Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Saat Pandemi Covid-19, JNE : Volume Pengiriman Domestik Meningkat

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 05 November 2020 | 17:00 WIB
Saat Pandemi Covid-19, JNE : Volume Pengiriman Domestik Meningkat
Ilustrasi kurir. (Shutterstocks)

Suara.com - Perusahaan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) tidak menampik bahwa adanya pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini, telah memberikan dampak yang cukup signifikan di dunia industri, terutama di industri jasa pengiriman. Volume pengiriman internasional turun, tapi volume pengiriman domestik malah naik.

Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapro mengatakan, sejak Covid-19 merebak, pemerintah sempat memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

“Nah pada saat itu, aktivitas perkantoran berhenti, lalu pabrik juga juga menghentikan kegiatan produksinya. Ini memberikan dampak juga untuk kami di jasa pengiriman, tapi tidak berlangsung lama,” ujar Feriadi, dalam dalam 2021: It’s Time to Win-  Back “Reimagine, Recover, Regain”, yang diselenggarakan oleh Inventure,  Jakarta, Kamis (5/11/2020). 

Menurutnya, kebijakan PSBB tersebut ternyata melahirkan perubahan pola belanja yang dilakukan konsumen. Untuk membantu pemerintah mengurangi dampak Covid-19, konsumen menjadi lebih sering belanja melalui online.

Hal ini tentu saat dimanfaatkan oleh JNE untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut. Penerapan PSBB menjadi tantangan tersendiri bagi JNE untuk terus meningkatkan pelayanan.

“Kami optimalisasi jaringan distribusi melalui semua jalur yang masih bisa diakses, baik darat, udara, maupun laut. Apalagi pemerintah telah membangun akses transportasi yang sangat baik, ini juga membantu kami. Selain itu, JNE juga menerapkan prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat bagi para karyawannya. Kami bekali masker, selalu cek suhu tubuh dan memberikan vitamin juga,” ujarnya.

Lalu, lanjut Feriadi, dengan banyaknya aktivitas pembelian yang dilakukan konsumen secara online, JNE berusaha memaksimalkan produk layanan atau fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini, misalnya digital payment, friendly logistic, dan sebagainya.

Selain itu, JNE juga banyak menjalin kerja sama dengan para e-commerce atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah masuk dunia digital. Hal tersebut dilakukan agar pengiriman barang menjadi lebih mudah dan bisa cepat diterima oleh konsumen.

“Kami juga melakukan banyak pedekatan ke fisikal store. UMKM kan dulu  masuk ke marketplace, terus beralih bikin webstore. Nah kita juga banyak membangun jaringan-jaringan di daerah, sehingga kalau mau kirim barang, bisa lebih mudah. Kami juga terus bikin aplikasi untuk pick up barang, sehingga masyarakat nggak perlu datang ke kantor. Kita bikin semudah itu,” ujarnya.

Peningkatan jasa kurir di masa pandemi diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan oleh Inventure.

Sebanyak 69,6 persen responden dari 629 responden menyatakan masih takut berbelanja di pasar tradisional dan 65,9 persen responden mengatakan masih takut berbelanja di ritel modern, meskipun vaksin sudah diproduksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Bukan Satu-satunya Solusi Penanganan Covid-19

Vaksin Bukan Satu-satunya Solusi Penanganan Covid-19

News | Kamis, 05 November 2020 | 16:20 WIB

Antisipasi Sebaran Covid-19, KPU Ubah Jadwal Debat Kandidat Pilkada Kepri

Antisipasi Sebaran Covid-19, KPU Ubah Jadwal Debat Kandidat Pilkada Kepri

Batam | Kamis, 05 November 2020 | 16:13 WIB

Mau Makan di Restoran atau Pergi ke Salon? Terapkan Protokol Kesehatan Ini

Mau Makan di Restoran atau Pergi ke Salon? Terapkan Protokol Kesehatan Ini

Health | Kamis, 05 November 2020 | 16:23 WIB

Hari Ini Bioskop di Kota Cirebon Buka Kembali

Hari Ini Bioskop di Kota Cirebon Buka Kembali

Jabar | Kamis, 05 November 2020 | 16:35 WIB

Kasus Covid-19 Menurun, Australia Beli 50 Juta Dosis Vaksin Virus Corona

Kasus Covid-19 Menurun, Australia Beli 50 Juta Dosis Vaksin Virus Corona

Health | Kamis, 05 November 2020 | 16:00 WIB

Jangan Panik, Ini Saran Dokter Bila Orang Dengan Komorbid Terkena Covid-19

Jangan Panik, Ini Saran Dokter Bila Orang Dengan Komorbid Terkena Covid-19

Health | Kamis, 05 November 2020 | 16:30 WIB

Terkini

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:58 WIB

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:29 WIB

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:09 WIB

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:59 WIB