Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Masih Pandemi, Ini Tips Atur Keuangan Pribadi di 2021

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 28 Januari 2021 | 17:00 WIB
Masih Pandemi, Ini Tips Atur Keuangan Pribadi di 2021
Ilustrasi mengatur keuangan. (Dok : Kredivo).

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia pada tahun 2020 lalu hingga sekarang, memang membuat perekonomian banyak orang terguncang.

Apalagi pada Januari ini angka penyebaran Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Terpaksa pemerintah mengetatkan kembali PSBB khususnya di Jawa dan Bali dengan mengatur jam malam restoran, tempat hiburan hingga minimarket demi menghindari terjadinya kumpul-kumpul yang menyebabkan tingkat penularan Covid-19 semakin tinggi.

Melihat keadaan tahun 2021 seperti ini, mungkin sekarang sudah saatnya kita semua harus menyesuaikan resolusi dengan cara yang realistis. Jangan dulu berpikir bisa jalan-jalan ke luar negeri atau membeli sepatu incaran, toh virus masih berkeliaran di luar sana dan kita juga tidak bisa kemana-mana dengan sepatu atau baju baru yang dibeli.

Cukup dengan memiliki tubuh yang sehat, jauh dari virus Covid-19, tetap memiliki pekerjaan, memiliki dana darurat, serta hanya menggunakan pinjaman online cepat cair bayar bulanan untuk keperluan produktif saja, adalah resolusi yang paling dasar yang harus Anda wujudkan pada tahun 2021 ini. Intinya tubuh dan keuangan sama-sama sehat dan tidak ada masalah pada tahun ini.

Lalu, bicara soal keuangan yang sehat, Anda harus mengatur keuangan pribadi Anda dengan baik. Bagaimana caranya? Mari simak ulasan berikut:

1. Cek Kondisi Keuangan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah, memeriksa kondisi keuangan Anda pada tahun 2020 kemarin. Dikarenakan efek pandemi membuat adanya kebutuhan-kebutuhan baru dan menghilangkan kebutuhan-kebutuhan lama, seperti internet, listrik dan PAM yang lebih sering digunakan pada saat pandemi dibanding sebelumnya dan dana malam kongkow di cafe serta dana transportasi yang berkurang ketika pandemi.

Kondisi tersebut tetap harus diperhitungkan mana pos anggaran yang harus didahulukan dan bisa dilakukan subsidi hilang. Yang memberatkan jika kehilangan sebagian penghasilan atau bahkan seluruh penghasilan karena efek PHK. Jika sudah demikian, resolusi utama yang lebih diutamakan adalah membangun kembali sumber penghasilan utama kemudian membuat strategi baru resolusi keuangan di tahun 2021. Paling tidak bisa berhasil survive di masa pandemi sudah yang terbaik.

2. Tentukan Tujuan Baru

Seperti yang sudah dibicarakan di atas, bahwa tahun 2021 lebih baik mengatur ulang resolusi menjadi semakin realistis. Oleh karenanya, rencana liburan, membeli motor baru dan berbagai pengeluaran konsumtif lainnya harus ditunda atau disetop karena sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Dalam posisi demikian, buat dan atur ulang tujuan baru. Apa yang hendak dituju dengan penjabaran yang jelas. Misalnya punya dana darurat untuk 12 bulan atau investasi yang ditujukan untuk passive income jangka panjang sampai bisa menutupi sepertiga penghasilan adalah tujuan yang rasional di masa pandemi.

3. Dana Darurat jadi Prioritas

Jika Anda masih memiliki penghasilan pada tahun 2021 ini, maka bersyukurlah tidak menjadi satu dari banyaknya orang yang penghasilannya berkurang bahkan tidak memiliki penghasilan sama sekali ketika pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Namun, meningkatnya jumlah pasien Covid-19 setiap harinya dan ketatnya PSBB saat ini, tidak menutup kemungkinan Anda juga bisa mengalami hal yang tidak terduga.

Jika sudah demikian, pintu utama yang bisa digunakan adalah dana darurat. Terutama jika karena kejadian tersebut membuat kita tidak bisa punya pemasukan atau penghasilan. Dana darurat inilah yang bisa digunakan sepanjang yang sudah disediakan.

Ibarat sebuah kendaraan yang punya satu ban serep harus langsung mencari tambal ban agar bisa memiliki cadangan lain sehingga tidak kesulitan atau kelimpungan saat terjadi bocor ban lain di perjalanan.

4. Alokasikan Dana untuk Asuransi

Selain dana darurat yang bisa jadi ban serep, asuransi akan berfungsi sebagai perlindungan. Jika diibaratkan lagi sebuah kendaraan, asuransi bak bemper depan dan belakang. Sehingga jika terjadi tabrakan, efek kerusakannya bisa diminimalisasi.

Begitu juga fungsi asuransi. Jika harus dirawat di rumah sakit, biaya perawatan yang harus dikeluarkan tidak terlalu besar bahkan 0 persen karena semua sudah tercover oleh asuransi. Lain halnya jika tidak memiliki asuransi di masa pandemi. Jika Anda jatuh sakit, tentu akan menghabiskan seluruh dana tabungan yang sudah Anda kumpulkan selama ini, dan belum tentu cukup mengandalkan dana darurat atau tabungan saja. Maka, asuransi bisa Anda andalkan untuk menutupi biaya pengobatan Anda.

5. Perketat Utang Konsumtif

Tidak bisa dipungkiri kalau Anda tidak berhati-hati, utang akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Itulah mengapa beberapa pakar keuangan memberikan saran untuk berhenti mengeluarkan utang konsumtif di masa pandemi. Artinya untuk utang produktif tetap bisa diajukan selama untuk usaha atau kebutuhan yang berkaitan dengan mendatangkan sumber penghasilan.

Utang produktif juga tetap harus dibatasi sesuai dari penghasilan yang didapatkan. Perhatikan juga jatuh tempo serta tenornya agar tidak memberatkan beban bulanan. Dengan pengaturan yang bijak, utang bisa menjadi penyelamat bahkan titik balik di masa pandemi yang bisa melipatgandakan keuntungan dalam usaha.

Terlebih saat ini pemerintah sedang memperbaiki kondisi ekonomi dengan stimulus kepada para pelaku usaha. Selain lewat pinjaman, pemerintah pun menyalurkan dana sosial kepada masyarakat agar konsumsi masyarakat kembali meningkat sehingga mendorong tumbuhnya perekonomian.

Itulah sebabnya kini banyak pinjaman online cepat cair bayar bulanan yang juga ditargetkan untuk melakukan penetrasi kredit cepat kepada para pelaku UMKM untuk mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sehingga stabilitas ekonomi bisa terjaga dan kondisinya bisa normal kembali.

Diantara pinjaman online cepat cair bayar bulanan yang getol memberikan kemudahan kredit bagi pelaku usaha seperti Kredivo. Kredivo sudah terdaftar dan memiliki izin operasional dari OJK sehingga memberikan kenyamanan bagi para penggunanya.

Kredivo yang punya jangkauan di kota-kota besar di Indonesia. Wilayah yang dijangkau oleh Kredivo antara lain seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.

Syarat lain yang harus dipenuhi jika ingin melakukan pendaftaran lewat aplikasi Kredivo adalah berusia antara 18 sampai dengan 60 tahun dan punya penghasilan minimal Rp3 juta per bulan yang bisa dibuktikan dengan slip gaji, surat keterangan pendapatan, atau mutasi rekening.

Kredivo punya keunggulan dalam produk serta bunga yang ditetapkan paling terjangkau hanya 2,6% saja per bulan. Tenor yang diberikan bisa dipilih antara 3,6 sampai dengan 12 bulan, sangat fleksibel bagi yang mau mulai usaha.

Produknya tidak hanya pinjaman saja tetapi juga opsi pembayaran berbagai macam tagihan dalam satu aplikasi Kredivo saja. Selain itu, Kredivo juga bisa digunakan untuk transaksi offline di beberapa merchant seperti Mcd, Electronic City, bahkan belanja furniture di IKEA.

Yuk, unduh aplikasi pinjaman online cepat bayar bulanan Kredivo di Google Play Store maupun App Store di smartphone Anda!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendapatan Anjlok, Ini Tips Mengatur Keuangan Anda Saat Pandemi Covid-19

Pendapatan Anjlok, Ini Tips Mengatur Keuangan Anda Saat Pandemi Covid-19

Jawa Tengah | Sabtu, 23 Januari 2021 | 11:50 WIB

Lebih Hemat saat Pandemi, Ini 5 Aplikasi Kelola Uang di Android

Lebih Hemat saat Pandemi, Ini 5 Aplikasi Kelola Uang di Android

Tekno | Rabu, 04 November 2020 | 19:37 WIB

Tantangan Para UKM Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi

Tantangan Para UKM Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2020 | 17:23 WIB

Trik Anti Rugi Kredit HP Tanpa Uang Muka

Trik Anti Rugi Kredit HP Tanpa Uang Muka

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2020 | 20:17 WIB

Meningkatkan Daya Beli Masyarakat dengan Kemudahan Berkredit

Meningkatkan Daya Beli Masyarakat dengan Kemudahan Berkredit

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:35 WIB

Videografis: Cara Efektif Mengatur Keuangan saat Pandemi

Videografis: Cara Efektif Mengatur Keuangan saat Pandemi

Video | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:40 WIB

Terkini

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB