Harga Emas Dunia Makin Anjlok di Tengah Optimisme Pemulihan Ekonomi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 19 Februari 2021 | 08:07 WIB
Harga Emas Dunia Makin Anjlok di Tengah Optimisme Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia makin anjlok karena optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi global yang mendongkrak imbal hasil obligasi dan membuat logam mulia itu kurang menarik.

Mengutip CNBC, Jumat (19/2/2021) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi 1.774,21 dolar AS per ounce mendekati level terendah sejak 30 November di 1.767,20 dolar AS per ounce, yang dicapai sebelumnya.

Emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,1 persen menjadi 1.775 dolar AS per ounce.

Data makro Amerika baru-baru ini, termasuk angka manufaktur dari New York Federal Reserve dan pembacaan ekonomi terpisah dari Philadelphia Fed, sangat kuat dan menunjukkan "banyak hal mulai pulih dari kemerosotan virus corona," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures .

Tetapi beberapa aksi bargain hunting, mengingat kejatuhan emas di bawah 1.800 dolar AS dan dolar yang lebih rendah, sempat mendorong kenaikan logam kuning dari posisi terendah baru-baru ini, kata Haberkorn.

Juga memberikan sokongan bagi bullion, Federal Reserve menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai inflasi dan lapangan kerja meningkat.

Reaksi emas terhadap peningkatan tak terduga dalam klaim pengangguran juga relatif teredam dengan imbal hasil US Treasury menguat di tengah tanda-tanda kebangkitan ekonomi.

Imbal hasil yang lebih tinggi mengikis daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi akhir-akhir ini, karena meningkatkan opportunity cost memegang bullion yang tidak memberikan bunga.

Emas mengalami kesulitan untuk mencoba menarik investor sebagai lindung nilai inflasi, dengan aset lain lebih disukai, kata analis FXTM , Han Tan.

baca juga

Di sisi teknikal, penurunan dalam pergerakan rata-rata 50 hari (MA50) emas di bawah MA200 dapat menyebabkan lebih banyak aksi jual, kata analis.

Logam auto-catalyst platinum melonjak 1,1 persen menjadi 1.266,71 dolar AS per ounce.

Logam lainnya, paladium turun 0,7 persen menjadi 2.355,55 dolar AS per ounce dan perak merosot 1,2 persen menjadi 27,01 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 925.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 925.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:47 WIB

Ini Penyebab Harga Emas Dunia Terus Turun

Ini Penyebab Harga Emas Dunia Terus Turun

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 07:43 WIB

Harga Turun, Masyarakat di Padang Ramai Belanja Emas

Harga Turun, Masyarakat di Padang Ramai Belanja Emas

Sumut | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:20 WIB

Terkini

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

×