Harga Kedelai Meroket, Bagaimana Imbasnya Terhadap Inflasi?

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 04 Januari 2021 | 12:53 WIB
Harga Kedelai Meroket, Bagaimana Imbasnya Terhadap Inflasi?
Pekerja melakukan proses pengolahan kacang kedelai di kawasan mampang prapatan, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 para pengrajin tempe dan tahu harus gigit jari karena menghadapi kenyataan harga kedelai yang melonjak tidak karuan.

Saat ini harga kedelai sampai Rp 9.200 - Rp 10.000 per kilogram. Bahkan ada yang lebih dari Rp 10.000 per kilogram. Padahal biasanya, harga normal di angka Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram.

Lantas apakah kenaikan harga kedelai ini memicu terjadinya inflasi?

Menanggapi hal tersebut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto mengatakan kenaikan harga untuk tahu tempe sangat kecil memberikan andil terhadap laju inflasi.

"Untuk tahu mentah ini mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, sementara untuk tempe mengalami inflasi 0,05 persen. Namun demikian kedua komoditas tersebut memberikan andil yang sangat kecil terhadap inflasi nasional," kata Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/1/2021).

Beberapa hari terakhir, pasokan tempe dan tahu menjadi langka di pasaran. Hal ini karena pengrajin tahu dan tempe di seluruh Jabodetabek memutuskan untuk berhenti melakukan penjualan selama 3 hari, karena harga kedelai yang mahal.

Untuk mensiasatinya para pedagang pun putar otak untuk tetap mendapat untung meski tipis, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan merubah ukuran tahu dan tempe yang lebih kecil.

"Ukurannya kita kecilin, harga kacang (kedelai) lagi mahal," kata Supriadi saat ditemui suara.com di wilayah Buncit Raya, Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini harga bahan baku kedelai tidak karuan, karena mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Biasanya dia membeli kedelai sebesar Rp 7.500 per kilogram kini harganya meroket hingga Rp 9.000 per kilogram.

baca juga

"Harganya lagi cukup mahal, jadi dari sananya juga sudah mahal, stoknya juga jarang," ungkapnya.

Meski mahal lanjut Supriadi, produksi tetap jalan karena karena ada sejumlah pelanggan yang sudah memesan hati-hati hari.

"Yah kita tetap antarkan karena kan pelanggan, kaya tukang gorengan, ibu-ibu rumah tangga mereka kan sudah pesan," paparnya.

Dirinya menuturkan bahwa semenjak harga kedelai meroket, produksi yang ia lakukan terganggu karena ketersedian kedelai yang mahal. Meski mahal dirinya mengaku tak menaikkan harga jual tahu tempenya.

"Kita engga naikin harga, tapi ukurannya kita kecilkan sedikit," ucapnya.

Dirinya pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi dan menstabilkan harga kedelai di pasaran, karena ribuan pengrajin tempe di Indonesia menggantungkan nasibnya dengan memproduksi tahu dan tempe.

"Yah harapannya kita kan orang kecil, usaha kecil-kecilan, semoga harga kacang (kedelai) turun lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Cibuntu Bandung Kewalahan

Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Cibuntu Bandung Kewalahan

Jabar | Senin, 04 Januari 2021 | 12:30 WIB

Tengku: Di Negeri Ini Berani Salahkan Pejabat Bakal Dibully dan Dimaki

Tengku: Di Negeri Ini Berani Salahkan Pejabat Bakal Dibully dan Dimaki

Jawa Tengah | Senin, 04 Januari 2021 | 12:24 WIB

Produsen Tahu Tempe Mogok, Tengku: Sabar, Siapa yang Mau Disalahkan?

Produsen Tahu Tempe Mogok, Tengku: Sabar, Siapa yang Mau Disalahkan?

News | Senin, 04 Januari 2021 | 12:12 WIB

Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Kemendag: Stok Kedelai Melimpah

Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Kemendag: Stok Kedelai Melimpah

News | Senin, 04 Januari 2021 | 11:53 WIB

Inflasi Bulanan Terus Meningkat Sejak Oktober 2020

Inflasi Bulanan Terus Meningkat Sejak Oktober 2020

Surakarta | Senin, 04 Januari 2021 | 11:39 WIB

Laju Inflasi Akibat Naiknya Harga Cabai, Telur, dan Tiket Angkutan

Laju Inflasi Akibat Naiknya Harga Cabai, Telur, dan Tiket Angkutan

Jawa Tengah | Senin, 04 Januari 2021 | 11:36 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×