alexametrics

BEI: IHSG Sudah Anjlok 21 Persen Akibat Covid-19

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
BEI: IHSG Sudah Anjlok 21 Persen Akibat Covid-19
Sejumlah karyawan saat penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Inarno menjelaskan sektor yang mengalami penurunan paling dalam selama tahun 2020 adalah sektor property dan real estate sebesar -33,56 persen.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat akibat Pandemi Virus Corona atau Covid-19, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai saat ini mengalami kontraksi sebesar 21,54 persen akibatnya kapitalisasi pasar juga turun sebesar 21,30 persen menjadi Rp 5.717 triliun.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama BEI Inarno Djayadi dalam konfrensi pers virtual, Jumat (26/6/2020).

"Pada umumnya, seluruh indeks sektoral mengalami penurunan secara year to date," kata Inarno.

Inarno menjelaskan sektor yang mengalami penurunan paling dalam selama tahun 2020 adalah sektor properti dan real estate sebesar -33,56 persen.

Baca Juga: Jelang Akhir Pekan IHSG Menguat ke Level 4.931

Meski begitu kata dia, sektor consumer goods menunjukkan kinerja indeks yang relatif baik dibandingkan indeks acuannya (IHSG dan LQ45).

"Bahkan, sektor consumer goods mampu mencatatkan kinerja positif sejak adanya pengumuman kasus Covid-19 pertama di Indonesia," ucapnya.

Selanjutnya, dari aktivitas perdagangan, rata-rata frekuensi perdagangan meningkat 9,29 persen menjadi 513 ribu kali/hari dengan rata-rata total nilai transaksi dan volume transaksi masing-masing sebesar Rp 7,72 triliun/hari dan 7,63 miliar lembar/hari.

Inarno bilang sejak Maret 2020, aktivitas transaksi terus mengalami peningkatan seiring diterbitkannya rangkaian kebijakan Pemerintah dan otoritas sektor keuangan dalam melakukan stabilisasi kondisi perekonomian dalam negeri.

Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Bisa Terkurung di Zona Merah

Komentar