Seruan Boikot Produk Prancis Kurang Nendang Kalau Bukan dari Jokowi

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 05 November 2020 | 10:07 WIB
Seruan Boikot Produk Prancis Kurang Nendang Kalau Bukan dari Jokowi
Presiden Jokowi. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Suara.com - Pakar Brand Marketing Yuswohady melihat, konsumen Indonesia tak akan terpengaruh banyak terkait seruan boikot produk-produk asal Prancis.

Menurutnya, konsumen Indonesia mayoritas akan tetap membeli atau menggunakan produk-produk asal Perancis.

Sebab, menurut risetnya, konsumen Indonesia terbagi atas tiga segmen, konformis, universalis, dan rasional.

Ia menjelaskan, segmen konformis lebih mengedepankan Islam dalam mencari produk. Sedangkan, universalis tetap mengedepankan Islam tapi tetap harus mendapatkan benefit dari produk itu.

Sementara, rasionalis lebih tak melihat dari sisi agama dalam memilih produk untuk konsumsi.

"Konsumen Indonesia itu lebih rasionalis dan universalis, yang konformis cuma 20 persen. Ada apatis kecil cuma 15 persen, sisanya 60-70 persen itu kelompok universalis dan rasionalis. Sehingga ada seruan boikot, kecenderungannya engga, engga banyak pengaruh," ucap Yuswohady saat dihubungi Suara.com, Kamis (5/11/2020).

Pengamat Marketing/branding sekaligus Penulis Buku, Yuswohady berpose saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pengamat Marketing/branding sekaligus Penulis Buku, Yuswohady berpose saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Selain itu, tutur Yuswohady, seruan boikot ini tak dilontarkan oleh orang yang berpengaruh di Indonesia seperti Presiden Joko Widodo.

Sehingga, seruan boikot itu kurang mengena terhadap konsumen Indonesia.

"Saya kok melihatnya gini, yang bukan mengusulkan bukan Jokowi, artinya jauh di sana, artinya sifat nendangnya kurang," katanya.

baca juga

Pria yang akrab disapa Siwo ini menambahkan, isu seruan boikot produk-produk ini juga tak bertahan lama.

Setelah, adanya permintaan maaf dan itikad baik dari Presiden Perancis Emmanuel Macron, kondisinya akan kembali seperti sediakala.

"Saya kira kalau isunya mereda, sebulan lagi sudah lupa. Saya kesimpulan ajakan ini engga terlalu impact full pakai brand Prancis. Cuma segmen konformis mungkin ada pengaruh," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Pakar Brand Sebut Tak Masuk Akal

Ramai-ramai Boikot Produk Prancis, Pakar Brand Sebut Tak Masuk Akal

Kaltim | Kamis, 05 November 2020 | 09:41 WIB

Mau Ikutan Boikot Produk Prancis? Coba Pakai Logika Ini

Mau Ikutan Boikot Produk Prancis? Coba Pakai Logika Ini

Riau | Kamis, 05 November 2020 | 09:27 WIB

Macron Hina Nabi, Pengamat: Boikot Produk Asal Prancis Tak Masuk Akal

Macron Hina Nabi, Pengamat: Boikot Produk Asal Prancis Tak Masuk Akal

Jawa Tengah | Kamis, 05 November 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×