Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat

Fabiola Febrinastri

Rabu, 04 November 2020 | 14:42 WIB
Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pemerintah merasa perlu menyediakan bahan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebut, kedelai merupakan salah satu bahan pangan bergizi, yang harus dipastikan ketersediannya.

"Untuk 273 juta penduduk Indonesia, kita harus produksi sebanyak-banyaknya, dan kebutuhan kedelai itu 2 sampai 3 juta ton. Orang di Pulau Jawa tidak bisa makan tanpa tahu dan tempe. Sekarang kita banyak dipenuhi oleh impor, sementara di luar sana juga takut kehilangan sumber dayanya. Jadi kita tanam kedelai sekarang, biar tahun depan, kedelai kita cukup," ujarnya, saat panen kedelai di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Rabu (4/11/2020). 

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Mentan Gurbenur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dan Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.

Panen kedelai di lokasi tersebut merupakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dengan dukungan pemerintah daerah, dengan tujuan untuk menyokong ketahanan pangan nasional di kawasan ini.

Syahrul menyatakan, penyediaan kedelai dalam jumlah mencukupi sangat penting sebagai bahan pangan bergizi bagi masyarakat, dan terkait hal tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Kebutuhan kedelai sendiri untuk satu tahun mencapai 90 persen untuk tempe tahu, 5 persen untuk kecap, yoghurt dan produk makanan lain. Kendala saat ini, benih kedelai bersertifikat terbatas dan sebagian besar terkonsentrasi di Jawa, dengan masa kadaluarsa benih pendek sekitar 4 bulan. Ini butuh dukungan dari daerah yang memiliki potensi untuk dilakukan pengembangan produksi kedelai.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, saat ini Kementan melakukan pemberian bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster.

Bentuk komitmen Kementan tahun ini dikembangkan dengan bantuan budi daya kedelai seluas 500 hektare di Polewali Mandar.  Syahrul minta jajarannya  mendampingi produksi pertanaman di Polman, dengan menjaga kualitas bibit tanaman yang terbaik.

"Ditjen Tanaman Pangan, ganti bibit di sini (untuk seluruh komoditas) 1.000 hektare bibit ya. Mau padi, jagung, kedelai, nanti bupati yang bantu atur mau dikasih kemana bibit ini," perintahnya, kepada Direktur Akabi Ditjen Tanaman Pangan.

baca juga

Data panen Kedelai Provinsi Sulawesi Barat  2019, terdapat luas tanam sebesar 16.158 hektare, dengan produksi 28.800 ton biji kering, dengan produktivitas sekitar 1,7 ton/hektare.

Mentan menyampaikan, perlu adanya pengembangan varietas benih yang provitasnya lebih tinggi lagi.

"Pengembangan varietas benih provitas di atas 3 ton per hektare, dengan kunci pengembangan kedelai, ada di aspek benih dan harga. Seluruh benih unggul di Litbang Kementan harus disalurkan untuk peningkatan produksi," katanya

Hilirisasi menjadi hal yang penting dalam mengembangkan kedelai untuk mensolusi harga. Oleh karenanya, Syahrul kembali dengan tegas menyatakan, perlu dibangun kemitraan petani dengan industri, supaya dapat memberi kepastian pasar dan pemanfaatan KUR, sehingga petani tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

"Perumusan sistem pemasaran produk menjadi hal yang mesti diperhatikan untuk bisa mengenalkan produk lokal. Komitmen Kementan terhadap kedelai sangat kuat. Pengembangan kedelai dikelola dengan model korporasi petani, sehingga semua pelaku usaha mendapat manfaat dari program ini. Petani memperoleh layanan sarana produksi dan modal, terlindungi asuransi dan ada kepastian pasar dan jaminan harganya," ujar Syahrul.

Terkait hal itu, Direktur PT. Dwitunggal Nusa Mandiri, Petrus Chandra, sebagai perusahaan Mitra Petani dengan fungsi offtaker, turut hadir. Ia menyambut hasil produksi dari petani dengan menyerap pembelian kedelai di Sulbar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia

Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 13:54 WIB

Mentan : Sektor Pertanian Paling Kuat Kembangkan Ekonomi Rakyat

Mentan : Sektor Pertanian Paling Kuat Kembangkan Ekonomi Rakyat

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 11:44 WIB

Tarik Generasi Milenial, Kementan Ubah Image Bisnis Pertanian

Tarik Generasi Milenial, Kementan Ubah Image Bisnis Pertanian

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 11:30 WIB

Mentan Lepas Ekspor Pakan Ternak ke Asia dan Eropa

Mentan Lepas Ekspor Pakan Ternak ke Asia dan Eropa

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 15:13 WIB

Ekonomi Melemah, Komoditas Hortikultura Justru Meningkat

Ekonomi Melemah, Komoditas Hortikultura Justru Meningkat

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 14:37 WIB

IPB : Impor Hortikultura Tidak Bisa Disamakan dengan Komoditas Lain

IPB : Impor Hortikultura Tidak Bisa Disamakan dengan Komoditas Lain

Bisnis | Selasa, 03 November 2020 | 12:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×