Prancis Kirim Tagihan Pajak dan Retribusi Kepada Facebook dan Amazon

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 26 November 2020 | 15:58 WIB
Prancis Kirim Tagihan Pajak dan Retribusi Kepada Facebook dan Amazon
DW

Suara.com - Otoritas Prancis telah mengirim surat pemberitahuan kepada raksasa bisnis digital untuk membayar tagihan pajaknya pada bulan Desember ini, kata kementerian keuangan Prancis hari Rabu (25/11).

Prancis awal tahun ini menangguhkan penagihan pajak dan retribusi dari raksasa bisnis digital seperti Facebook dan Amazon, sambil menunggu negosiasi yang sedang berlangsung di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) tentang perombakan aturan pajak internasional.

Namun Kementerian keuangan Prancis sejak lama menegaskan akan menarik tagihan pajak pada bulan Desember sesuai rencana, jika pembicaraan di OECD belum membuahkan hasil.

Hampir 140 negara saat ini terlibat dalam konsultasi OECD. Bulan lalu disepakati untuk melanjutkan perundingan sampai pertengahan 2021.

Tetapi pemerintah Prancis tidak mau menunggu lebih lama lagi dengan tagihan pajaknya.

"Perusahaan-perusahaan yang terkena pajak telah menerima pemberitahuan mereka untuk membayar tagihan dari tahun 2020," kata seorang pejabat kementerian keuangan.

Facebook dan Amazon "akan menaati peraturan" Prancis tahun lalu menerapkan pajak tiga persen atas pendapatan dari layanan digital yang diperoleh di Prancis kepada perusahaan-perusahaan dengan pendapatan lebih dari 25 juta euro (Rp421 miliar) di negara itu dan 750 juta euro (Rp12 triliun) di seluruh dunia.

Facebook Prancis dalam sebuah pernyataan mengatakan akan "memastikan kepatuhan dengan semua undang-undang perpajakan di yurisdiksi tempat kami beroperasi."

Facebook membenarkan bahwa pihaknya telah menerima tagihan pajak dari otoritas Prancis. Raksasa belanja online Amazon juga telah menerima surat peringatan dari otoritas Prancis untuk membayar pajak, dan akan mematuhinya, kata narasumber di perusahaan yang menolak disebut identitasnya.

baca juga

Trump blokir perundingan OECD

Perundingan OECD tentang perpajakan lintas batas untuk era perdagangan online dilakukan karena selama ini perusahaan internet besar dapat membukukan keuntungan di negara-negara dengan pajak rendah, sekalipun omset mereka didapat di negara lain.

Namun pembicaraan OECD terhenti karena pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak perjanjian multilateral, kata para pejabat Prancis.

Presiden AS Donald Trump mengecam pajak digital yang diterapkan di Eropa sebagai aturan tidak adil yang menyasar raksasa teknologi dari AS. Tahun lalu Trump mengancam akan membalas dengan mengenakan bea impor sebesar 25 persen pada produk-produk Prancis, termasuk kosmetika dan tas dengan merek terkenal.

Tetapi Prancis menyatakan akan bertindak sesuai rencana. "Kami akan memungut pajak digital ini pada pertengahan Desember seperti yang selalu kami jelaskan kepada pemerintah AS," kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire dalam wawancara dengan media AS. hp/pkp (afp, rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×