Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

38 Juta Orang Jatuh Miskin Akibat Corona

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 September 2020 | 16:04 WIB
38 Juta Orang Jatuh Miskin Akibat Corona
Permukiman kumuh di kawasan Kebon Pala, Jakarta.

Suara.com - Dalam laporan ekonomi Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober 2020 menyebutkan bahwa sebanyak 38 juta penduduk dunia akan jatuh miskin akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Bank Dunia menyebut guncangan yang disebabkan oleh Covid-19 tidak hanya menekan masyarakat tetap di dalam kemiskinan, tapi juga memunculkan suatu golongan ‘masyarakat miskin baru’.

"Jumlah masyarakat yang hidup dalam kemiskinan di kawasan ini diprediksi mengalami penambahan sebanyak 38 juta orang pada tahun 2020," sebut Chief Economist East Asia and Pacific dari World Bank Aaditya Mattoo, dalam Laporan Ekonomi Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober, secara virtual, Selasa (29/8/2020).

Rinciannya kata dia sebanyak 33 juta orang yang seharusnya sudah dapat lepas dari jurang kemiskinan tidak bisa lepas dari kemiskinan akibat pandemi dan 5 juta lainnya terdorong kembali ke dalam garis kemiskinan.

Selain itu, dampak pandemi terhadap angkatan kerja dan pendapatan dirasakan besar dan tersebar luas. Angka penjualan yang dicapai oleh perusahaan di sebagian negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami penurunan sebesar 38 hingga 58 persen pada bulan April maupun Mei 2020, dibandingkan dengan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Perusahaan-perusahaan besar tampak mampu pulih lebih cepat daripada usaha berskala kecil dan menengah – dimana UKM lebih rentan terhadap krisis dan kurang begitu mampu untuk beradaptasi dengan menggunakan platform digital," paparnya.

Baik pegawai dengan gaji maupun yang bekerja bagi usaha keluarga mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.

Pemerintah negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik telah mengalokasikan rata-rata 5 persen dari nilai PDB-nya untuk meningkatkan sistem kesehatan, membantu rumah tangga menjaga konsumsinya dan membantu perusahaan menghindari kepailitan.

Akan tetapi, beberapa negara mengalami kesulitan untuk memperluas program perlindungan sosialnya yang terbatas, di mana sebelumnya mereka membelanjakan hanya kurang dari 1 persen PDB-nya.

baca juga

Bahkan dengan peningkatan pembelanjaan semacam ini, laporan ini menjumpai bahwa di beberapa negara bantuan pemerintah sejauh ini baru menjangkau kurang dari seperempat jumlah rumah tangga yang pendapatannya terpuruk, dan hanya 10-20 persen perusahaan melaporkan telah menerima bantuan sejak mulai adanya pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Minus 2 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Minus 2 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Bisnis | Selasa, 29 September 2020 | 15:35 WIB

Indeks Sumber Daya Manusia Indonesia Justru Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Indeks Sumber Daya Manusia Indonesia Justru Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 15:23 WIB

Pemerintahan Jokowi Perlu Dengar Pandangan Kaum Miskin

Pemerintahan Jokowi Perlu Dengar Pandangan Kaum Miskin

News | Senin, 21 September 2020 | 13:53 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×