Usaha Jual Beli Besi Tua Terus Menurun, Pada Masa Covid-19 Makin Parah Lagi

Chandra Iswinarno

Senin, 27 Juli 2020 | 22:42 WIB
Usaha Jual Beli Besi Tua Terus Menurun, Pada Masa Covid-19 Makin Parah Lagi
Satu-satunya karyawan di lapak milik Saparuddin saat merapikan besi-besi di bagian depan sebelum lapak ini ditutup.[Suara.com/Bobi]

Suara.com - Aksi demonstrasi pemulung besi di Kantor Sucofindo Batam pada Senin (27/7/2020), menghadirkan sejumlah fakta yang muncul ke permukaan.

Tak hanya soal tersendatnya arus keluar scrap dari Kota Batam yang berujung pada tak terbelinya besi tua dari pemulung, namun juga kenyataan makin menurunnya  pendapatan para pemulung dan pengepul karena berbagai faktor, termasuk faktor Covid-19.

Aksi damai para pemulung ini memang menghasilkan penyelesaian masalah pengiriman keluar scrap dari Batam ke daerah pabean di Indonesia, melalui kesediaan Sucofindo mengeluarkan Laporan Surveyor (LS) sebagai syarat keluar.

Sementara itu, penurunan pendapatan pemulung dan pengepul terus terjadi di tengah pandemi Covid-19 ini. Seperti diakui oleh Saharuddin (52), pengepul besi yang ditemui di lapaknya di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam.

Sebelum Covid-19 ini, Saharuddin yang sudah 20 tahun bergelut dengan usaha jual beli besi ini mengaku memiliki tiga karyawan. Saat ini hanya tersisa satu orang saja. Ia yang sebelumnya bertugas mengurusi penjualan di perusahaan scrap, kini terpaksa rangkap tugas melayani pembeli, menyortir besi dan menjadi supir untuk diantar ke perusahaan pembeli.

Laki-laki asal Medan, Sumatera Utara ini mengaku omset usahanya turun sekitar 50 persen dari sebelum Covid-19. Ia yang biasanya bisa menjual barang minimal sekali dalam seminggu, kali ini tidak lagi bisa konsisten mendapatkan barang. Kadang sekali seminggu bisa menjual, kadang tidak bisa.

Pemulung yang menjual besi padanya datang dari berbagai daerah, termasuk dari pulau-pulau di pesisir Batam, kini tak lagi datang. Demikian juga besi-besi dari perusahaan di Batam yang tak masuk lagi. Ada yang tidak beroperasi lagi, ada juga yang sudah hengkang ke negara lain.

"Untuk bertahan harus dibikin penghematan. Saya jadi turun langsung, jual barang dan jadi karyawan juga," kata Saharuddin saat ditemui beberapa saat sebelum dirinya menutup lapak.

Mundur ke sekitar tahun 2000 hingga 2010, Saharuddin mengaku masa-masa itu menjadi era keemasan dirinya sebagai pengepul besi. Dimana jumlah besi yang didapat dari perusahaan dan pemulung sangat berlimpah. Tidak hanya scrap, namun juga ada jenis besi yang bisa dijual lagi dengan nilai yang lebih tinggi.

baca juga

Saat itu, ia memiliki 7 karyawan yang membantunya memilah besi di lapaknya ini.

Kondisi nyaman tersebut perlahan bergeser terus menurun, puncaknya di masa pandemi Covid-19 ini. Jumlah karyawan yang sebelumnya 7 orang berkurang menjadi 3 saja, hingga akhirnya tersisa satu pegawai yang membantunya dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB setiap hari.

Meskipun demikian, Saharuddin mengaku masih akan terus bergelut dengan usahanya ini. Pengalaman jatuh bangun dirinya sebagai pengepul besi sejak tahun 1990 sampai saat ini, membuatnya tetap yakin rezekinya dari usaha ini akan tetap mengalir.

Kontributor : Bobi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertaruh Nyawa, Pemulung Kais Sampah di Pembuangan Biomedis Covid-19

Bertaruh Nyawa, Pemulung Kais Sampah di Pembuangan Biomedis Covid-19

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 19:09 WIB

Canggih! Pemulung Bobol Brangkas 15 Perusahaan Bekasi, Mendadak Jadi Sultan

Canggih! Pemulung Bobol Brangkas 15 Perusahaan Bekasi, Mendadak Jadi Sultan

Jabar | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:15 WIB

Pak Jokowi, Pemulung di Bantar Gebang Minta Diperhatikan

Pak Jokowi, Pemulung di Bantar Gebang Minta Diperhatikan

Jabar | Selasa, 23 Juni 2020 | 18:25 WIB

Terkini

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

×