Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Emas Dunia Terus Meredup ke Level 1.862,56 Dolar AS per Ounce

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 24 September 2020 | 08:16 WIB
Harga Emas Dunia Terus Meredup ke Level 1.862,56 Dolar AS per Ounce
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia turun lebih dari 2 persen dan menuju level terendahnya karena menguatnya dolar AS. Investor juga tengah menunggu respons lebih lanjut dari bank sentral utama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Mengutip CNBC, Kamis (24/9/2020) harga emas di pasar spot anjlok 1,9 persen menjadi 1.862,56 dolar AS per ounce ini merupakan level terendah sejak 22 Juli di 1.861,60 dolar AS per ounce.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menyusut 2,1 persen menjadi 1.868,40 dolar AS per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY) menembus level tertinggi delapan pekan, meredupkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas turun, meski saham Wall Street melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis Amerika melorot pada September.

"Ketidakpastian jangka panjang masih membayangi dan tidak ada investor yang ingin kehilangan kesempatan untuk menambahkan emas ke portofolionya saat harga cukup rendah," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.

Pembuat kebijakan "bahkan tidak akan mulai berpikir" tentang menaikkan suku bunga sampai inflasi mencapai 2%, ungkap Vice Chairman Federal Reserve, Richard Clarida.

Sementara itu, Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, mengatakan, kebijakan moneter harus tetap akomodatif selama beberapa tahun ke depan dan lebih banyak stimulus fiskal diperlukan guna mendukung perekonomian.

Langkah-langkah stimulus yang meluas mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan mata uang.

Logam lainnya, perak anjlok 6,2 persen menjadi 22,91 dolar AS per ounce, setelah mencapai level terendah dua bulan di awal sesi, yakni 22,81 dolar AS per ounce.

Platinum merosot 3,1 persen menjadi 839,88 dolar AS per ounce, sebelumnya menyentuh level terendah sejak 20 Juli di 836,50 dolar AS per ounce, dan paladium naik 0,5 persen menjadi 2.232,07 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Mulai Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 1.007.000 per Gram

Harga Emas Antam Mulai Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 1.007.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 12:29 WIB

Harga Emas Dunia Turun ke Level 1.904,34 Dolar AS per Ounce

Harga Emas Dunia Turun ke Level 1.904,34 Dolar AS per Ounce

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 07:38 WIB

Anjlok Rp 15.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.009.000 per Gram

Anjlok Rp 15.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.009.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 10:22 WIB

Terkini

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB