Kilau Emas Dunia Meroket 1,5 Persen Imbas Kenaikan Inflasi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Februari 2021 | 07:45 WIB
Kilau Emas Dunia Meroket 1,5 Persen Imbas Kenaikan Inflasi
Ilustrasi emas. (www.herald.co.zw)

Suara.com - Harga emas dunia melesat lebih dari 1,5 persen ke level tertingginya karena ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven tersebut, sementara depresiasi dolar AS memberikan dukungan lebih lanjut.

Mengutip CNBC, Selasa (23/2/2021) harga emas di pasar spot melonjak 1,5 persen menjadi 1.808,16 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Februari pada sesi tersebut.

Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melambung 1,7 persen menjadi 1.808,40 dolar AS per ounce.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun menembus level tertinggi hampir satu tahun, meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat valuasi ekuitas terlihat lebih luas ketika dibandingkan dan mendorong investor menuju aset safe-haven seperti emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Dolar saat ini melemah dan itu mendukung. Juga, alasan sebenarnya untuk kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan kenaikan inflasi," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,4% ke level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Paket stimulus Amerika senilai 1,9 triliun dolar AS secara luas diperkirakan disahkan pekan ini, meningkatkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tetapi dengan biaya kenaikan inflasi.

Investor juga mencermati kesaksian Chairman Federal Reserve Jerome Powell tentang Semiannual Monetary Report untuk Kongres.

baca juga

The Fed dan bank sentral papan atas lainnya menggantungkan harapan mereka pada suku bunga yang sangat rendah untuk mengeluarkan ekonomi dari kejatuhan akibat pandemi Covid-19.

Di tempat lain, perak meroket 3 persen menjadi 28,02 dolar AS per ounce, level tertinggi sejak 2 Februari. Platinum naik tipis 0,1 persen menjadi 1.274,80 dolar AS per ounce.

Paladium bertambah 0,4 persen menjadi 2.388,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi lebih dari satu bulan di 2.431,50 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 930.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 930.000 per Gram

Bisnis | Senin, 22 Februari 2021 | 09:57 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Emas Dunia Mulai Bangkit

Dolar AS Melemah, Harga Emas Dunia Mulai Bangkit

Bisnis | Senin, 22 Februari 2021 | 07:51 WIB

Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 923.000 per Gram

Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 923.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2021 | 09:58 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×