akhirnya digunakan. Ia tak mau Pemerintah salah mengambil kebijakan apabila data BPS tak sesuai.
  
"Tapi nanti saya akan tes betul. Sebelum dipakai, saya akan tes berapa ratus data, sama enggak dengan kondisi sebetulnya. Nanti kalau salah, saya digebukin sama Anda-anda," lanjutnya.

Purbaya menyebut, sebenarnya Kemenkeu diwajibkan menggunakan DTSEN oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun anggota DPR sebelum nantinya membuat kebijakan.

Tapi jika data DTSEN masih belum sesuai, mau tak mau Purbaya akan menggunakan data lama. Bahkan dia siap merapikan hingga menambah anggaran untuk memperbaiki data lama tersebut.
 
"Kalau memang belum rapi, ya kita pakai data yang lama mungkin ya. Terus kita rapikan lagi. Kalau perlu anggaran, kita keluarkan anggaran," timpal dia.

Bendahara Negara mengakui kalau dirinya belum mendapatkan laporan dari BPS soal hasil survei DTSEN karena memang belum selesai. 

Seharusnya, data tersebut baru akan rampung pada 2027. Dia pun bingung kenapa DTSEN sudah diunggah BPS tahun ini.

Untuk 2027 surveinya, pemutakhirannya juga belum selesai kan? Ya itu saya bingung kenapa sudah di-upload. Mungkin dites dulu. Tapi saya enggak tahu. Nanti saya tanya deh dia," jelas Purbaya.

baca juga

Lebih lanjut Purbaya memastikan kalau Pemerintah bakal mengecek ulang soal kebenaran data tersebut. Jika memang masih banyak yang salah, maka Kemenkeu akan berdiskusi dengan BPS.
 
"Ini kan belum final. Setelah final baru kita tes nanti. Saya akan tes sampel-sampel aja berapa ratus, pas apa enggak. Kalau sudah klop ya sudah berarti sudah betul. Tapi kalau sudah berapa ratus yang saya tes banyak yang meleset. Saya akan diskusi lagi dengan BPS. Gimana cara untuk memperbaikinya. Jadi kita enggak akan tutup mata terhadap komplain dari masyarakat," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aset Rakyat Biasa Bisa Dirampas Kalau Lalai Bayar Pajak?

Aset Rakyat Biasa Bisa Dirampas Kalau Lalai Bayar Pajak?

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 20:55 WIB

Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:18 WIB

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:46 WIB

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Legislator NasDem Eva Stevany Masuk Daftar Penerima Bansos, Pimpinan DPR Bakal Klarifikasi

Legislator NasDem Eva Stevany Masuk Daftar Penerima Bansos, Pimpinan DPR Bakal Klarifikasi

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×