Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
Lia Maharani siswi Sekolah Rakyat dalam Open House dan MPLS di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Membelikan seragam sekolah baru untuk anak menjadi momen biasa bagi sebagian orangtua murid. Namun, tidak bagi Titin Lestari. Keterbatasan ekonomi membuatnya hanya mampu memberikan seragam bekas kepada putrinya, Lia Maharani.

Hal itu berlaku sejak Lia masuk SD hingga jenjang SMP. Namun semua berubah sejak negara hadir lewat Sekolah Rakyat. Kini Lia bisa merasakan memiliki seragam baru, berkat program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Raut wajah bahagia pun tak mampu disembunyikan Titin Lestari, saat melihat putrinya Lia Maharani mengenakan seragam sekolah baru untuk pertama kalinya di Sekolah Rakyat. Keterbatasan ekonomi selama ini membuatnya tidak pernah mampu membeli seragam baru, sehingga Lia hanya mengandalkan seragam bekas pemberian tetangga.

"(Waktu) SD itu, saya dikasih sama tetangga saya. Saat SMP saya sakit, enggak bisa membelikan seragam sekolah. Terus dikasih sama tetangga saya. Ada tiga orang yang saya minta itu. Ada yang kekecilan, ada yang kebesaran," kata Titin saat berdialog dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Open House dan MPLS di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Perempuan asal Kelurahan Combongan, Kabupaten Sukoharjo ini setiap hari membuat dan berjualan kerupuk bawang dengan penghasilan bersih per hari Rp46 ribu, sementara suaminya, Misju bekerja sebagai buruh tani serabutan. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Saya senang, bangga anak saya nanti bisa mendapatkan seragam baru, Pak, dari sini (Sekolah Rakyat). Untuk anakku, semangat ya, Nduk. Jangan pernah menyerah, masa depan ada di depan mata, lihatlah orang tuamu," kata Titin terharu, seraya dipeluk oleh Lia.

Mendengarkan cerita Titin, Gus Ipul dan peserta yang hadir tak kuasa menahan haru bahkan sebagian menitikkan air mata. Sekolah Rakyat memberikan kesempatan, harapan, dan bahkan kebahagiaan bagi banyak keluarga seperti Titin.

Gus Ipul berharap Sekolah Rakyat menjadi pengungkit sosial agar seluruh anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan gratis yang berkualitas.

"Ini adalah persembahan Bapak Presiden Prabowo, kepada keluarga-keluarga yang secara sosial ekonomi berada di paling bawah," kata Gus Ipul.

baca juga

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang berada pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan.

"Keluarga Bapak-Ibu sekalian dijangkau berbasis data, dilihat kondisi objektifnya, kalau memang memenuhi syarat langsung bisa diterima di Sekolah Rakyat, setelah ditetapkan oleh Kepala Daerah, Bupati, Wali Kota, atau Gubernur," jelasnya.

Disamping tidak ada pendaftaran, Sekolah Rakyat tidak melakukan tes akademik kepada calon siswa, melainkan dilakukan pemetaan minat dan bakat melalui DNA talent mapping. Siapapun yang memenuhi kriteria bisa masuk ke Sekolah Rakyat. 

"Maka itu kalau ada anaknya sekarang yang mau masuk menjadi siswa Sekolah Rakyat tidak bisa membaca, jangan khawatir sudah banyak contohnya siswa-siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya kelas 1 SMA tidak bisa membaca, tapi sekarang sudah berprestasi," kata Gus Ipul.

Menutup dialog dengan orang tua siswa, Titin dan Lia menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi. Mereka berduet melantunkan nada merdu disambut riuh tepuk tangan dari para undangan yang hadir.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan ini Wamensos Agus Jabo Priyono, Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, dan pejabat terkait lainnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai

Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Purbaya Cek Proyek Sekolah Rakyat Surabaya: Luas Lahan 6,6 Hektare, Realisasi Anggaran Rp 3,21 T

Purbaya Cek Proyek Sekolah Rakyat Surabaya: Luas Lahan 6,6 Hektare, Realisasi Anggaran Rp 3,21 T

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:34 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu

Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:37 WIB

Terkini

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

×