Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Perjuangan Dokter Gigi Banting Stir Jadi Pengusaha Donat Beku

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:29 WIB
Perjuangan Dokter Gigi Banting Stir Jadi Pengusaha Donat Beku
Diskusi bertajuk Ubah Krisis Jadi Peluang; Kiat Wirausaha Kala Pandemi yang diselenggarakan Suara.com. (Suara.com)

Suara.com - Tak selamanya dokter dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19. Tapi ada beberapa dokter yang justru sepi pasien, seperti dokter spesialis gigi.

Hal inilah yang dirasakan Annisa R Amalia, Dokter Spesialis Gigi yang ruangan praktiknya sunyi dari kebisingan suara alat periksa gigi akibat pandemi.

Apalagi, banyak dokter gigi banyak yang tertular covid-19, sehingga wanita yang kerap disapa Icha ini terpaksa tak membuka praktiknya.

Gara-gara itu, membuat dompet Icha tipis, karena tak mendapatkan pemasukan.

"Dokter itu bukan gaji bulanan profit sharing. Kalau engga ada pasien, kita totally engga ada gaji. Dan selama ini belum ada kebijakan cicilan belum dipotong. Di Maret masih bisa kita pakai tabungan, nah pas April engga bisa begini terus," ujar Icha dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Meski demikian wanita dua anak ini tak patah arang, ia pun mencari ide untuk bisa mencari alternatif pemasukan.

Icha yang pada saat itu melihat orang tuanya memasak donat, mendapatkan ide untuk membuat donat beku. Ia pun langsung mencari cara di youtube untuk membuat donat beku itu.

Dengan modal Rp 80 ribu, Icha langsung mempraktikan donat beku tersebut. Alhasil, Icha bisa membuat 80 hingg 100 buah donat.

"Saya kirim ke saudara ke Bogor, kirim tester ke pasien yang satu sekolahan sama anak, pas dicoba enak. Nah mulai ada pesenan, berlanjut sampai sekarang," ucap dia.

Icha juga memanfaatkan sosial media untuk memasarkan. Tapi pemasaran yang, ia lakukan soft selling, dengan memasukkan semua proses pembuatan donat di Instagram pribadinya.

Selain itu, donat buatan Icha berbeda dengan yang lainnya, sebab ia menggunakan ubi cilembu, sehingga tak memerlukan banyak gula.

"Sekarang demandnya makin banyak, makanya makin kelabakan. Saya pagi bikin abis, ada yang engga kebagian. Jadi sata batasin sampai 400 sehari, lebih dari itu engga sanggup," katanya.

Meski sudah membuka praktek, Icha ingin serius terjun di usaha donat beku ini. Bahkan ia telah mendaftarkan merek dan logo donatnya.

Pasalnya, Icha mengaku, terjun di usaha ini sangat menggiurkan dan sangat membantu dari sisi keuangan.

"Yang penting punya keahlian, apalagu bisnis makanan frozen sangat bantu di tengah pandemi, kalau frozen virusnya kan mati, dan biaa dimasak lagi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percobaan Bunuh Diri Ayah dan Anak, Diduga Karena Depresi Pandemi Covid-19

Percobaan Bunuh Diri Ayah dan Anak, Diduga Karena Depresi Pandemi Covid-19

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 15:42 WIB

Libur Panjang saat Pandemi, Pantai Padang Tetap Ramai Wisatawan

Libur Panjang saat Pandemi, Pantai Padang Tetap Ramai Wisatawan

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:27 WIB

LIVE STREAMING: Ubah Krisis Jadi Peluang, Kiat Wirausaha Kala Pandemi

LIVE STREAMING: Ubah Krisis Jadi Peluang, Kiat Wirausaha Kala Pandemi

Video | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:58 WIB

Studi Lancet: Kelahiran Prematur Menurun selama Pandemi Covid-19, Mengapa?

Studi Lancet: Kelahiran Prematur Menurun selama Pandemi Covid-19, Mengapa?

Health | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 12:31 WIB

Dampak Covid-19, Industri Pakaian Formal di AS Terpukul dari Hulu ke Hilir

Dampak Covid-19, Industri Pakaian Formal di AS Terpukul dari Hulu ke Hilir

Video | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB