Luhut: Indonesia Akan Jadi Pemain Utama Mobil Listrik karena Hilirisasi

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Minggu, 26 Juli 2020 | 10:14 WIB
Luhut: Indonesia Akan Jadi Pemain Utama Mobil Listrik karena Hilirisasi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menaiki mobil listrik Lowo Ireng dalam acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Martini, Jakarta, Rabu (4/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut hilirisasi mineral yang digencarkan pemerintah dapat menjadi salah satu penopang ekonomi pasca pandemi.

Selain itu, Indonesia juga akan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di dunia dalam hal baterai lithium dan mobil listrik.

"Saya tidak mengatakan hilirisasi sendiri, karena semua harus paralel. Tapi dengan hilirisasi ini paling tidak sudah menyumbang perkiraan untuk tahun ini sebesar 10 miliar dolar AS. Itu angka yang besar," ujar Menko Luhut, ditulis Minggu (26/7/2020).

Sektor hilirisasi mineral cukup berperan untuk menopang perekonomian pasca pandemi.

Hal ini dikarenakan sektor hilirisasi tidak terdampak terlalu dalam dan ekspor produk turunan yang dihasilkan dari pabrik pengolahan semakin menunjukkan dampak positif.

"Hilirisasi nikel ini akan kita kembangkan sampai ujungnya baterai lithium dan juga keperluan lain untuk mobil listrik. Dan kita akan menjadi pemain utama lithium baterai ini," urai Luhut.

Salah satu smelter lokal yang berada di Pulau Obi, Harita Nickel, diproyeksikan akan menjadi pemain penting dalam industri bahan baku utama untuk mobil listrik tersebut.

Penyelesaian smelter hidrometalurgi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di sana juga terus berlanjut meski di tengah pandemi. Menko Luhut pun menyampaikan bahwa ia mendukung semua perusahaan smelter dan tidak ada perlakuan yang berbeda.

"Nikel ini dulu kita hanya ekspor kira kira nilainya 612 juta dolar AS setahun, tapi sekarang kita sudah ekspor 6,24 miliar dolar AS setelah menjadi stainless steel slab," katanya.

baca juga

Selama periode 2015-2019, total investasi di hilirisasi tambang sudah mencapai 40 miliar dolar AS. Ekspor besi dan baja sendiri bisa menembus angka 9 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk sektor nikel, nilai ekspornya sudah mencapai 14 miliar dolar AS. Sektor ini akan sangat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia ke depan.

Ke depan Indonesia akan menjadi pemain penting dalam peta industri mobil listrik dunia. Hal ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk mencapai Paris Agreement pada 2030.

Paris Agreement merupakan kerangka kebijakan jangka panjang bagi negara-negara untuk mengurangi emisi karbon. Pada tahun itu, Eropa akan mewajibkan semua kendaraan berbasis listrik, dan melarang energi fosil.

"Itu kan tinggal 10 tahun lagi. Itu yang kita targetkan. Pada 2025-2027 juga mereka mulai terapkan berapa puluh persen harus pakai mobil listrik. Kita pun secara bertahap akan mengarah ke sana," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Sebut Pemerintah Tengah Jor-joran Belanja untuk Gerakan Ekonomi

Luhut Sebut Pemerintah Tengah Jor-joran Belanja untuk Gerakan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2020 | 07:15 WIB

Ikut Kompetisi Mobil Listrik Dunia, Tim Arjuna UGM Borong 4 Penghargaan

Ikut Kompetisi Mobil Listrik Dunia, Tim Arjuna UGM Borong 4 Penghargaan

Jogja | Sabtu, 25 Juli 2020 | 10:42 WIB

Ditanya Soal Jokowi Tes Swab, Luhut: Presiden Sehat Kok

Ditanya Soal Jokowi Tes Swab, Luhut: Presiden Sehat Kok

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 21:31 WIB

Terkini

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Peneliti Temukan Material Mirip Plastik pada Sarang Lebah yang Mudah Terurai

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:21 WIB

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:20 WIB

12 Rekomendasi Hadiah Hari Guru yang Bermanfaat dan Murah, Tetap Berkesan!

12 Rekomendasi Hadiah Hari Guru yang Bermanfaat dan Murah, Tetap Berkesan!

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:17 WIB

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Apa? Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Listyo Sigit Prabowo Lulusan Apa? Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?

Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Anjloknya Penjualan Paksa BMW PHK Ribuan Karyawan

Anjloknya Penjualan Paksa BMW PHK Ribuan Karyawan

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 15:15 WIB

Cara Membersihkan Layar Laptop agar Aman Bebas Gores, Begini Langkah-langkahnya

Cara Membersihkan Layar Laptop agar Aman Bebas Gores, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 15:11 WIB

Bedak Sachet Marcks vs Viva, Mana yang Lebih Ampuh Tahan Minyak Seharian?

Bedak Sachet Marcks vs Viva, Mana yang Lebih Ampuh Tahan Minyak Seharian?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:07 WIB

Arti Kedutan Bibir Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Arti Kedutan Bibir Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:05 WIB

Jangan Hanya Usut Penyadapan, Pakar Minta Bareskrim Telusuri Dugaan Makar

Jangan Hanya Usut Penyadapan, Pakar Minta Bareskrim Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:05 WIB

×