facebook

Inaplas Tingkatkan Produksi Padi dengan Pupuk Cair dari Sampah Organik

Iwan Supriyatna
Inaplas Tingkatkan Produksi Padi dengan Pupuk Cair dari Sampah Organik
Padi siap panen di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Uji coba penggunaan pupuk cair untuk tanaman padi di Demplot berhasil.

Suara.com - Pemerintah Kota Tegal bersama dengan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) yang didukung oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, telah berhasil melakukan uji coba penggunaan pupuk cair untuk tanaman padi di Demplot yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKP3) Kota Tegal.

Dari demplot tersebut yang terdiri dari 2 bagian masing masing menghasilkan 11,7 ton gabah per hektar dan 10,5 ton gabah per hektar, meningkat dari rata-rata panen di kota Tegal 6 - 7 ton per hektar.

Uji coba oleh kedua belah pihak ini merupakan bagian dari upaya penerapan circular economy di Kota Tegal dimana pengelolaan sampah diarahkan agar bisa mencapai zero waste.

Sampah non organik seperti plastik, alumunium, logam, kaca dan lainnya diarahkan untuk daur ulang sementara sampah organik dibuat menjadi pupuk cair melalui proses fermentasi, sedangkan sisanya yang tidak bisa diolah dan bernilai ekonomi rendah dijadikan briket bahan bakar dengan mesin predator.

Baca Juga: Lampung Jadi Produsen Beras Nasional

Jika pengelolaan sampah terpadu ini berjalan seluruhnya maka kiriman sampah ke tempat pembuangan akhir dapat dihindari. Dalam kerjasama ini Inaplas menyediakan bibit padi Inpari 41, pupuk organik cair, NPK grower dan penyuluhan penggunaan pupuk serta pemeriksaan kondisi tanah dan tanaman secara rutin untuk demplot seluas 10.000 m2 yang difasilitasi oleh Kepala Bidang Pertanian dan Pangan, DKP3 Kota Tegal.

Pada saat melakukan panen di lokasi demplot 23 Maret 2021 lalu, Yusmana selaku Kepala Bidang Pertanian dan Pangan DKP3 Kota Tegal menyampaikan terima kasih atas kerjasama percobaan penggunaan pupuk cair organik dengan Inaplas dan merasa puas dengan panen padi yang dihasilkan yang melebihi rata-rata produktivitas sawah per hektar di Kota Tegal.

“Saya berharap kerjasama ini bisa ditingkatkan dan diperluas sehingga bisa meningkatkan produktivitas tanaman padi di Kota Tegal dan circular economy yang berawal dari produksi, komsumsi hingga daur ulang bisa tercapai,” kata Yusmana ditulis Senin (5/4/2021).

Kedepan diharapkan Kota Tegal beserta seluruh stakeholder bisa mewujudkan Kota Tegal yang bersih dengan pengelolaan sampah yang baik dan menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Tegal yang telah bekerjasama dan memfasilitasi percobaan penggunaan pupuk cair yang berasal dari sampah organik untuk penanaman padi di Kota Tegal. Inaplas menilai Pemkot Tegal sangat serius dalam mengusahakan peningkatan pengelolaan sampah sehingga mendorong Inaplas untuk melakukan kerjasama-kerjasama yang bermanfaat bagi usaha manajemen sampah di Indonesia. Kami menyambut baik kerja sama ini. Sebelumnya Inaplas telah melakukan kerjasama dengan Pemkot Tegal melalui penggelaran aspal plastik dipendopo Kota Tegal yang telah berjalan dengan baik. Semoga hal ini dapat terus berjalan baik,” kata Ketua umum Inaplas Suhat Miyarso.

Baca Juga: Anak Usaha Wilmar Digugat ke PN Jakpus Oleh Founder Lumbung Padi Indonesia

Direktur Kerjasama Antar Lembaga Inaplas Budi Susanto menyampaikan, berdasarkan penghitungan hasil panen padi yang disaksikan oleh Kepala Bidang Pertanian dan Pangan DKP3 Kota Tegal, didapat hasil panen yang lebih tinggi melebihi rata-rata hasil panen Kota Tegal.

Hasil ini diraih berkat kerjasama yang baik dengan pelaksana dilapangan disertai dengan penyuluhan dan monitoring kondisi tanah dan tanaman secara berkala. Dengan percobaan ini telah dibuktikan bahwa penggunaan pupuk cair organik pada tanaman padi berhasil dengan baik dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta mengurangi biaya produksi.

"Dengan demikian hal yang lebih penting lagi yaitu circular economy dapat terwujud. Semua sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia sehari-hari bisa diguna ulang dan dikembalikan menjadi produk baru,” ucap Budi Susanto.

Dalam konsep circular economy, sampah plastik dapat dimanfaatkan lebih lanjut melalui daur ulang, dijadikan sebagai bahan bakar minyak melalui pirolisis atau yang bernilai rendah dijadikan RDF atau briket bahan bakar. Semua transformasi ini sudah terbukti dapat dikerjakan dalam berbagai kapasitas sesuai kebutuhan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar