alexametrics

Waskita Selesaikan Kewajiban Pembayaran Obligasi Rp 1,37 Triliun

Iwan Supriyatna
Waskita Selesaikan Kewajiban Pembayaran Obligasi Rp 1,37 Triliun
Ilustrasi: Obligasi. (Shutterstock)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham : WSKT) telah menyelesaikan kewajiban pembayaran obligasi senilai Rp 1,37 Triliun secara tepat waktu.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham : WSKT) telah menyelesaikan kewajiban pembayaran obligasi senilai Rp 1,37 Triliun secara tepat waktu.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita, Ratna Ningrum menjelaskan, bahwa dana tersebut sudah efektif masuk di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (5/10/2020) kemarin.

“Kami sudah mendapatkan konfirmasi dana efektif dari pihak KSEI, dan selanjutnya akan didistribusikan oleh KSEI kepada para Pemegang Obligasi,” kata Ratna dalam keterangannya, Selasa (6/10/2020).

Obligasi Waskita yang jatuh tempo pada Selasa, 6 Oktober 2020 adalah Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 Seri A dengan nominal pokok sebesar Rp 1,37 Triliun dengan tenor 3 Tahun.

Baca Juga: Waskita Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Rp 2,5 Triliun

Pada kesempatan terpisah, Ratna menjelaskan dana pelunasan pokok obligasi tersebut bersumber dari kas internal dan fasilitas perbankan Perusahaan.

Ratna pun mengatakan bahwa Waskita juga sudah mempersiapkan dana untuk pelunasan obligasi senilai Rp 1,15 Triliun yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020.

“Dananya akan kami transfer ke KSEI paling lambat tanggal 15 Oktober pukul 14.00 WIB,” ucapnya.

Lebih lanjut Ratna menyampaikan dengan adanya penyelesaian kewajiban tersebut tidak mengganggu likuiditas Waskita di tengah banyaknya ketidakpastian lingkungan bisnis akibat adanya pandemi Covid-19.

“Fokus kami saat ini adalah penguatan kemampuan keuangan melalui percepatan penerimaan termin proyek konstruksi dan pelepasan saham pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT),” terang Ratna.

Baca Juga: WOM Finance Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Ratna pun menyebut bahwa Waskita masih mendapatkan dukungan dari Perbankan khususnya Bank BUMN (Himbara).

“Saat ini kami masih memiliki fasilitas kredit bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek,” kata Ratna.

Komentar