Untuk Kuatkan Eksistensi Pertanian, Kementan Lakukan Gerakan Padat Karya

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:09 WIB
Untuk Kuatkan Eksistensi Pertanian, Kementan Lakukan Gerakan Padat Karya
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Gerakan Padat Karya di kawasan integrated farming berbasis korporasi, salah satunya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.  Hal ini bertujuan untuk menguatkan eksistensi sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. 

"Gerakan Padat Karya ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di masa Covid-19, sehingga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak ekonomi di masa pandemi ini. Gerakan ini meliputi pengendalian wereng batang cokelat, pemeliharaan saluran air serta penanaman jeruk dan kelapa bersama kelompok tani," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, dalam gerakan padat karya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penanganan dampak perubahan iklim dan tanam jeruk dan kelapa, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, di Desa Kaling, Kecamatan Tasik Madu, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Jumat (5/3/2021). 

Ia menambahkan, Gerakan Padat Karya merupakan salah satu langkah nyata yang diimplementasikan Kementan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan produksi atau menjamin ketersediaan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah pandemi dapat teratasi, karena pemerintah melibatkan masyarakat dalam kegiatan pembangunan pertanian. 

"Bapak Presiden Jokowi memerintahkan kepada menterinya untuk selalu turun ke masyarakat, melakukan percepatan pembangunan. Apalagi di saat seperti ini, hanya sektor pertanian yang tumbuh terhadap perekonomian nasional. Saya berharap, kita tidak hanya panen padi dan jagung saja, tapi juga ternak, jeruk dan tanaman lainnya dalam satu kawasan," ujarnya.

SYL mengatakan, pertanian Kabupaten Karanganyar harus menjadi lokomotif, sehingga ke depan, harus dibangun korporasi yang lebih kuat. Artinya, skala ekonomi pertanian harus dibangun melalui pengembangan hulu-hilir, yang melibatnya industri pengolahan  packaging yang bagus untuk daya tahan, hingga pemasarannya juga direncanakan. 

"Pertanian Karanganyar sudah jalan, sekarang bagaimana kita korporasikan dengan kuat. Artinya, skala ekonomi per 1000 hektare. Di sini ada 5.000 hektare hamparan yang betul-betul kita intensifkan, kita tata, baik bibit, pupuk yang berimbang dan obat-obatan yang tepat," jelasnya.

SYL juga mendorong penerapan mekanisasi yang tepat guna, yang turut didukung keterampilan untuk mendukung gerakan-gerakan pertanian lebih efesien dan efektif dari sebelumnya. Selain itu, ia minta perbankan untuk terus mendukung sektor pertanian dalam penyerapan dana kredit usaha rakyat (KUR).

"KUR sudah kita manfaatkan cukup maksimal tahun lalu, namun untuk tahun ini akan kita gulirkan lebih besar dari sebelumnya, sehingga para petani atau pelaku usaha tani, kita dorong sebesar-besarnya untuk memanfatkan fasilitas yang sudah disediakan," terangnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Kabupaten Karanganyar saat ini sudah ekspor berbagai komoditi pertanian ke luar negeri, seperti jahe, yang sudah diolah menjadi permen diekspor ke Amerika. Kementan memberikan banyak bantuan berupa jeruk, kelapa, dan itik, yang akan ditanam di lahan lahan yang ada. 

baca juga

"Tentu akan kami kembangkan lagi, Karangayar menjadi sentra kelapa dunia. Kehadiran Bapak Menteri Pertanian di Kabupaten Karanganyar memberikan semangat kepada para petani yang tak terlihat sedang menghadapi Covid-19. Indonesia berkah karena penghasil padi yang luar biasa," cetusnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan, Kementan fokus mendorong pengembangan pola integrated farming berbasis korporasi yang dilakukan dengan program padat karya. Bantuan yang disediakan pemerintah meliputi fasilitas KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainnya hingga aspek hilirisasinya serta pendampingan yang masif. 

Ia mengatakan, alokasi bantuan Kementan tahun anggaran 2021 untuk Kabupaten Karanganyar sebesar 9,11 miliar, yang terdiri dari benih padi, benih jeruk, benih kelapa genjah, alat pra dan pasca panen, pestisida, budidaya ternak itik dan lele, pengembangan kawasan hortikultura serta bantuan untuk padat karya.

"Kita perlu upaya ekstra untuk membangun pertanian yang luar biasa. Karanganyar berhasil membuktikan petani disini hebat dan tetap semangat. Kami beri dukungan supaya petani makin semangat lagi," tandas Suwandi.

Turut hadir pada kegiatan ini, anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah, Anggota DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi, Kepala Pertanian Jawa Tengah, Suryo Banendro, dan jajaran eselon satu Kementan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inilah 4 Wilayah di Kalbar yang Diusulkan Jadi Lumbung Pangan

Inilah 4 Wilayah di Kalbar yang Diusulkan Jadi Lumbung Pangan

Kalbar | Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:18 WIB

Kemendikbud dan Kementan Kerjasama Ciptakan 2,5 Juta Petani Milenial

Kemendikbud dan Kementan Kerjasama Ciptakan 2,5 Juta Petani Milenial

Lifestyle | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:59 WIB

Untuk Sukseskan Food Estate, Mentan Bentuk Tim Pendampingan

Untuk Sukseskan Food Estate, Mentan Bentuk Tim Pendampingan

Bisnis | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:37 WIB

Upaya Mondernisasi, Kementan Bantu Petani Sumbawa Barat dengan Alsintan

Upaya Mondernisasi, Kementan Bantu Petani Sumbawa Barat dengan Alsintan

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:06 WIB

Target Produksi Kopi Nasional 2021 Sebanyak 834.750 Ton

Target Produksi Kopi Nasional 2021 Sebanyak 834.750 Ton

Foto | Rabu, 03 Maret 2021 | 17:12 WIB

Guru Besar IPB Apresiasi Sinergi Petani dan Kementan dalam Produksi Padi

Guru Besar IPB Apresiasi Sinergi Petani dan Kementan dalam Produksi Padi

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 09:53 WIB

Terkini

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

71 Orang Tewas, Bisakah Nakhoda KM Virgo Transport 8 Dipidana?

71 Orang Tewas, Bisakah Nakhoda KM Virgo Transport 8 Dipidana?

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:04 WIB

Bikin Makeup Flawless dan Tahan Lama: 5 Primer Serum Pengunci Kelembapan

Bikin Makeup Flawless dan Tahan Lama: 5 Primer Serum Pengunci Kelembapan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:00 WIB

Pindah KPR Mudah, Cepat, dan Bebas Repot Melalui Program BRI KPR Take Over

Pindah KPR Mudah, Cepat, dan Bebas Repot Melalui Program BRI KPR Take Over

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 18:59 WIB

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:55 WIB

Bupati Gowa Tersangka Korupsi Diperiksa Kortastipidkor Polri Besok

Bupati Gowa Tersangka Korupsi Diperiksa Kortastipidkor Polri Besok

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 18:51 WIB

Tampil Lebih Gagah, Honda CRF1100L Africa Twin Dapatkan Penyegaran Warna Baru

Tampil Lebih Gagah, Honda CRF1100L Africa Twin Dapatkan Penyegaran Warna Baru

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 18:50 WIB

×