Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Negara-negara Asia Pasifik Disarankan Dukung Produk Tembakau Alternatif

Iwan Supriyatna

Rabu, 28 April 2021 | 05:24 WIB
Negara-negara Asia Pasifik Disarankan Dukung Produk Tembakau Alternatif
Ilustrasi vape

Suara.com - Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, seharusnya dapat dimaksimalkan untuk menurunkan angka perokok secara global, terutama di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah.

Dengan berkurangnya angka perokok, maka turut berkontribusi dalam menekan penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi rokok.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi yang diadakan oleh Global State of Tobacco Harm Reduction (GSTHR) secara daring. Diskusi yang membahas tentang laporan “Tobacco Harm Reduction: A Burning Issue for Asia” yang baru diluncurkan itu dihadiri sejumlah akademisi dan asosiasi konsumen produk tembakau alternatif. Laporan ini merupakan kelanjutan dari “GSTHR 2020: Burning Issues.”

Harry Shapiro, penyusun laporan “Tobacco Harm Reduction: A Burning Issue for Asia”, menjelaskan angka perokok global telah mencapai 1,1 miliar sejak tahun 2000 lalu. Sebesar 80% perokok dunia tinggal di negara-negara menengah ke bawah.

Angka perokok di negara-negara tersebut diproyeksikan akan bertambah seiring meningkatnya populasi. Dengan terus meningkatnya angka perokok, sekitar satu miliar orang diprediksi akan meninggal karena penyakit terkait merokok pada tahun 2100 mendatang.

“Saya pikir cukup adil untuk mengatakan bahwa kawasan Asia-Pasifik benar-benar merupakan pusat dari krisis merokok karena angka-angka itu berbicara sendiri. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mempertimbangkan gagasan pengurangan bahaya tembakau,” kata Harry dalam diskusi tersebut ditulis Rabu (28/4/2021).

Oleh karena itu, Harry menyarankan pemerintah dari negara-negara Asia Pasifik, termasuk yang berpendapatan menengah ke bawah, untuk mendukung produk tembakau alternatif.

“Ada peluang bagi kawasan ini untuk membuat suatu terobosan, apalagi mengingat Tiongkok menyediakan sebagian besar e-liquid dan perangkat vaping-nya kepada seluruh dunia. Tetapi, seperti yang ditunjukkan di dalam laporan, ada banyak hambatan yang harus diatasi dalam proses itu,” ujarnya.

Senada dengan Harry, Nancy Loucas, koordinator dari Coalition of Asia Pacific Tobacco Harm Reduction Advocates (CAPHRA), mengatakan negara-negara lainnya bisa mengikut jejak Korea Selatan dan Jepang yang telah berhasil menurunkan prevalensi merokok melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif.

“Kita bisa mengambil pelajaran dari negara-negara yang telah sukses dalam penerapan pengurangan bahaya tembakau, dan menerapkannya untuk negara-negara di kawasan ini,” tegasnya.

Agar efektif dalam menurunkan angka perokok, Direktur International Network of Nicotine Consumer Organizations (INNCO) Samrat Chowdhery, menambahkan perokok dewasa harus mendapatkan kemudahan dalam mengakses dan menggunakan produk tembakau alternatif, serta harganya harus terjangkau. 

Sebagai contoh, harga terjangkau tersebut sangat penting bagi India, mengingat mayoritas perokok di negara tersebut termasuk golongan berpendapatan kecil.

Menurut Samrat, contoh nyata di beberapa negara menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif layak menjadi solusi tambahan dalam mengurangi prevalensi merokok.

Beragam kajian ilmiah internasional telah membuktikan bahwa produk-produk tersebut memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah daripada rokok.

“Produk ini secara signifikan mengurangi risiko hingga 95%. Lalu, ada kemudahan dalam menggunakannya sehingga ini adalah solusi yang siap pakai,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Produk Tembakau Alternatif Tidak Menghasilkan TAR

Peneliti: Produk Tembakau Alternatif Tidak Menghasilkan TAR

Bisnis | Senin, 26 April 2021 | 09:31 WIB

Benarkah Vape Lebih Baik dari Rokok Konvensional?

Benarkah Vape Lebih Baik dari Rokok Konvensional?

Health | Selasa, 20 April 2021 | 14:20 WIB

Produk Tembakau Alternatif Faktanya Tidak Hasilkan Asap

Produk Tembakau Alternatif Faktanya Tidak Hasilkan Asap

Bisnis | Rabu, 14 April 2021 | 10:35 WIB

Terkini

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB