Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Inaplas Tingkatkan Produksi Padi dengan Pupuk Cair dari Sampah Organik

Iwan Supriyatna

Senin, 05 April 2021 | 14:26 WIB
Inaplas Tingkatkan Produksi Padi dengan Pupuk Cair dari Sampah Organik
Padi siap panen di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Suara.com - Pemerintah Kota Tegal bersama dengan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) yang didukung oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, telah berhasil melakukan uji coba penggunaan pupuk cair untuk tanaman padi di Demplot yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKP3) Kota Tegal.

Dari demplot tersebut yang terdiri dari 2 bagian masing masing menghasilkan 11,7 ton gabah per hektar dan 10,5 ton gabah per hektar, meningkat dari rata-rata panen di kota Tegal 6 - 7 ton per hektar.

Uji coba oleh kedua belah pihak ini merupakan bagian dari upaya penerapan circular economy di Kota Tegal dimana pengelolaan sampah diarahkan agar bisa mencapai zero waste.

Sampah non organik seperti plastik, alumunium, logam, kaca dan lainnya diarahkan untuk daur ulang sementara sampah organik dibuat menjadi pupuk cair melalui proses fermentasi, sedangkan sisanya yang tidak bisa diolah dan bernilai ekonomi rendah dijadikan briket bahan bakar dengan mesin predator.

Jika pengelolaan sampah terpadu ini berjalan seluruhnya maka kiriman sampah ke tempat pembuangan akhir dapat dihindari. Dalam kerjasama ini Inaplas menyediakan bibit padi Inpari 41, pupuk organik cair, NPK grower dan penyuluhan penggunaan pupuk serta pemeriksaan kondisi tanah dan tanaman secara rutin untuk demplot seluas 10.000 m2 yang difasilitasi oleh Kepala Bidang Pertanian dan Pangan, DKP3 Kota Tegal.

Pada saat melakukan panen di lokasi demplot 23 Maret 2021 lalu, Yusmana selaku Kepala Bidang Pertanian dan Pangan DKP3 Kota Tegal menyampaikan terima kasih atas kerjasama percobaan penggunaan pupuk cair organik dengan Inaplas dan merasa puas dengan panen padi yang dihasilkan yang melebihi rata-rata produktivitas sawah per hektar di Kota Tegal.

“Saya berharap kerjasama ini bisa ditingkatkan dan diperluas sehingga bisa meningkatkan produktivitas tanaman padi di Kota Tegal dan circular economy yang berawal dari produksi, komsumsi hingga daur ulang bisa tercapai,” kata Yusmana ditulis Senin (5/4/2021).

Kedepan diharapkan Kota Tegal beserta seluruh stakeholder bisa mewujudkan Kota Tegal yang bersih dengan pengelolaan sampah yang baik dan menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Tegal yang telah bekerjasama dan memfasilitasi percobaan penggunaan pupuk cair yang berasal dari sampah organik untuk penanaman padi di Kota Tegal. Inaplas menilai Pemkot Tegal sangat serius dalam mengusahakan peningkatan pengelolaan sampah sehingga mendorong Inaplas untuk melakukan kerjasama-kerjasama yang bermanfaat bagi usaha manajemen sampah di Indonesia. Kami menyambut baik kerja sama ini. Sebelumnya Inaplas telah melakukan kerjasama dengan Pemkot Tegal melalui penggelaran aspal plastik dipendopo Kota Tegal yang telah berjalan dengan baik. Semoga hal ini dapat terus berjalan baik,” kata Ketua umum Inaplas Suhat Miyarso.

baca juga

Direktur Kerjasama Antar Lembaga Inaplas Budi Susanto menyampaikan, berdasarkan penghitungan hasil panen padi yang disaksikan oleh Kepala Bidang Pertanian dan Pangan DKP3 Kota Tegal, didapat hasil panen yang lebih tinggi melebihi rata-rata hasil panen Kota Tegal.

Hasil ini diraih berkat kerjasama yang baik dengan pelaksana dilapangan disertai dengan penyuluhan dan monitoring kondisi tanah dan tanaman secara berkala. Dengan percobaan ini telah dibuktikan bahwa penggunaan pupuk cair organik pada tanaman padi berhasil dengan baik dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta mengurangi biaya produksi.

"Dengan demikian hal yang lebih penting lagi yaitu circular economy dapat terwujud. Semua sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia sehari-hari bisa diguna ulang dan dikembalikan menjadi produk baru,” ucap Budi Susanto.

Dalam konsep circular economy, sampah plastik dapat dimanfaatkan lebih lanjut melalui daur ulang, dijadikan sebagai bahan bakar minyak melalui pirolisis atau yang bernilai rendah dijadikan RDF atau briket bahan bakar. Semua transformasi ini sudah terbukti dapat dikerjakan dalam berbagai kapasitas sesuai kebutuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lampung Jadi Produsen Beras Nasional

Lampung Jadi Produsen Beras Nasional

Lampung | Sabtu, 27 Maret 2021 | 11:48 WIB

Anak Usaha Wilmar Digugat ke PN Jakpus Oleh Founder Lumbung Padi Indonesia

Anak Usaha Wilmar Digugat ke PN Jakpus Oleh Founder Lumbung Padi Indonesia

Bisnis | Sabtu, 27 Maret 2021 | 05:56 WIB

Sawah di Maros Uji Coba Panen Padi 4 Kali Dalam Setahun

Sawah di Maros Uji Coba Panen Padi 4 Kali Dalam Setahun

Sulsel | Minggu, 21 Maret 2021 | 10:55 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×