Panen Padi Terbanyak se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan dari Mentan

Fabiola Febrinastri

Senin, 17 Agustus 2020 | 17:15 WIB
Panen Padi Terbanyak se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan dari Mentan
Jateng memperoleh penghargaan sebagai daerah dengan tingkat produksi beras tertinggi se-Indonesia tahun 2019, Senin (17/8/2020). (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Jawa Tengah berhasil memproduksi panen padi 9.655.654 ton gabah kering giling (GKG), pada tahun 2019. Jumlah tersebut setara dengan produksi beras 5.523.969 ton beras. 

Untuk prestasinya ini, Jateng memperoleh penghargaan sebagai daerah dengan tingkat produksi beras terbanyak se-Indonesia tahun 2019. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, tepat pada HUT ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020).

Adapun luas tanam pada tahun tersebut seluas 1.692.546 hektare dan luas lahan panen 1.678.479 hektare.

Produktivitas padi Jateng lebih tinggai dari Jawa Timur, yang memiliki lahan panen lebih luas, yakni 1.702.426 hektare. Dengan luasan tersebut, provinsi itu menghasilkan 9.580.933,88 ton GKG.

Produksi tersebut setara 5.496.581 ton beras. Tempat ketiga adalah Provinsi Jawa Barat, dengan luas panen 1.578.835 hektare dan menghasilkan padi 9.084.957 ton GKH, setara 5.212.039 ton beras.

Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, DI Aceh, Sumatera Barat, dan Banten.

Selain Jateng yang memeroleh penghargaan, tiga kabupaten di Jateng juga memeroleh predikat produsen padi tertinggi. Ketiganya adalah Kabupaten Grobogan dengan 772.551 ton GKG di tempat ke delapan, Kabupaten Sragen dengan 766.012 GKG di tempat ke sembilanm dan Kabupaten Cilacap dengan 699.965 GKG

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng, Suryo Banendro bersyukur atas capaian tersebut. Ia mengatakan, selain usaha keras dari para petani, jalinan kerja sama antar sektor juga memengaruhi kenaikan produktivitas lahan padi di Jateng.

"Sektor pertanian kalau nyambut gawe (bekerja) dipengaruhi wong jaba (orang luar), bibit dari swasta, saluran irigasi dari PSDA, pupuk dari BUMN. Ini hasil kerjasama di bawah arahan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah)," ungkapnya.

baca juga

Suryo mengatakan, untuk menggenjot produksi padi, pihaknya memberikan berbagai bantuan dan program, diantaranya, melakukan pembasmian hama wereng dan tikus, percepatan tanam dan pemberian bantuan pompa air.

Selain itu, Distanbun juga menyediakan bantuan alat pemanen (Combine Harvester). Pihaknya juga menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Tahun 2020, disiapkan asuransi untuk 35 ribu hektare sawah puso, yang dananya bersumber dari APBD Jateng.

"Ketika panennya cepat, maka lahan bisa dipersiapkan untuk ditanam kembali. Selain itu, kita juga memberikan bantuan benih saat pandemi Covid-19. Dengan bantuan tersebut, kami harap dapat mengurangi biaya usaha tani," paparnya.

Suryo menambahkan, dengan produktivitas tersebut, Jateng mampu mensuplai beras ke daerah-daerah lain, seperti Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah serta ke wilayah Indonesia bagian timur.

Ia menyebut, kebutuhan beras di Jateng sekitar 269 ribu ton per bulan, atau sekitar 3,2 juta ton beras per tahun, sedangkan produksi tahun 2019 mencapai 5.523.969 ton beras.

Dengan angka tersebut, Suryo optimistis bisa kembali melanjutkan tren produktivitas beras di tahun 2020. Sampai Mei 2020, produksi beras sudah mencapai 2,4 juta ton.

Disinggung mengenai alih fungsi lahan di Jateng, Suryo tak menampik kenyataan itu. Namun ia menjamin hal itu sudah sesuai peraturan yang ada.

Selain itu, dengan manajemen pertanian yang benar, pihaknya mampu mempertahankan produksi yang ada.

"Dengan dukungan infrastruktur pertanian, ketika dulu bisa satu kali tanam setelah air masuk (irigasi) bisa dua kali tanam. Tetapi bagaimanapun, alih fungsi lahan tetap harus sesuai peraturan yang ada," jelas Suryo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Apresiasi Tindakan Ganjar Pranowo yang Undang Veteran ke Podium

Mendagri Apresiasi Tindakan Ganjar Pranowo yang Undang Veteran ke Podium

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 16:24 WIB

Upacara HUT RI ke-75 di Jateng, Ganjar Pranowo Undang Veteran ke Podium

Upacara HUT RI ke-75 di Jateng, Ganjar Pranowo Undang Veteran ke Podium

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 11:08 WIB

Sederhana, Jateng Rayakan Hari Jadi ke-70 Tanpa Pesta Rakyat

Sederhana, Jateng Rayakan Hari Jadi ke-70 Tanpa Pesta Rakyat

News | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:38 WIB

35 Dokter Dilepas Gubernur Jateng dalam Tour de Borobudur

35 Dokter Dilepas Gubernur Jateng dalam Tour de Borobudur

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:25 WIB

Pemprov Jateng Tak akan Berhenti Lakukan Tes Covid-19 Demi Cegah Penularan

Pemprov Jateng Tak akan Berhenti Lakukan Tes Covid-19 Demi Cegah Penularan

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:11 WIB

Dubes India untuk Indonesia Tertarik Investasi di Perusahaan Obat di Jateng

Dubes India untuk Indonesia Tertarik Investasi di Perusahaan Obat di Jateng

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:31 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×