Harga Emas Melandai, Investor Tunggu Kebijakan The Fed

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:45 WIB
Harga Emas Melandai, Investor Tunggu Kebijakan The Fed
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia sedikit berubah pada Rabu (29/7/2020), karena investor hati-hati menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve dan ketidakpastian yang masih tersisa terkait paket bantuan stimulus 1 triliun dolar AS.

Mengutip CNBC, Kamis (30/7/2020) harga emas di pasar spot datar di 1.959,55 dolar AS per ounce diperdagangkan di bawah rekor tertinggi 1.980,57 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,5 persen lebih tinggi menjadi 1.953,4 dolar AS per ounce.

Investor akan mencermati pernyataan kebijakan The Fed untuk petunjuk tentang sikap moneter bank sentral itu dan prospek ekonominya.

Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya dan Kongres AS masih terpisah jauh terkait RUU bantuan virus korona, dan menunjukkan dia tidak terburu-buru untuk melakukan kesepakatan.

Paket stimulus besar-besaran untuk membantu ekonomi yang terpukul akibat pandemi dan lingkungan suku bunga yang rendah membantu mendorong harga emas melambung lebih dari 29 persen sepanjang tahun ini.

Investor terus bergerak menuju ETF emas, dengan kepemilikan di SPDR Gold Trust berada di level tertinggi lebih dari tujuh tahun.

Logam lainnya, perak merosot 1,5 persen menjadi 24,20 dolar AS per ounce, platinum anjlok 2,2 persen menjadi 927,45 dolar AS per ounce dan palladium menyusut 5 persen menjadi 2.168,35 dolar AS per ounce.

Sementara daru dalam negeri harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya berhasil menembus di atas level Rp 1 juta per gram, seperti yang diproyeksikan sebelumnya.
Kenaikan untuk pertama kalinya tembus Rp 1 juta pada Selasa lalu itu juga merupakan reli selama 4 hari berturut-turut.

baca juga

Harga emas pada Selasa (28/7/2020) naik Rp 25.000. Harga emas yang dijual Antam tersebut dibanderol Rp 1.022.000 per gram, untuk kepingan 1 gram. Sementara untuk kepingan 100 gram yang lumrah dijadikan acuan secara umum berada di Rp 964.120/gram.

Namun pada perdagangan kemarin, Rabu (29/7/2020), emas Antam untuk acuan 100 gram turun Rp 9.000 atau 0,93 persen menjadi Rp 955.120/gram di tengah aksi ambil untung atau profit taking setelah reli beberapa minggu terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harganya Terus Melonjak, Waktu yang Tepat Gadai Emas?

Harganya Terus Melonjak, Waktu yang Tepat Gadai Emas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2020 | 15:20 WIB

Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.013.000 per Gram

Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.013.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2020 | 10:13 WIB

Kilau Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus 1.947 Dolar AS per Ounce

Kilau Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus 1.947 Dolar AS per Ounce

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2020 | 07:34 WIB

Harga Emas Hari Ini 29 Juli 2020, Waktunya Jual Emas?

Harga Emas Hari Ini 29 Juli 2020, Waktunya Jual Emas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2020 | 08:46 WIB

Rekor! Harga Emas Antam Tembus Rp 1.022.000 per Gram

Rekor! Harga Emas Antam Tembus Rp 1.022.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2020 | 10:32 WIB

Harga Emas Terus Melesat ke Level Tertingginya

Harga Emas Terus Melesat ke Level Tertingginya

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2020 | 07:57 WIB

Jelang Idul Adha Harga Emas di Aceh Naik Nyaris Rp 3 Juta per Mayam

Jelang Idul Adha Harga Emas di Aceh Naik Nyaris Rp 3 Juta per Mayam

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×