14.000 Ton Garam di NTT Numpuk Tak Ada yang Beli

Iwan Supriyatna

Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:51 WIB
14.000 Ton Garam di NTT Numpuk Tak Ada yang Beli
Presiden Jokowi saat meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi NTT. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Sebanyak 14.000 ton garam industri di kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum terjual hingga saat ini akibat tak adanya investor yang mau membeli.

"Saat ini di semua gudang terdapat 14 ribu ton garam yang menumpuk. Dan ini belum terjual sama sekali, sehingga beberapa karung yang berisi garam ditumpuk sampai di luar gudang," kata Pjs Bupati Sabu Raijua Ferdy Kapitan ditulis Rabu (28/10/2020).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan potensi garam yang ada di Kabupaten Sabu Raijua yang menurut penilaian beberapa peneliti mampu membantu mengurangi impor garam dari nasional.

Ia mengatakan pemerintah provinsi melalui gubernur NTT Viktor B Laiskodat sudah menghubungi pemerintah pusat dan beberapa investor untuk membeli garam yang ada di gudang di Sabu Raijua.

Tentu saja, kata dia, dia berharap agar hal ini bisa segera terwujud karena dikhawatirkan sampai dengan Desember akan ada panen garam lagi yang jumlahnya bisa mencapai 5.000 ton.

"Kami perkirakan ini kan masih puncak-puncaknya panas. Kami perkirakan sampai Desember nanti akan ada beberapa kali panen lagi dan jumlah yang dipanen bisa mencapai 5.000 ribu ton, sehingga bisa mencapai 19 ribu ton nanti," tutur dia.

Ia mengaku bahwa tentu saja dengan adanya penambahan itu pihaknya akan kesulitan untuk mencari tempat untuk penampungan ribuan ton garam itu, karena sejumlah gudang sudah penuh.

Sehingga ia berharap agar dalam waktu dekat ini ada investor atau pengusaha yang bisa membeli ribuan ton garam itu sehingga tak menumpuk lagi di gudang.

Ia pun berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan perhatian dengan memfasilitasi industri-industri yang menggunakan garam sebagai bahan baku sehingga bisa terjalin kerja sama dengan pemerintah daerah sehingga ada kepastian dalam hal pemasaran ribuan ton garam ini.

baca juga

Ferdy juga menambahkan pada Agustus lalu juga pemda setempat sudah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan kesigapan distribusi garam untuk memenuhi kebutuhan nasional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Kemarau Basah, Produksi Garam Rakyat Cirebon Turun Drastis

Musim Kemarau Basah, Produksi Garam Rakyat Cirebon Turun Drastis

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:08 WIB

Ayah Tega Bunuh Bayinya, Bungkus dan Lumuri Mayat Pakai Garam

Ayah Tega Bunuh Bayinya, Bungkus dan Lumuri Mayat Pakai Garam

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:58 WIB

Air Hujan Miliki Kandungan Garam, Berpotensi Rusak Body Mobil?

Air Hujan Miliki Kandungan Garam, Berpotensi Rusak Body Mobil?

Sulsel | Minggu, 04 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Desil Tak Sesuai, Perempuan Mahardhika Soroti Dampaknya ke Korban KDRT

Desil Tak Sesuai, Perempuan Mahardhika Soroti Dampaknya ke Korban KDRT

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:21 WIB

Kutukan Merenggut Jiwa di Hutan Larangan

Kutukan Merenggut Jiwa di Hutan Larangan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:20 WIB

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Dukung Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Dukung Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 19:17 WIB

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Video | Selasa, 22 September 2026 | 19:11 WIB

Kronologi Penonaktifan Dosen ISI Yogyakarta Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Kronologi Penonaktifan Dosen ISI Yogyakarta Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:10 WIB

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:05 WIB

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:00 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:59 WIB

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:56 WIB

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 18:51 WIB

×