Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Pfizer dan Moderna Raup 32 Miliar Dolar AS dari Penjualan Vaksin Corona

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 14 Desember 2020 | 08:56 WIB
Pfizer dan Moderna Raup 32 Miliar Dolar AS dari Penjualan Vaksin Corona
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna mendapat untung besar dari penjualan vaksin Covid-19. Vaksin yang disebut telah efektif ini bakal diborong oleh beberapa negara untuk menyudahi pandemi.

Seperti dilansir CNNMoney, Analis Wall Street memproyeksikan Pfizer dan Moderna akan meraup pendapatan 32 miliar dolar AS dalam penjualan vaksin Covid-19 pada tahun 2021.

Sedangkan menurut Morgan Stanley, Pfizer diproyeksikan meraih pendapatan 19 miliar dolar AS dalam penjualan vaksin Covid-19 pada tahun 2021.

Namun, Pfizer akan membagi pendapatannya dengan BioNTech perusahaan Jerman yang bermitra untuk mengembangkan vaksin.

Panel penasihat FDA merekomendasikan bahwa badan tersebut memberikan otorisasi penggunaan darurat vaksin yang dikembangkan dua perusahaan tersebut. Para pejabat AS juga memberi lampu hijau dalam penggunaan vaksin tersebut.

Kendati begitu, Morgan Stanley melihat pendapatan Pfizer akan vaksin Covid-19 menurun pada 2022 dan 2023 yang diproyeksikan sebesar 9,3 miliar dolar AS.

Pfizer Inc akhirnya mengumumkan hasil akhir dari uji coba fase tiga dari kandidat vaksin Covid-19 mereka, yang menunjukkan 94% efektif.

Perusahaan mengatakan hasil kemanjuran vaksin yang dikembangkannya bersama BioNTech SE asal Jerman konsisten pada semua kalangan, baik berdasarkan usia maupun etnis.

Vaksin ini juga disebut tidak memiliki efek samping yang besar. Menurut mereka, itu menjadi tanda bahwa imunisasi dapat dilakukan secara luas di seluruh dunia.

baca juga

Channel News Asia melaporkan, efektivitas pada orang dewasa di atas 65 tahun, yang berisiko tinggi tertular virus corona jenis baru, lebih dari 94%.

Analisis terakhir ini dilakukan setelah perusahaan mengumumkan hasil awal dari uji coba yang menunjukkan 90% efektif pekan lalu.

Pfizer memaparkan ada 170 kasus Covid-19 dalam percobaan terhadap 43 ribu sukarelawan. Sebanyak 162 di antaranya termasuk dalam kelompok plasebo dan 8 di kelompok vaksin.

Sepuluh orang mengembangkan Covid-19 parah, dan salah satunya menerima vaksin.

Perusahaan mengatakan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dan sebagian besar efek sampingnya ringan hingga sedang, dapat hilang secara cepat.

Satu-satunya kejadian buruk yang memengaruhi lebih dari 2% pada mereka yang divaksinasi adalah kelelahan. Efek itu memengaruhi 3,7 persen penerima setelah dosis kedua.

"Dengan ratusan ribu orang di seluruh dunia terinfeksi setiap hari, kami sangat membutuhkan vaksin yang aman dan efektif untuk dunia," kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Negara Ini Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Warga, Ada Indonesia?

5 Negara Ini Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Warga, Ada Indonesia?

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 06:56 WIB

Ini Bahaya Pemilik Alergi Terima Vaksin Covid-19 Pfizer

Ini Bahaya Pemilik Alergi Terima Vaksin Covid-19 Pfizer

Tekno | Senin, 14 Desember 2020 | 05:34 WIB

RS di Medan Belum Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

RS di Medan Belum Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Sumut | Senin, 14 Desember 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:03 WIB

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:00 WIB

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:55 WIB

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:52 WIB

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:49 WIB

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:45 WIB

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB

×