Transaksi Saham Kena Bea Materai, KSEI Khawatir Bakal Hambat Investor

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 Desember 2020 | 19:08 WIB
Transaksi Saham Kena Bea Materai, KSEI Khawatir Bakal Hambat Investor
ILUSTRASI - Seorang pewarta memotret layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Suara.com - Rencana pemerintah memberlakukan bea meterai atau bea materai atas transaksi surat berharga, termasuk saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), membuat resah investor pasar modal.

Menanggapi hal ini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meminta otoritas terkait dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, agar membuat kebijakan yang ramah bagi masyarakat termasuk investor di pasar modal.

"Intinya UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai ini, kan kemarin sudah ada kabar bahwa ini belum akan diterapkan 1 Januari atau 2021 ini. Masih mau dilihat lagi," kata Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo katanya dalam konfrensi pers secara virtual, Rabu (23/12/2020).

Menurut Uriep, Organisasi Regulator Mandiri atau SRO pasar modal yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan masukan kepada DJP terkait masalah ini.

Uriep berharap bahwa segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, termasuk soal bea materai ini jangan sampai menjadi hambatan bagi pertumbuhan investor pasar modal.

"Supaya tidak terjadi barrier atau terjadi antiklimaks bahwa pertumbuhan ini bisa terhambat karena adanya biaya meterai. Jadi, ini masih dilihat dan dipelajari, transaksi saham di kisaran berapa sih yang pantas dikenakan bea meterai," katanya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara terkait polemik ini dalam konfrensi pers secara virtual, Senin (21/12/2020).

"Karena yang muncul hari ini terutama terkait saham, seolah-olah setiap transaksi saham akan dikenakan bea meterai. Padahal itu bukan pajak dari transaksi tapi pajak atas dokumennya," kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa di dalam bursa saham bea meterai ini dikenakan atas Trade Confirmation/ TC atau konfirmasi perdagangan yang merupakan dokumen elektronik yang diterbitkan secara periodik yaitu harian atas keseluruhan transaksi jual beli di dalam periode tersebut.

baca juga

Artinya kata Sri Mulyani para investor saham hanya cukup sekali melakukan bea materai atas setiap dokumen dalam melakukan aksi jual beli saham. "Jadi dalam hal ini bea meterai tidak dikenakan per transaksi saham," katanya

Sri Mulyani juga menegaskan pengenaan bea meterai terhadap dokumen transaksi surat berharga itu akan mempertimbangkan batas kewajaran nilai, sehingga tidak akan menekan minat para investor untuk melakukan investasinya di surat berharga.

Apalagi kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini minta investasi saham yang dilakukan kaum milenial cukup tinggi, sehingga dia tidak ingin kebijakan yang ia buat merusak minat kaum muda.

"Saya senang generasi milenial sangat sadar terhadap investasi. Kita senang mereka melakukan investasi saham maupun surat berharga ritel yang diterbitkan pemerintah selama ini. Jadi kita tidak berkeinginan menghilangkan minat maupun tumbuhnya para investor terutama generasi baru," tegasnya.

Dia menjamin pemerintah akan mempertimbangkan batas kewajaran dalam pengenaan bea meterai terhadap dokumen TC itu. Sri Mulyani pun berharap masyarakat tidak perlu bereaksi berlebih atas kebijakan baru tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pro Kontra Kebijakan Bea Materai, Begini Respons Investor

Pro Kontra Kebijakan Bea Materai, Begini Respons Investor

Your Say | Selasa, 22 Desember 2020 | 10:27 WIB

Sri Mulyani Terangkan Masalah Bea Materai yang Bikin Investor Saham Resah

Sri Mulyani Terangkan Masalah Bea Materai yang Bikin Investor Saham Resah

Bisnis | Senin, 21 Desember 2020 | 18:40 WIB

Waskita Selesaikan Kewajiban Pembayaran Obligasi Rp 1,37 Triliun

Waskita Selesaikan Kewajiban Pembayaran Obligasi Rp 1,37 Triliun

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2020 | 10:48 WIB

Materai Rp 10 Ribu, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui

Materai Rp 10 Ribu, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui

News | Senin, 07 September 2020 | 16:31 WIB

Soal Saham Gorengan Jiwasraya dan ASABRI, KSEI: Ada Aturan yang Dilanggar

Soal Saham Gorengan Jiwasraya dan ASABRI, KSEI: Ada Aturan yang Dilanggar

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2020 | 17:14 WIB

Genjot Investor di Pasar Modal Indonesia, KSEI Undang Taiwan

Genjot Investor di Pasar Modal Indonesia, KSEI Undang Taiwan

Bisnis | Senin, 11 Januari 2016 | 12:40 WIB

Investor Saham di Indonesia Bertambah 19 Persen Sepanjang 2015

Investor Saham di Indonesia Bertambah 19 Persen Sepanjang 2015

Bisnis | Rabu, 30 Desember 2015 | 20:11 WIB

Kasus Alkes Banten, KPK Periksa Dirut KSEI

Kasus Alkes Banten, KPK Periksa Dirut KSEI

News | Rabu, 22 Oktober 2014 | 13:10 WIB

Terkini

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×