alexametrics

Perjuangan Dokter Gigi Banting Stir Jadi Pengusaha Donat Beku

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Perjuangan Dokter Gigi Banting Stir Jadi Pengusaha Donat Beku
Diskusi bertajuk Ubah Krisis Jadi Peluang; Kiat Wirausaha Kala Pandemi yang diselenggarakan Suara.com. (Suara.com)

Dengan modal Rp 80 ribu, Icha langsung mempraktikan donat beku tersebut.

Suara.com - Tak selamanya dokter dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19. Tapi ada beberapa dokter yang justru sepi pasien, seperti dokter spesialis gigi.

Hal inilah yang dirasakan Annisa R Amalia, Dokter Spesialis Gigi yang ruangan praktiknya sunyi dari kebisingan suara alat periksa gigi akibat pandemi.

Apalagi, banyak dokter gigi banyak yang tertular covid-19, sehingga wanita yang kerap disapa Icha ini terpaksa tak membuka praktiknya.

Gara-gara itu, membuat dompet Icha tipis, karena tak mendapatkan pemasukan.

Baca Juga: Percobaan Bunuh Diri Ayah dan Anak, Diduga Karena Depresi Pandemi Covid-19

"Dokter itu bukan gaji bulanan profit sharing. Kalau engga ada pasien, kita totally engga ada gaji. Dan selama ini belum ada kebijakan cicilan belum dipotong. Di Maret masih bisa kita pakai tabungan, nah pas April engga bisa begini terus," ujar Icha dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Meski demikian wanita dua anak ini tak patah arang, ia pun mencari ide untuk bisa mencari alternatif pemasukan.

Icha yang pada saat itu melihat orang tuanya memasak donat, mendapatkan ide untuk membuat donat beku. Ia pun langsung mencari cara di youtube untuk membuat donat beku itu.

Dengan modal Rp 80 ribu, Icha langsung mempraktikan donat beku tersebut. Alhasil, Icha bisa membuat 80 hingg 100 buah donat.

"Saya kirim ke saudara ke Bogor, kirim tester ke pasien yang satu sekolahan sama anak, pas dicoba enak. Nah mulai ada pesenan, berlanjut sampai sekarang," ucap dia.

Baca Juga: Libur Panjang saat Pandemi, Pantai Padang Tetap Ramai Wisatawan

Icha juga memanfaatkan sosial media untuk memasarkan. Tapi pemasaran yang, ia lakukan soft selling, dengan memasukkan semua proses pembuatan donat di Instagram pribadinya.

Selain itu, donat buatan Icha berbeda dengan yang lainnya, sebab ia menggunakan ubi cilembu, sehingga tak memerlukan banyak gula.

"Sekarang demandnya makin banyak, makanya makin kelabakan. Saya pagi bikin abis, ada yang engga kebagian. Jadi sata batasin sampai 400 sehari, lebih dari itu engga sanggup," katanya.

Meski sudah membuka praktek, Icha ingin serius terjun di usaha donat beku ini. Bahkan ia telah mendaftarkan merek dan logo donatnya.

Pasalnya, Icha mengaku, terjun di usaha ini sangat menggiurkan dan sangat membantu dari sisi keuangan.

"Yang penting punya keahlian, apalagu bisnis makanan frozen sangat bantu di tengah pandemi, kalau frozen virusnya kan mati, dan biaa dimasak lagi," pungkas dia.

Komentar