Upaya Pemerintah Belum Terasa, Daya Beli Masyarakat Masih Loyo

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 01 September 2020 | 14:05 WIB
Upaya Pemerintah Belum Terasa, Daya Beli Masyarakat Masih Loyo
Kepala BPS Suhariyanto. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2020 telah terjadi deflasi sebesar 0,05 persen, ini merupakan deflasi kedua berturut-turut setelah bulan lalu mengalami hal yang serupa.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konfrensi pers melalui video teleconference, Selasa (1/9/2020) mengatakan pagebluk virus corona atau Covid-19 benar-benar belum memulihkan daya beli masyarakat, meskipun pemerintah sudah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

"Di semua negara bahwa karena pandemi Covid-19 terjadi pelemahan daya beli, sehingga hampir inflasi di semua negara mengalami perlambatan dan mengalami deflasi," kata Kecuk.

Lebih lanjut Kecuk menambahkan bahwa wabah ini menghantam seluruh lapisan masyarakat sehingga akan menurunkan daya beli.

Tetapi dirinya berharap bahwa kebijakan pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional bisa segara menggairahkan daya beli.

"Pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan yang tertuang di dalam pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Kecuk memaparkan berdasarkan hasil pantauan BPS di 90 kota, 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami inflasi sepanjang bulan Agustus 2020.

Deflasi yang tertinggi terjadi di Kupang yaitu sebesar 0,92 persen dengan penyebab utama terjadinya deflasi karena penurunan harga beberapa komoditas seperti ikan kemudian juga daging ayam ras dan angkutan udara.

Sedangkan deflasi terendah terjadi di Sibolga, Tembilahan, Bekasi dan Banyuwangi yaitu sebesar 0,01 persen.

baca juga

Sebaliknya inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,88 persen, yang diakibatkan kenaikan harga komoditas seperti emas perhiasan, kenaikan minyak goreng dan juga kenaikan beberapa jenis ikan.

Sementara inflasi terendah ada di Batam, Kediri dan Kotamobagu yang masing-masing adalah sebesar 0,02 persen.

Dengan laju inflasi sebesar 0,05 persen ini maka tingkat inflasi tahun kalender mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Agustus tahun 2020 adalah sebesar 0,93 persen dan inflasi tahun ke tahun dari Agustus 2020 ke Agustus 2019 sebesar 1,32 persen.

Berdasarkan komponennya, deflasi sebesar 0,05 persen ini terdiri dari inflasi inti 0,29 persen di Agustus 2020, harga yang diatur pemerintah (administered price) minus 0,02 persen, dan harga bergejolak (volatile food) minus 1,44 persen.

Sementara dilihat dari tahun kalender atau dari Januari-Agustus 2020, untuk inflasi inti sebesar 0,93 persen, sedangkan harga diatur pemerintah 0,09 persen, dan harga bergejolak sebesar 0,32 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Prediksi Industri Pariwisata Lama untuk Bangkit Usai Dihantam Pandemi

BPS Prediksi Industri Pariwisata Lama untuk Bangkit Usai Dihantam Pandemi

Bisnis | Selasa, 01 September 2020 | 13:57 WIB

Daya Beli Masyarakat di Sepanjang Agustus 2020 Masih Loyo

Daya Beli Masyarakat di Sepanjang Agustus 2020 Masih Loyo

Bisnis | Selasa, 01 September 2020 | 12:34 WIB

Bakal Ada Sensus Penduduk Oleh BPS, Anies Minta Warga Beri Jawaban Jujur

Bakal Ada Sensus Penduduk Oleh BPS, Anies Minta Warga Beri Jawaban Jujur

News | Selasa, 01 September 2020 | 11:00 WIB

Terkini

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×