Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Panen Padi Terbanyak se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan dari Mentan

Fabiola Febrinastri

Senin, 17 Agustus 2020 | 17:15 WIB
Panen Padi Terbanyak se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan dari Mentan
Jateng memperoleh penghargaan sebagai daerah dengan tingkat produksi beras tertinggi se-Indonesia tahun 2019, Senin (17/8/2020). (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Jawa Tengah berhasil memproduksi panen padi 9.655.654 ton gabah kering giling (GKG), pada tahun 2019. Jumlah tersebut setara dengan produksi beras 5.523.969 ton beras. 

Untuk prestasinya ini, Jateng memperoleh penghargaan sebagai daerah dengan tingkat produksi beras terbanyak se-Indonesia tahun 2019. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, tepat pada HUT ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020).

Adapun luas tanam pada tahun tersebut seluas 1.692.546 hektare dan luas lahan panen 1.678.479 hektare.

Produktivitas padi Jateng lebih tinggai dari Jawa Timur, yang memiliki lahan panen lebih luas, yakni 1.702.426 hektare. Dengan luasan tersebut, provinsi itu menghasilkan 9.580.933,88 ton GKG.

Produksi tersebut setara 5.496.581 ton beras. Tempat ketiga adalah Provinsi Jawa Barat, dengan luas panen 1.578.835 hektare dan menghasilkan padi 9.084.957 ton GKH, setara 5.212.039 ton beras.

Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, DI Aceh, Sumatera Barat, dan Banten.

Selain Jateng yang memeroleh penghargaan, tiga kabupaten di Jateng juga memeroleh predikat produsen padi tertinggi. Ketiganya adalah Kabupaten Grobogan dengan 772.551 ton GKG di tempat ke delapan, Kabupaten Sragen dengan 766.012 GKG di tempat ke sembilanm dan Kabupaten Cilacap dengan 699.965 GKG

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng, Suryo Banendro bersyukur atas capaian tersebut. Ia mengatakan, selain usaha keras dari para petani, jalinan kerja sama antar sektor juga memengaruhi kenaikan produktivitas lahan padi di Jateng.

"Sektor pertanian kalau nyambut gawe (bekerja) dipengaruhi wong jaba (orang luar), bibit dari swasta, saluran irigasi dari PSDA, pupuk dari BUMN. Ini hasil kerjasama di bawah arahan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah)," ungkapnya.

Suryo mengatakan, untuk menggenjot produksi padi, pihaknya memberikan berbagai bantuan dan program, diantaranya, melakukan pembasmian hama wereng dan tikus, percepatan tanam dan pemberian bantuan pompa air.

Selain itu, Distanbun juga menyediakan bantuan alat pemanen (Combine Harvester). Pihaknya juga menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Tahun 2020, disiapkan asuransi untuk 35 ribu hektare sawah puso, yang dananya bersumber dari APBD Jateng.

"Ketika panennya cepat, maka lahan bisa dipersiapkan untuk ditanam kembali. Selain itu, kita juga memberikan bantuan benih saat pandemi Covid-19. Dengan bantuan tersebut, kami harap dapat mengurangi biaya usaha tani," paparnya.

Suryo menambahkan, dengan produktivitas tersebut, Jateng mampu mensuplai beras ke daerah-daerah lain, seperti Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah serta ke wilayah Indonesia bagian timur.

Ia menyebut, kebutuhan beras di Jateng sekitar 269 ribu ton per bulan, atau sekitar 3,2 juta ton beras per tahun, sedangkan produksi tahun 2019 mencapai 5.523.969 ton beras.

Dengan angka tersebut, Suryo optimistis bisa kembali melanjutkan tren produktivitas beras di tahun 2020. Sampai Mei 2020, produksi beras sudah mencapai 2,4 juta ton.

Disinggung mengenai alih fungsi lahan di Jateng, Suryo tak menampik kenyataan itu. Namun ia menjamin hal itu sudah sesuai peraturan yang ada.

Selain itu, dengan manajemen pertanian yang benar, pihaknya mampu mempertahankan produksi yang ada.

"Dengan dukungan infrastruktur pertanian, ketika dulu bisa satu kali tanam setelah air masuk (irigasi) bisa dua kali tanam. Tetapi bagaimanapun, alih fungsi lahan tetap harus sesuai peraturan yang ada," jelas Suryo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Apresiasi Tindakan Ganjar Pranowo yang Undang Veteran ke Podium

Mendagri Apresiasi Tindakan Ganjar Pranowo yang Undang Veteran ke Podium

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 16:24 WIB

Upacara HUT RI ke-75 di Jateng, Ganjar Pranowo Undang Veteran ke Podium

Upacara HUT RI ke-75 di Jateng, Ganjar Pranowo Undang Veteran ke Podium

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 11:08 WIB

Sederhana, Jateng Rayakan Hari Jadi ke-70 Tanpa Pesta Rakyat

Sederhana, Jateng Rayakan Hari Jadi ke-70 Tanpa Pesta Rakyat

News | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 13:38 WIB

35 Dokter Dilepas Gubernur Jateng dalam Tour de Borobudur

35 Dokter Dilepas Gubernur Jateng dalam Tour de Borobudur

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:25 WIB

Pemprov Jateng Tak akan Berhenti Lakukan Tes Covid-19 Demi Cegah Penularan

Pemprov Jateng Tak akan Berhenti Lakukan Tes Covid-19 Demi Cegah Penularan

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:11 WIB

Dubes India untuk Indonesia Tertarik Investasi di Perusahaan Obat di Jateng

Dubes India untuk Indonesia Tertarik Investasi di Perusahaan Obat di Jateng

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:31 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB