- MSP menargetkan smelter berbasis 100% energi terbarukan sebagai langkah konkret dekarbonisasi sektor tambang.
- Transformasi tambang dilakukan melalui penggunaan alat berat zero emission dan elektrifikasi proses produksi.
- Strategi ini menandai pergeseran industri tambang dari sumber emisi menjadi bagian dari solusi energi bersih.
Suara.com - Industri tambang nasional mengarah gunakan energi bersih untuk fasilitas smelter. Salah satunya, PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan di bawah Arsari Tambang, menargetkan penggunaan 100 persen energi terbarukan di fasilitas smelter dalam waktu dekat
Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo PS Djojohadikusumo, menyebut penggunaan energi terbarukan sepenuhnya menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan.
"Insyaallah tahun depan kami menargetkan penggunaan 100 persen renewable energy di smelter. Ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan kualitas lingkungan," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Adapun, Target ini setelah perusahaan meraih dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, yakni Proper Emas dan Green Leadership Proper.
![Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. [ist].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/16/75740-arsari-tambang-aryo-djojohadikusumo.jpg)
Menurut Aryo, pengunaan energi terbarukan tersebut tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah tambang.
"Dampak paling nyata yang dirasakan masyarakat adalah kualitas udara yang semakin bersih.
Ini merupakan bagian dari komitmen kami menuju net zero, yakni tidak menghasilkan pencemaran udara maupun air. Alhamdulillah, hal ini sudah mulai dirasakan masyarakat sekitar dan ke depan akan terus kami tingkatkan," bebernya.
Tak berhenti di sektor hilir, perusahaan juga mulai mendorong transformasi di sektor hulu pertambangan. Saat ini, unit tambang MSP telah meraih Proper Hijau dan ditargetkan naik menjadi Proper Emas melalui berbagai inovasi teknologi.
"Saat ini unit tambang kami sudah meraih Proper Hijau. Ke depan, kami akan mendorong peningkatan menjadi Proper Emas dengan penggunaan alat berat zero emission dan elektrifikasi di seluruh proses produksi," jelasnya.
Aryo menegaskan, seluruh upaya tersebut bukan semata untuk meraih penghargaan, melainkan sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan.
"Kami melakukan semua ini bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan, tetapi sebagai komitmen untuk tidak mencemari lingkungan. Integritas adalah harga mati sekarang dan selamanya," pungkasnya.