alexametrics

Kilau Emas Dunia Meroket 1,5 Persen Imbas Kenaikan Inflasi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Kilau Emas Dunia Meroket 1,5 Persen Imbas Kenaikan Inflasi
Ilustrasi emas. (www.herald.co.zw)

Harga emas dunia melesat lebih dari 1,5 persen ke level tertingginya karena ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas.

Suara.com - Harga emas dunia melesat lebih dari 1,5 persen ke level tertingginya karena ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven tersebut, sementara depresiasi dolar AS memberikan dukungan lebih lanjut.

Mengutip CNBC, Selasa (23/2/2021) harga emas di pasar spot melonjak 1,5 persen menjadi 1.808,16 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 16 Februari pada sesi tersebut.

Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melambung 1,7 persen menjadi 1.808,40 dolar AS per ounce.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun menembus level tertinggi hampir satu tahun, meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Baca Juga: Dijual Rp7 Miliar, Ada PS5 Bersalut Emas, Karbon, dan Dibungkus Kulit

Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat valuasi ekuitas terlihat lebih luas ketika dibandingkan dan mendorong investor menuju aset safe-haven seperti emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Dolar saat ini melemah dan itu mendukung. Juga, alasan sebenarnya untuk kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan kenaikan inflasi," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,4% ke level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Paket stimulus Amerika senilai 1,9 triliun dolar AS secara luas diperkirakan disahkan pekan ini, meningkatkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tetapi dengan biaya kenaikan inflasi.

Investor juga mencermati kesaksian Chairman Federal Reserve Jerome Powell tentang Semiannual Monetary Report untuk Kongres.

Baca Juga: Sakit Ginjal, Karyawan Toko Colong Emas Majikan di Tanjungpinang

The Fed dan bank sentral papan atas lainnya menggantungkan harapan mereka pada suku bunga yang sangat rendah untuk mengeluarkan ekonomi dari kejatuhan akibat pandemi Covid-19.

Di tempat lain, perak meroket 3 persen menjadi 28,02 dolar AS per ounce, level tertinggi sejak 2 Februari. Platinum naik tipis 0,1 persen menjadi 1.274,80 dolar AS per ounce.

Paladium bertambah 0,4 persen menjadi 2.388,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi lebih dari satu bulan di 2.431,50 dolar AS per ounce.

Komentar