Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

14.000 Ton Garam di NTT Numpuk Tak Ada yang Beli

Iwan Supriyatna

Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:51 WIB
14.000 Ton Garam di NTT Numpuk Tak Ada yang Beli
Presiden Jokowi saat meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi NTT. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Sebanyak 14.000 ton garam industri di kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum terjual hingga saat ini akibat tak adanya investor yang mau membeli.

"Saat ini di semua gudang terdapat 14 ribu ton garam yang menumpuk. Dan ini belum terjual sama sekali, sehingga beberapa karung yang berisi garam ditumpuk sampai di luar gudang," kata Pjs Bupati Sabu Raijua Ferdy Kapitan ditulis Rabu (28/10/2020).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan potensi garam yang ada di Kabupaten Sabu Raijua yang menurut penilaian beberapa peneliti mampu membantu mengurangi impor garam dari nasional.

Ia mengatakan pemerintah provinsi melalui gubernur NTT Viktor B Laiskodat sudah menghubungi pemerintah pusat dan beberapa investor untuk membeli garam yang ada di gudang di Sabu Raijua.

Tentu saja, kata dia, dia berharap agar hal ini bisa segera terwujud karena dikhawatirkan sampai dengan Desember akan ada panen garam lagi yang jumlahnya bisa mencapai 5.000 ton.

"Kami perkirakan ini kan masih puncak-puncaknya panas. Kami perkirakan sampai Desember nanti akan ada beberapa kali panen lagi dan jumlah yang dipanen bisa mencapai 5.000 ribu ton, sehingga bisa mencapai 19 ribu ton nanti," tutur dia.

Ia mengaku bahwa tentu saja dengan adanya penambahan itu pihaknya akan kesulitan untuk mencari tempat untuk penampungan ribuan ton garam itu, karena sejumlah gudang sudah penuh.

Sehingga ia berharap agar dalam waktu dekat ini ada investor atau pengusaha yang bisa membeli ribuan ton garam itu sehingga tak menumpuk lagi di gudang.

Ia pun berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan perhatian dengan memfasilitasi industri-industri yang menggunakan garam sebagai bahan baku sehingga bisa terjalin kerja sama dengan pemerintah daerah sehingga ada kepastian dalam hal pemasaran ribuan ton garam ini.

baca juga

Ferdy juga menambahkan pada Agustus lalu juga pemda setempat sudah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan kesigapan distribusi garam untuk memenuhi kebutuhan nasional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Kemarau Basah, Produksi Garam Rakyat Cirebon Turun Drastis

Musim Kemarau Basah, Produksi Garam Rakyat Cirebon Turun Drastis

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:08 WIB

Ayah Tega Bunuh Bayinya, Bungkus dan Lumuri Mayat Pakai Garam

Ayah Tega Bunuh Bayinya, Bungkus dan Lumuri Mayat Pakai Garam

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:58 WIB

Air Hujan Miliki Kandungan Garam, Berpotensi Rusak Body Mobil?

Air Hujan Miliki Kandungan Garam, Berpotensi Rusak Body Mobil?

Sulsel | Minggu, 04 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB