Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pagi Ini IHSG Menguat Terbatas ke Level 6.013

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 Desember 2020 | 09:16 WIB
Pagi Ini IHSG Menguat Terbatas ke Level 6.013
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (24/5).

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini terpantau naik tipis ke level 6.013 setelah sebelumnya pada perdagangan kemarin ditutup menguat di level 6.012

Melansir data RTI, di awal pra perdagangan IHSG menguat 1 basis poin ke level 6.013 atau menguat 0,02 persen.

Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib, laju IHSG makin menguat dengan terus naik sampai level 6.017 atau telah bertambah 5,2 basis poin atau menguat 0,09 persen.

Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka ikutan naik tipis, pada awal pra perdagangan indeks ini naik 0,06 basis poin atau menguat 0,01 persen menuju level 941.

Sebanyak 178 saham menguat, 83 saham melemah dan 168 saham belum ditransaksikan.

Meski dibuka menguat, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, potensi IHSG melemah bakal ada setelah beberapa negara Eropa sedang dan akan memberlakukan lockdown kembali. Kini giliran pemerintah AS yang dikhawatirkan akan memberlakukan hal yang sama.

Sentimen ini pun jadi kabar buruk bagi Indeks Dow Jones yang harus tumbang sebesar 0,62 persen dan juga jadi kabar kurang baik bagi laju IHSG sepanjang hari ini.

"AS kembali lockdown mendorong DJIA turun sebesar 0,62 persen dan jatuhnya harga emas 0,63 persen ditengah adanya kemungkinan akan diberlakukannya kembali PSBB ketat dibeberapa propinsi di Indonesia berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG Selasa ini," kata Edwin dalam analisanya.

Di lain pihak, kembali naiknya harga beberapa komoditas seperti batubara, minyak, CPO, nikel dan timah berpotensi menjadi katalis pendorong naik saham berbasis komoditas tersebut.

baca juga

"Segera realisasikan cuan alias keuntungan alias unrealized profit yang sudah diperoleh, mengetahui PSBB ketat berpeluang kembali diterapkan," sarannya.

Dirinya pun memperkirakan laju IHSG akan bergerak pada rentang 5.960 - 6.051 adapun saham-saham yang direkomendasikan hari ini adalah PGAS, ANTM, ITMG, ISAT, ACES, UNTR, CPIN, SMGR, JPFA dan GGRM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Pekan IHSG Menguat ke Level 5.959

Awal Pekan IHSG Menguat ke Level 5.959

Bisnis | Senin, 14 Desember 2020 | 09:09 WIB

Jelang Akhir Pekan, IHSG Naik ke Level 5.946

Jelang Akhir Pekan, IHSG Naik ke Level 5.946

Bisnis | Jum'at, 11 Desember 2020 | 09:56 WIB

Usai Libur Pilkada, IHSG Dibuka Naik ke Level 5.977

Usai Libur Pilkada, IHSG Dibuka Naik ke Level 5.977

Bisnis | Kamis, 10 Desember 2020 | 09:21 WIB

Terkini

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB